Minggu 26 Juli 2026, tema kebaktian hari ini adalah Dari Yang Kecil Berdampak Kekal. GKI Serpong dilayani oleh Pdt. Marfan. F. Nikijuluw Tahamata, dibuka dengan bacaan alkitab dan saya mencatatnya untuk menguatkan iman saya yaitu :
Roma
8:26 TB [26] Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita
tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk
kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Roma
8:27 TB [27] Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu,
yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
Roma
8:31 TB [31] Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika
Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
Fixed,
jika Allah bersama kita siapa yang akan mampu melawan kita, dan sejatinya
Ia-Allah sendiri yang akan menyelidiki hati kita dan Roh Kudus membantu kita
berdoa kepadaNya.
Kecil
Tapi Berdampak
Pdt. Pdt.
Marfan. F. Nikijuluw Tahamata memberikan analogi seperti kartu SIM Card yang
sehari-hari kita gunakan. Sebagus dan semahal apapun smartphone yang kita
miliki, jika kartu sim-nya tidak ada maka tidak akan berfungsi maksimal bahkan
tidak dapat digunakan sesuai fungsinya untuk berkomunikasi.
Yess..
Sim Card itu kecil, namun kalau tidak ada.maka smartphone itu tidak akan
berfungsi.
Pun
demikian dalam hal kerajaan Allah, Tuhan menggunakan hal kecil untuk menggenapi
rencananya. Ketika kita melihat potret diri sendiri yang kecil dan tidak
berarti. Namun Tuhan tidak meminta kita memulai sesuatu yang besar, Ia hanya
meminta setia untuk memulai.
APA YANG KECIL DITANGAN MANUSIA AKAN MENJADI BESAR DI TANGAN
TUHAN.
Ada
sebuah kisah Penginjilan yang dilakukan oleh Kyai Tunggul Wulung, hanya ketika ia
mengenal dan mengetahui 10 perintah Tuhan sehingga pada akhirnya ia memutuskan
untuk mengikut Tuhan. Dan ia tidak menunggu dirinya besar untuk memberitakan
firman Tuhan. Kyai ini menterjemahkan firman Tuhan ke dalam lagu-lagu Jawa
(Tembang Jawa).
ALLAH TIDAK SELALU MEMULAI DARI TEMPAT YANG MEGAH, IA MEMULAI
DARI SATU HATI YANG TAAT DAN SATU KEHIDUPAN YANG BERSEDIA IA PAKAI.
Allah
menanamkan rencanaNya bukan kepada orang yang sempurna tetapi kepada orang yang
mau berjalan bersamaNya.
Masih ingat
kisah Yakub yang pada akhirnya mengingatkan kita kembali kepada kasih setiaNya
sehingga melalui 12 keturunannya menjadi keturunan yang besar, yang ada hingga
saat ini.
Roh
kudus turut memikul kelemahan yang kita miliki dengan arti Ia ikut menanggung
dan menopang seeta menguatkan. Bahwa Allah turut bekerja dalam sesuatu yamg
mendatangkan kebaikan, maka tidak ada yang dapat memisahkan kita dari Allah
Bapa kita.
Terakhir
Pdt. Marfan. F. Nikijuluw Tahamata menutup khotbahnya Dari Yang Kecil Berdampal
Kekal harus dimulai dengan ketiga hal ini yang saya catat dengan bahasa saya
sendiri
- 1. Tanam,
memiliki arti mau belajar untuk mengenal Tuihan sehingga mengetahui maksud Tuhan,
terlibat dalam persekutuan dan pelayanan, beribadah di gereja sehingga paham
terlebih dahulu apa yang hendak dilakukan.
- 2. Tumbuh,
menjadi terang dan garam dalam kehidupan sesama kita, tidak harus hebat dan
luar biasa, mulai dari hal kecil, senyum, salam dan sapa, saling berkunjung dan
saling memperhatikan.
- 3. Tuai,
jika menaman yang baik dan bertumbuh dengan baik maka
tuai-an / hasilnya pun akan menjadi baik. Hubungan baik terjalin, cerminan
kasih Tuhan terpancar melalui keseharian kita dan orang sekitar mengerti
tentang prinsip-prinsip kristiani itu sendiri.
Pada
akhirnya meskipun kita kecil dan tidak berarti, tetapi Tuhan itu sendiri yang
akan turut membantu sehingga yang Kecil Tadi Akan Berdampak Kekal, yang
dibutuhkan hanya hati yang setia dan mau untuk ditanam, bertumbuh dan memiliki
tuaian/ berbuah pada akhirnya.
Selamat
Hari Minggu.. Tuhan Menyertai Kita Semuanya.









