SoG4iGVrlm2d0xVc7TbcWuGl8F4PkcCzhtCrmamZ

Dari Luka Menjadi Kasih

 

Dari Luka Menjadi Kasih


Tangsel- 16 Agustus 2026-Minggu Pagi menjelang HUT Ke 81 RI, hari ini dilayani oleh Pdt. Yonatan Wijayanto dan firman Tuhan yang menjadi renungan diambil dari Roma 11:22 TB [22] Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.

Dan dari kitab Matius 15:25-28 TB, [25] Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: ”Tuhan, tolonglah aku.” [26] Tetapi Yesus menjawab: ”Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” [27] Kata perempuan itu: ”Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” [28] Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: ”Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Dari Luka menjadi Kasih

Dalam perjalanan hidup pasti akan mengalami luka. Bagaimana perkataan orang yang menyakitkan, tindakan yang mengecewakan kita. Luka-luka kita bukanlah tanda kegagalan melainkan prasasti suci dari proses pembentukan diri kita.

Luka adalah inisiasi, luka menandai momen ketika kita beralih dari kepolosan menjadi kesadaran, dari keheningan menuju suara.

LUKA MENGANDUNG TRANSFORMASI KETIKA DIRAWAT DENGAN PERHATIAN, LUKA MENJADI GERBANG BUKAN PENJARA.

Mungkin ketika tidak pernah terluka dikhianati, kita tidak akan pernah belajar  menghargai arti kesetiaan.

Orang yang pernah merasakan kehilangan tidak pernah menghakimi orang yang sedang mengalami kehilangan.

Dalam kisah Yusuf pun demikian, ia mengalami kepahitan dan penghianatan. Yusuf harus dibuang dan menjalani kepahitan. Namun pada saat ia kembali berjumpa dengan saudaranya tidak tampak luka itu. YUSUF BERHASIL MERUBAH LUKA TERSEBUT MENJADI SUKACITA DAN ITU BERKAT KASIH KARUNIA TUHAN.

LUKA MEMBAWA KEPADA PENGAMPUNAN YANG BERUJUNG PADA KASIH YANG MAU MERANGKUL KEMBALI

Bahkan Yusuf memberikan baju ganti sebagai simbol yang menyatakan bahwa ia, si pemberi memberikan niat baik hendak memulihkan ikatan diantara mereka.

 

Melalui pemberian simlah (pesalin) Yusuf kembali merajut tali persaudaraan  dengan saudaranya.

Mengampuni merupakan proses penting dalam merawat luka hati. Tanpa pengampunan tidak akan tercipta kedamaian dalam hati.

Ini juga yang diteladankan Allah itu sendiri. Sekalipun umat pilihan membuat duka hati Tuhan, namun Ia memilih untuk tetap mengampuni umatNya sehingga mengalir kasih dalam hidup umat Tuhan.

Seperti wanita yang memohon kesembuhan kepada Tuhan yang akhirnya Tuhan mengasihi dia dan memberikan kesembuhan pada anaknya.

Bahkan hal yang paling menyedihkan pun setelah kita berdamai dengannya dapat menjadi sumber kebijaksanaan dan kekuatan untuk perjalanan yang masih terbentang didepan- Frederick buechner.

Pada kebaktian minggu pagi ini Kita diundang untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk pembelaan diri, hiruk pikuk siapa salah dan siapa benar dalam perjalanan hidup kita. Bukan juga untuk berpura-pura tidak ada luka. BAWA LUKA TERSEBUT KEPADA ALLAH SEHINGGA KITA MENDAPATKAN KASIH UNTUK DAPAT MENGAMPUNI.

Mengubah luka menjadi kasih memang tidak mudah namun pada titik ini kasih Allah akan bekerja.

Bagi kita yang masih menyimpan luka hati dan belum dapat mengampuni orang yang membuat luka.

Ada sebuah lirik lagu yang pendeta sampaikan sebelum menutup khotbahnya  yaitu Mengampuni dari Jason Irawan berikut liriknya :

Ketika hatiku telah disakiti ajarku memberi hati mengampuni.

Ketika hidupku telah dihakimi ajarku memberi hati yang mengasihi.

Ampuni kami bila kami tak mampu memgampuni yang bersalah kepada kami. Seperti hati bapa yang mengampuni mengasihi tiada pamrih....

Selamat hari minggu Tuhan Yesus memberkati kita semuanya.

Related Posts
Kornelius Ginting
Orang Baik Rejekinya Juga Baik

Related Posts

Posting Komentar