Efek
mudik lebaran sepertinya berpengaruh juga ke gereja yang bangkunya tidak terisi
penuh.
Minggu
pagi ini dilayani oleh Pdt. Marfan. F. Nikijuluw Tahamata, kesan saya pribadi
terhadap khotbah yang sering beliau sampaikan terasa seperti ruang kuliah.
Jemaat diajarkan secara teori dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Seperti
pagi ini, Pdt. Marfan. F. Nikijuluw membuka khotbah dengan menyatakan bahwa
Yesus telah lebih dahulu melayani kita umat manusia. Yesus sangat-sangat
mengasihi kita manusia. Ini adalah hal dasar yang setiap umat kristiani harus
pahami.
Dan
kita dituntun bahwa kita melayani dan mengasihi karena Ia (Tuhan) lebih dahulu
mengasihi kita.
Minggu
ini adalah Minggu Prapaskah yang kelima dengan tema Kasih yang menghidupkan
pelayanan. Sebenarnya pesan minggu ini cocok bagi para pelayan-pelayan Tuhan
atau yang hendak menjadi pelayan Tuhan.
Tapi
sepertinya tidak demikian, karena pelayanan sejatinya tidak dibatasi oleh
dinding gereja dan pelayanan tidak melulu tentang saudara seiman tetapi
pelayanan melebihi itu semua, pelayanan adalah tentang kasih kepada sesama
melampaui batasan-batasan yang ada.
Seperti
Ibu Thresia yang mengatakan, Pelayanan adalah kasih yang kita letakkan
didalamnya.
Spiritualis
Pelayanan:
1. Kontempelatif
dalam tindakan, berdoa dan melayani adalah satu
kesatuan. Pelayanan adalah doa yang nyata dalan kehidupan dan tindakan
keseharian.
2. Kasih
yang Inkarnasional, hadir nyata di tengah penderitaan.
Pelayanan tidak hanya memberi bantuan tapi hadir menyentuh, menenami, merangkul
dalam kehidupan. Ini yang telah Yesus contohkan dan ibu Theresia lakukan.
3. Kerendahan
Hati Radikal, melayani tanpa mencari pengakuan. Tidak
mengejar popularitas, haud pujian. Ibu Theresia berujar ia adalah pensil kecil
ditangan Tuhan.
Manusia
bukan pusat pelayanan tetapi Tuhanlah yang menulis melalui hidup kita.
Analaogi
yang ibu Teresia sampaikan adalah "Pensil Kecil di tangan Tuhan" lalu apa itu Pensil Kecil di tangan Tuhan:
1. Alat, bukan sumber. Kita adalah alat dan Tuhanlah yang
menggerakkan.
2. Bergantung,
bukan mandiri. Tanpa Tihan pelayanan kita kosong. Pelayanan
sejati bukan tentang kemampuan manusia tetapi
tentang kedekatan kita dengan Tuhan.
3. Diasah,
siap dibentuk. Meskipun diasah itu sakit tapi itulah proses
pembentukan yang dilakukan Tuhan.
4. Tersembunyi,
Tuhan yang dimuliakan. Bahkan ketika pelayanan ibu
Theresia tidak diakui ia tetap melayani.
Kasih
yang menghidupkan pelayanan
1. Dipanggil,
(Yeh 37, Mzm 130) kasih Allah memanggil kita kembali kepada tujuan hidup kita.
2. Dihidupkan,
(Yeh 37, Roma 8) kasih Allah tidak hanya memanggil tetapi juga menghidupkan.
3. Diutus,
(Yoh 11, Mzm 130)kasih Allah yang menghidupkan selalu mendorong kita keluar
untuk menjadi berkat.
Kasih
yang menghidupkan pelayanan.
Pelayanan
adalah Hidup yang mengasihi, Hidup yang memberi diri dan Hidup yang dipakai
Tuhan untuk menjadi berkat.
Pelayanan
sejati bukan tentang saya atau tentang kita atau seorang manusia tetapi kasih
Kristus yang hidup melalui kita, dipanggil, dihidupi dan diutus
Biarlah
pada akhirnya kemuliaan Tuhan yang semakin diagungkan.
Selamat
melayani dalam kehidupan keseharian kita.
Tuhan
Yesus memberkati ..








