![]() |
Hujan pagi ini mengguyur BSD dan sudah setengah perjalanan menuju gereja.
Syukurlah hujan ketika sudah ditengah perjalanan, coba saja hujan ketika maish dirumah
alhasil akan tarik selimut kembali dan enggan untuk ke gereja.
Yah namanya juga masih ada sisi manusiawinya, terkadang kebutuhan akan
ke gereja masih kalah dengan kuatnya keinginan duniawi seperti masih malas-malasan,
enggan ke gereja karena hujan dan masih ada banyak alasan lainnya. Terlebih
paska pandemi covid sudah banyak gereja yang melakukan pelayanan online alhasil
(terkadang) lebih nyaman bergereja secara online, namun sisi negatif gereja
online tidak merasakan sosialisasi/ interaksi langsung dengan sesama.
Minggu pagi ini dilayani oleh Pdt. Yosias,
beliau ini fans Liverpool (you’ll never walk alone) sejati, setiap beliau khotbah tidak lupa pasti akan diselipin Liverpool didalamnya.
Dan ini dia ayat pembukanya “Mikha
6:8 TB [8] ”Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah
yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan
hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?”
Dari ayat Mika kembali
diingatkan kita sebagai anak-anak Tuhan harus berlaku adil, mecintai kesetiaan
dan hidup rendah hati dihadapan Tuhan. Fixed diingat
jangan sampai lupa lagi.
Dilanjutkan dengan bacaan alkitab sebelum masuk ke khotbah utama yang
saya catat adalah diambil dari kitab 1 Korintus 1:25 TB [25] Sebab yang bodoh
dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah
lebih kuat dari pada manusia dan 1 Korintus 1:31 TB [31] Karena itu seperti ada tertulis: ”Barangsiapa
yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan”
Menjadi pengingat bagi diri sendiri agar bermegah didalam Tuhan
senantiasa dan rendah hati kepada sesama ini yang akan membuat kita bahagia (versi
kristiani) pada akhirnya.
Yang menjadi catatan saya pribadi
dari khotbah hari ini adalah
1. Kalau mau bahagia dengarkan kata
Tuhan, dalam surat Mikha, Tuhan Yesus mengkritik ibadah pada saat itu
karena mereka fokus pada ritual bukan praktek keseharian. Rajin gereja, rajin membaca
alkitab, rajin perpuluhan tetapi Tuhan tetap kecewa karena kesehariannya tidak
mencerminkan kasih Tuhan.
Bukan mereka yang menyebut nama Tuhan yang akan masuk surga
tetapi yang melakukan kehendak Tuhanlah yang akan masuk ke dalam kerajaanNya.
2. Bahagia dalam versi Matius
adalah hubungan pihak pertama yang berkuasa (Tuhan) melakukan hal baik kepada
pihak lainnya (Manusia). Ketika Tuhan melakukan hal baik kepada kita maka kita pasti
akan merasa bahagia. Maka untuk selalu mendapatkan bahagia adalah sikap yang
selalu bergantung kepada Tuhan.
Bahagia kita bukan kita mampu untuk membaca alkitab dan
mampu menceritakan dengan baik tetapi ketika kita sudah tahu namun tetap
memilih dan meminta tuntunan Tuhan untuk dapat mengerti dan merefleksikan dalam
kehidupan sehari-hari.
Cari kebenaram bukan pembenaran.
3. Berbahagialah orang yang
berdukacita, menggambarkan bawah manusia sejatinya memiliki kemampuan (sifat
naluriah) untuk bersedih maka digunakan sewajarnya.
4. Bahagia
adalah orang yang mengakui keterbatasan dan mau untuk terus belajar,
mengembangkan diri dan tetap rendah hati (yang ini seinget saya saja ya)
5. Orang yang bahagia adalah orang
yang rendah hati dan tidak mencari pujian menutupi semua hal yang telah kita
lakukan.
Tidak perlu semua orang mengetahui apa yang telah kita
lakukan dan tidak perlu juga kita ucapkan apa yang telah kita lakukan. Biar orang
membicarakan kebaikan kita dan perbuatan yang telah kita lakukan tanpa perlu kita
mendengarnya dan mendapatkan pujian (semua pujian kembali lagi untuk Allah
Bapa) dan Allah yang sendiri yang akan memberkati lebih lagi.
6. Bahagia
itu lapar dan haus akan kebenaran. Selalu
mencari tahu dan belajar akan kebenaran firman Tuhan melalui bacaan alkitab dan
ke gereja serta bersekutu dengan saudara seiman.
7. Bahagia
itu berbelas kasihan. Karena Tuhan itu adalah sosok yang penuh belas
kasihan. Tuhan tidak menerima pelanggaran tetapi Tuhan memberikan pengampunan. Maka kita sudah seharusnya demikian.
8. Bahagia adalah kerinduan untuk
berbagi, tidak melulu tentang uang tetapi juga tenaga, pikiran ataupun hal
lainnya. Intinya Adalah keinginan untuk dapat berbagi kepada sesama.
9. Bahagia itu suci hati, memiliki hati
yang lurus kepada Tuhan. Pelayanan yang selalu tertuju kepada Tuhan. Ketika
melayani orang jangan melihat orangnya tetapi kepada Tuhan itu sendiri.
Ini yang masih menjadi PR (Pekerjaan Rumah) melayani itu
tidak semudah yang diucapkan, masih banyak yang melayani tapi motivasinya
dibelakanganya bukan melayani Tuhan itu sendiri.
10. Bahagia itu pembawa damai,
menjadi mediator. Membuat situasi panas menjadi dingin, dengan hadirnya
kita membuat suasana menjadi damai dan tenang. Jangan sampai
dengan hadirnya kita membuat keadaan semakin bertambah panas dan tegang.
At the end, menjadi bahagia versi
kristiani tidak seratus persen sama dengan bahagia yang ditawarkan oleh dunia.
Tetapi ketika bahagia versi kristiani sudah tercapai dan berhasil untuk dilakukan,
niscaya kebahagiaan duniawi juga akan mengikuti, ketenangan hati sudah dimiliki
maka rejeki akan mengalir deras (ini sih kesimpulan yang saya buat sendiri).
Karena saya sangat percaya ketika
prinsip bahagia kristiani sudah diraih maka hati dan jiwa dalam keadaan tenang
dan damai dan apapun yang dilakukan dalam keadaan tenang dan damai akan menghasilkan
yang baik pula.
Dan apapun yang hendak kita lakukan maka
lakukan itu seperti untuk Tuhan dan niscaya Tuhan akan memberkati setiap
langkah kehidupan kita.
Selamat hari minggu Tuhan memberkati kita semuanya







