Lagi Tentang Excellent



Amsal 22:29 (TB)  Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.

Excellent adalah sebuah semangat dan dimulai dari langkah-langkah kecil maju ke depan. Tapi latih setiap hal yang kita punya, bakat, kepandaian yang ada, tingkatkan terus menerus. Excellent adalah tidak menggantungkan harapan kepada apa yang tidak ada atau tidak dimiliki tetapi lebih kepada menggunakan sumber daya yang ada didalam. 

Salah satu tokoh yang diangkat mengenai excellent adalah Daniel. Ia sendiri penuh Roh Kudus dan semangat dalam memberikan yang terbaik dalam pekerjaanya. 

Tapi jangan hanya semangat saja ya tetapi tidak memiliki sesuatu di tangan, apa yang akan dilakukan kalau tidak memiliki sesuatu. Pastikan punya pengetahuan, akal budi, kepandaian sehingga dapat di presentasikan dengan baik. 

Sekarang kita beralih ke Yusuf, di usia 17 tahun setelah mendapat mimpi dari Tuhan, ia masuk dalam masa kesesakan. Yusuf dibuang ke dalam sumur, dijual hingga dibawa ke Mesir. Ga berhenti disana, ia juga di jual ke Potifar, jadi pembantu untuk terus bertahan hidup.

Kejadian 39:2-4 (TB)  Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,
maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.

Bagaimana melihat diri kita disertai Tuhan dalam pekerjaan kita? Dengan melakukan dan menyelesaikan setiap pekerjaan yang diberikan kepada kita dengan baik.

Kalau jadi bos excellent, ok baik lah. Tapi ketika menjadi staf biasa, perlukah menjadi excellent (PERLU). 

Dalam kehidupan Yusuf, excellent menjadikan dirinya di promosikan ke tingkat lebih  baik. 

Sikap kita menentukan dimana ketinggian kita berada. 

Drama hidup Yusuf pun masih berlanjut, sudah excellent tapi tetap saja ada gangguan. Ia di fitnah oleh istri Potifar. Yusuf pun lari. Dalam pelariannya, ia tertangkap, dipenjara. Bahkan didalam penjara pun ia tetap menjadi excellent dan memberikan yang terbaik. 

Bahkan untuk nama anaknya ia memberikan sesuai apa yang ia alami Kejadian 41:51-52 (TB)  Yusuf memberi nama Manasye kepada anak sulungnya itu, sebab katanya: "Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku." Dan kepada anaknya yang kedua diberinya nama Efraim, sebab katanya: "Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku."

Ada yang unik di jelaskan Ps Jefrey, bahkan ketika Yusuf kembali ke bapaknya Yakub dan meminta berkat untuk anak-anaknya Manasye (sulung)  dan Efraim (bungsu). Tapi Yakub memberkati Efraim sebagai si sulung dan Manasye sebagai si bungsu, apakah Yakub tidak tahu, ia tahu dan sadar. Karena dari arti nama mereka sendiri tercermin arti sebenarnya  Efraim, Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku." Barulah Manasye Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku."

Kembali ke excellent.
Dalam masa kesesakan kalau kita memberikan terbaik, kita memberikan nilai lebih dan akan membuktikan kita tidak layak disana (seperti kisahyusuf). Berbuah lebih dahulu, Efraim lebih dahulu baru kita bisa merasakan Manasye. Memang tidak mudah, makanya perlu tuntunan Roh Kudus.

Happy Sunday


 



Tidak ada komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih