Hari
ini melihat postingan X dengan gambar seperti diatas dengan ragam komentar, ada
yang menghibur namun tidak sedikit juga yang mencaci maki.
Yah
mau diapakan lagi terlebih seperti saya yang juga sudah masuk overweight (baca
kegendutan) dengan tinggi 168 dan berat 84 kg, idealnya berat badan saya itu
diangka 74 kg.
Ga
dipungkiri sebelum masuk PNS dan tahun-tahun awal menjadi PNS dapat
mempertahankan berat badan ideal. Namun dengan berjalannya waktu berat badan
bertambah.
Beberapa
mengira pekerjaan ASN yang tergolong santai, berkontribusi dalam peningkatan
berat badan. Namun tidak demikian juga sih, ASN saat ini tidak lagi dapat
disamakan dengan ASN dahulu, yang hanya hadir, absen lalu bersiap pulang.
Kalaupun masih ada yang seperti itu, jumlahnya sudah sangat sedikit dan
oknum-oknum tersebut dapat dipastikan sebentar lagi punah dan musnah.
Zamannya
saat ini sudah sangat berubah, saya sendiri sempat menyaksikan langsung dalam
persidangan beberapa ASN yang diberhentikan dan menggugat di PTUN dan kalah.
Saat ini sudah sangat mudah memberhentikan ASN yang malas-malas-an apalagi
tidak disiplin dalam melaksanakan pekerjaan. Namun memang untuk proses
pemberhentian tersebut masih butuh proses dan dapat diajukan keberatan di
pengadilan.
Kembali
ke masalah berat badan, terutama untuk saya pribadi (bukan bermaksud untuk
membela diri), memang salah satu cara untuk menghibur diri dari riweuh-nya
pekerjaan adalah dengan makanan dan cemilan.
Pasti
sebagian kalian akan bertanya seriweuh apa sih kerjaan ASN pengadilan. Kalau
mau dibuat timeline ya, masuk jam 8 pagi dan jam 8.30 sudah dimulai dengan
rapat pagi, minimal 4 kali dalam satu bulan yang rutin diadakan belum lagi
rapat kegiatan lain seperti kegiatan Zona Integritas, Wilayah Bebas Korupsi
yang mana nilai yang sudah diperoleh minimal harus dipertahankan kalau tidak
maka ada predikat yang akan dicabut.
Lalu setelah itu ngapain, masak iya ASN kerjanya rapat melulu. Kalau di
kami Pengadilan jam 09.00 Wib sudah mulai kejar-kejaran dengan persidangan,
mulai dari persiapan ruang persidangan, memastikan pihak sudah hadir dan
koordinasi dengan Majelis Hakim.
![]() |
| Persidangan Saksi dan Ahli di PTUN Jakarta |
Permasalahan
yang sering muncul diantara ketiga
variabel ruang sidang, para pihak dan majelis hakim adalah ruang sidang ada,
majelis hakim sudah siap tetapi para
pihak belum sampai. Ada juga ruangan siap, pihak siap namun majelis
hakim masih sidang perkara lain. Atau pihak siap, majelis hakim siap namun
ruang sidang sedang terpakai semua. Dan
ini sebatas satu perkara dengan satu majelis hakim dan panitera, bayangkan jika
pada satu hari terdapat puluhan sidang yang harus berjalan. Rebutan ruang
sidang dengan Panitera Pengganti lainnya, rebutan pihak juga sih atau rebutan
majelis hakim agar sidang dahulu. s
Semakin
ada kendala maka sidang akan berjalan semakin sore dan bukan tidak mungkin
kalau sudah sidang sore maka siap-siap akan lembur sih.
Dan
pada saat persidangan selesai pekerjaan belum selesai sampai disitu, selepas
sidang harus menyelesaikan pekerjaan rutin lainnya seperti melakukan penundaan persidangan,
berkoordinasi dengan Jurusita untuk memanggil dan menyampaikan kepada
pihak yang tidak hadir dan agenda persidangan yang akan datang.
Ga pa
pa juga kalau semua pekerjaan tadi tidak di selesaikan dalam waktu sesegera
mungkin tetapi pasti akan berdampak pada persidangan yang akan datang, seperti
para pihak yang tidak terinfokan atau majelis hakim yang akan terbagi fokus dan
pikirannya dengan pritilan-pritilan persidangan.
Sehingga
ketika semua hal tersebut dapat segera diselesaikan meskipun kesannya
kejar-kejaran. Namun ketika semuanya selesai on schedule maka akan membantu dan
memudahkan pada saat persidangan berikutnya.
Lalu Kenapa Sampai Overweight.
Untuk
pengalaman saya pribadi karena saya sendiri tidak displin dalam konsumsi
makanan. Kebiasaan saya sarapan itu di jam 5 pagi hari diteruskan dengan
berangkat ke kantor. Berdesak-desakan di krl membuat energi terpakai dan
kembali lapar (terutama lapar mata) dan membeli beberapa camilan.
Belum
lagi jam makan siang yang kadang terpakai kala persidangan masih berjalan
ataupun menunggu berjalan karena para pihak sudah siap dan ruangan sudah
tersedia tinggal menunggu majelis hakim. Sehingga cemilan kembali menjadi
pengganjal sementara dan ketika makan besar menjadi terlalu lapar dan makan
lebih banyak.
Selepas
itu aktivitas saya (kami) terlalu banyak duduk baik itu dalam ruang sidang
maupun pada saat mengerjakan pekerjaan. Palingan beraktivitas pada saat
mempersiapkan ruang sidang dan menanyakan kehadiran para pihak.
Namun
demikian pesan yang disampaikan bahwa banyak ASN yang overweight menurut saya
benar adanya (minimal untuk saya) dan menjadi pengingat juga untuk lebih ketat
lagi dietnya.
Dan
memang overweight (kegendutan) itu juga tidak baik, banyak dokter mengatakan
demikian.
Alih-alih
saya menjadi kesal dengan pesan yang disampaikan, tetapi menjadikan pesan
tersebut motivasi bagi saya untuk terus semangat menurunkan berat badan dan
menjaga fisik untuk tetap sehat dan bugar.
Jangan
nanti dengan kegemukan dan badan yang tidak sehat malah akan membebani negara
padahal seharusnya saya harus tetap sehat dan prima untuk dapat memberikan
pelayanan kepada masyarakat (pencari keadilan) sehingga nanti saya akan dapat
berucap "ga sia-sia negara sudah menggaji saya dengan pelayanan yang sudah
saya berikan kembali kepada masyarakat"
Tetap
sehat, tetap prima dan tetap jaga berat badan ideal untuk Indonesia yang sehat
dan lebih baik....









