SoG4iGVrlm2d0xVc7TbcWuGl8F4PkcCzhtCrmamZ

Membeli Sebilah Golok Dari Pedagang Golok Keliling

 

Pedagang Golok Keliling


Waktu masih menunjukkan jam 07.30 WIB, terbilang masih pagi terutama diakhir pekan dimana waktu seolah berjalan sedikit lebih lambat. Secara jam 07.30 WIB biasanya posisi sudah di kantor bersiap untuk apel pagi atau kegiatan rutinitas lainnya. Dan sekarang jam segini masih asik mengurusi tanaman-tanaman penghias halaman depan, mulai dari menyirami, mencabuti rumput hingga memotong-motong tunas tanaman yang terbilang tinggi.

Jreng, entah kenapa juga bapak pedagang golok keliling/ bersepeda motor ini melintas depan rumah sembari membunyikan bel dan menawarkan golok dagangannya.

“golok, pak, untuk potong-potong tanamannya” demikian ia menawarkan barang dagangannya.

Lah secara taman depan teras hanya se-emprit (baca:kecil) dan diisi dengan tanaman hiasan yang ringan-ringan sahaja seperti lidah mertua, jambu batu kecil dan pohon kamboja kecil. Untuk keperluan memotong dan menggunting kecil-kecil terkadang terbantu dengan gunting atau pisau.

Namun entah kenapa, mungkin sudah jalannya takdir rejeki bapak itu juga kali ya. Saya akhirnya menanyakan sebilah golok untuk memotong tanaman, ia menunjukkan sebilah golok dengan gagang kayu sederhana dengan bilah golok yang katanya terbuat dari baja sehingga terhindar dari karat dan akan tahan lama usia pakainya.

Bapak pedagang golok ini menawarkan harga untuk sebilah golok ini seharga Rp. 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah), “wuih, mahal juga ya harga untuk sebilah golok” ucap saya.

“namanya juga terbuat dari baja, pak. Pasti awet dah” Bapak pedagang ini meyakinkan saya untuk membeli golok darinya.

“tajam ga nih” saya bertanya kepada si bapak.


Pedagang Golok Keliling
Pedagang Golok Keliling


Ia mengasah sebentar golok tersebut dan kemudian memberikan  golok tersebut untuk dicoba memotong dahan tanaman. Sempat gagal untuk memotong dahan kecil dan bapak tersebut mengasah kembali goloknya dan mencoba menebas dahan ranting yang ada dan berhasil.

Namun ada kendala muncul lagi, golok tersebut tidak presisi (baca: Pas) masuk ke dalam sarungnya. Kembali bapak ini berupaya untuk mencari sarung golok yang pas dan menggerinda demi golok tersebut dapat masuk pas dan presisi dengan goloknya.

Ketika golok tersebut  masuk dan kembali ia mengasah golok tersebut agar semakin tajam dan dapat digunakan semakin baik.

Kayaknya si bapak yakin saya akan membeli goloknya secara saya belum memberikan tanda persetujuan tentang harga ataupun sepakat untuk membeli golok tersebut.

“ya sudah, kalau gitu berapa harga pas-nya pak” demikian akhirnya saya bertanya terkait harga dan memutuskan untuk membeli golok tersebut.

Si bapak pun mukanya berbinar senang, goloknya akhirnya ada yang tertarik dan menawarnya.

“udah pak, untuk bapak aja, harga pagi-pagi, jangan ditawar lagi ya pak seratus tiga puluh ribu saja” ujarnya

“udah lempengin aja pak,seratus ribu aja” saya berusaha menawar.

“jangan pak, nanti saya rugi, seratus tiga puluh ribu aja ya, sudah murah itu pak, saya asah lagi biar tajam deh dan sarungnya saya rapihkan lagi” bapak pedagan golok ini berusaha meyakinkan saya.

“Ya sudahlah, ujar saya, tapi buat yang tajam dan sarungnya dibuat yang presisi ya” ujar saya.

Bapak pedagang golok ini semangat mengasah golok dan merapihkan sarung golok tersebut demi mengetahui saya sepakat dengan harga yang ditawarkan. Dan tidak membutuhkan waktu lama, golok tersebut selesai dan presisi. Saya pun membayar sesuai dengan harga yang disampaikan bapak pedagang golok tersebut.


Sebilah Golok
Sebilah Golok 


Moral Cerita Pagi Ini

Setelah cock dan jadi dengan harga yang ditawarkan golok tersebut akhirnya dapat saya gunakan. Memang sih pada prinsipnya saya tidak butuh-butuh banget dengan golok tersebut tetapi demi melihat bapak si pedagang golok pagi-pagi sudah semangat benar menawarkan dagangannya.

Pikiran saya menerawang kepada keluarga yang harus ia berikan nafkah, anak yang harus ia sekolahkan dan kebutuhan lainnya yang harus dipenuhi.

“ah, pasti tidak mudah perjuangan hidup bapak ini”

Saya pun sempat menawar golok tersebut memastikan apakah bisa turun harganya atau si bapak menyerah dan pergi.

Namun ia tetap berusaha meyakinkan saya.

Dan memang setelah saya cek harga di online ada beberapa golok ditawarkan lebih murah, namun saya tidak dapat memegang langsung barang tersebut.

Dan satu hal yang penting “saya dapat berinteraksi langsung dengan itu bapak, melihat semangatnya saat ia menawarkan goloknya menawarkan jasanya dan meyakinkan pembeli”

Jadi kalau ada pedagang keliling lewat didepan rumah kalian upayakan untuk membelinya, ini salah satu upaya kita membantu langsung UMKM dan upaya warga bantu warga.

Tetap semangat untuk Indonesia yang lebih baik

Related Posts
Terbaru Lebih lama
Kornelius Ginting
Orang Baik Rejekinya Juga Baik

Related Posts

Posting Komentar