Awal
tahun ini cuaca berubah-ubah tidak menentu, pagi hari cerah tidak berlangsung
lama siang harinya tetiba hujan deras dan sore harinya kembali cerah seperti
tidak terjadi sesuatu. Pun demikian sebaliknya, pagi hari hujan hingga siang
dan sore cerah merekah. Entah ini merupakan efek dari perubahan cuaca yang
sedang masuk musim hujan atau ada pengaruh dari intervensi manusia yang saat
ini (terutama) Jakarta memodifikasi cuaca.
Nah masalahnya
ketika terjadi perubahan cuaca, sehari dua hari hingga seminggu tubuh masih
menyesuaikan dan masih memiliki tabungan imunitas. Namun ketika tabungan
imunitas habis dan beberapa orang diangkutan umum (krl) batuk pilek tanpa
menggunakan masker, pada bagian ini, akhirnya daya tahan tubuh mulai turun. Belum
jatuh sakti, tetapi sudah mulai merasakan penurunan seperti bersin-bersin yang
semakin rutin, tenggorokan mulai terasa perih dan hidung mampet serta bandan
yang terasa pegal-pegal.
Fixed,
sebelum tumbang beneran menjadi sakit dan mengganggu aktivitas persidangan,
maka saya memutuskan untuk mengunjungi klinik terdekat, memeriksakan diri ke
dokter dan mendapatkan obat-obatan.
Kebetulan
di depan Pengadilan Negeri Jakarta Timur di sekitaran jembatan penyebrangan ada
apotik sekaligus klinik dokter umum, tanpa membuang waktu lama, mampir ke klinik
sebentar sekalian jalan pulan menuju stasiun kereta.
Tidak
ada antrian pasien sehingga langsung dilayani oleh tenaga kesehatan yang ada,
ditanyakan identitas diri untuk dijadikan rekam medis dan kemudian bertemu dengan
dokternya. Hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit, dokter bertanya dan
memeriksa kondisi fisik dan menerbitkan resep dan obat untuk dikonsumsi
beberapa hari.
Tara, ini dia obat yang diresepkan oleh dokternya;
1. Mucopect, ini merupakan obat mukolitik atau pengencer dahak yang memuat bahan aktif ambroxol. Obat ini bekerja dengan cara memecah serat mukopolisakarida pada dahak, sehingga dapat menjadi lebih encer dan mudah untuk dikeluarkan ketika batuk. Mucopect hanya bisa digunakan untuk mengatasi batuk berdahak, tidak untuk batuk kering. Efektivitas obat ini dalam mengencerkan dahak akan bekerja setelah 30 menit diminum.
2. Methylon obat ini bermanfaat mengatasi radang dan reaksi alergi. Methylprednisolone bekerja dengan cara menekan sistem imun, sehingga tubuh tidak melepas senyawa kimia yang memicu terjadinya peradangan.
3. Neurobion Forte, kalau yang ini adalah suplemen multivitamin untuk mengobati neuropati atau kerusakan sel saraf. Penggunaan Neurobion Forte dapat memperbaiki sel saraf yang rusak serta meringankan gejala gangguan saraf, seperti kesemutan, kebas, pegal-pegal, kram otot, nyeri seperti ditusuk, sensasi terbakar, dan mati rasa.
4. Parasetamol, obat ini digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan nyeri, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri haid, demam, nyeri akibat luka, dan beberapa kondisi nyeri lainnya.
5. Vicks Inhaler, produk untuk melegakan hidung tersumbat akibat pilek. Vicks Inhaler mengandung mentol dan camphor. Perpaduan mentol dan camphor di dalam Vicks Inhaler dapat membuat napas menjadi lebih lega ketika hidung sedang tersumbat. Kedua bahan tersebut bekerja dengan cara memberikan sensasi dingin atau sejuk di dalam rongga hidung, sehingga aliran udara terasa lebih lancar dan napas pun lebih lega.
Dan benar saja, baru konsumsi empat kali, Malam hari, kemudian Pagi, Siang dan Sore keesokan harinya badan langsung terasa membaik. Dan ketiga obat tersebut tidak perlu lagi untuk dikonsumsi sementara untuk Multivitamin dan Vicks Inhaler tetap saya teruskan.
Kali
ini strategi saya ke dokter sebleum jatuh sakit sehingga saya tidak perlu sakti
dan harus benar-benar cuti/ ijin sakit sehingga mengganggu aktiitas kantor.
Oiya
untuk biayanya sendiri pemeriksaan dokter dan obat dikenakan Rp. 224.000,- menurut
saya jauh lebih murah ketimbang harus sakit dan istirahat dirumah.
Anyway
tetap sehat dan tetap semangat meskipun
keadaan cuaca saat ini sedang tidak menentu.










