Tangerang Selatan-29 Agustus 2026, tetiba terlintas ucapan yang dilontarkan
seseorang beberapa waktu lalu “Bangun jaringan agar orang mengenal kamu” memang
tidak ada yang salah dengan ucapan ini. Jaringan itu penting, setelah orang
mengenal siapa kita, nilai yang kita miliki dan etos kerja kita sehingga akan
mempermudah kita untuk mencapai sesuatu. Setuju, seratus persen tidak ada yang
salah dengan ucapan “Bangun jaringan agar orang mengenal kamu”.
Bukan sekedar membantah hanya sahaja
tetapi kok rasa-rasanya jiwa pembelajar saya sedikit memberontak secara baru
beberapa waktu lalu belajar tentang Manejemen ASN dan terkait dengan Merit Sistem
dijelaskan bahwa Merit Sistem adalah
kebijakan dan manajemen ASN yang berdasar pada Kualifikasi,
Kompetensi dan Kinerja secara adil dan
wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politi, ras, warna kulit, agama,
asal-usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur ataupun kondisi kecacatan.
Dan
Prinsip Dasar dari Merit Sistem
adalah :
1. Seleksi
dan Promosi secara adil dan kompetitif.
2. Menerapkan
prinsip fairness
3. Sistem
rewardas, penggajian dan punishmen berbasis kinerja
4. Standar
integritas dan perilaku untuk kepentingan publik
5. Manejemen
SDM secara efektif dan efesien
6. Melindungi
pegawai dari intervensi politik dan tindakan semena-mena.
Sehingga ketika penilaian berbasis merit sistem dijalankan
dengan tepat pastinya kalimat “Bangun jaringan agar orang mengenal kamu” akan
terbantahkan.
Pengalaman sebagai Panitera Pengganti yang pernah mendengarkan
keterangan Ahli dari BKN bahwa mereka memiliki Pool Talent dimana Merit Sistem
sudah berjalan dengan baik. Sehingga ketika organisasi membutuhkan SDM yang
terampil tinggal mengambil dari SDM yang telah terdatabase dengan baik.
Bukan ketika suatu organisasi membutuhkan SDM yang
handal disitu dibuka pintu pendaftaran dengan mensyaratkan kualifikasi terkait,
syarat pekerjaan yang harus terpenuhi, tidak pernah menerima hukuman disiplin
hingga syarat-syarat lainnya. Tidak ada yang salah dengan persyaratan yang
diajukan ataupun pintu pendaftaran yang dibuka sehingga siapa saja dapat mencoba
untuk menduduki suatu jabatan tertentu.
Namun dalam hal ini lebih kepada efektifitas dan
efesiensi sistem yang akan diberlakukan. Bagaimana
memanfaatkan suatu sistem yang sudah ada dengan sebaik-baiknya, membuat suatu
sistem terintegrasi saling bersinergi. Bukan sebaliknya.
Ada yang menyentil benak saya ketika seseorang
mengatakan “prestasi, kepintaran dalam pekerjaan dapat dipelajari tetapi
mengerti konsep bekerja sama, bersinergi, mengenal atasan, teman dan bawahan
dengan baik, ini jauh lebih penting”
Lalu bagaimana dengan saya, pilhan mana yang akan saya
adopsi. Saya tidak memilih salah satu, saya memodifikasi kedua pilihan tersebut
menjadi satu pilihan terbaik yaitu “setidaknya saya harus memiliki suatu prestasi
yang dapat dibanggakan dan mengerti konsep bekerja sama serta bersinergi, baik
itu dengan atasan ataupun sesama yang kemudian akan terbangun jaringan dengan
sendirinya sehingga orang mengenal saya dengan baik”
Karena ketika hanya berhenti di “Bangun jaringan agar
orang mengenal kamu” dan tanpa disertai adanya kompetensi akan menjadi suatu
masalah dikemudian hari. Pun sama dengan ketika kamu bangun kompetensimu
sementara organisasi dimana kamu berada belum mendukung merit sistem, hmmm ya sudahlah, penilaian berbasis kinerja hanya akan terbatas
pada sebuah nilai diatas kertas.
Tetap Semangat, dan Tetap Sehat dan Tetap Waras ....









