SoG4iGVrlm2d0xVc7TbcWuGl8F4PkcCzhtCrmamZ

Kasih Yang Rendah Hati Dan Taat

 



Satu hari sebelum masuk kantor setelah hampir dua minggu berkegiatan dari rumah sahaja, yang akan kembali bekerja melayani Tuhan dalam kegiatan keseharian nantinya. Dan sebelum masuk kedalam pelayanan sehari-hari kembali diperlengkapi dengan firman Tuhan tentang kasih yang rendah hati dan taat.

 

Minggu pagi ini GKi Serpong dilayani Pdt. Sari Haswariningtyas dari GKI Bintaro.

 

Dibuka dengan bacaan dari Yesaya 50:4 Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

 

Kembali diingatkan bahwa sejatinya saya, kamu, kita dan kalian adalah berharga di mataNya dengan memberikan kita kemampuan lidah seorang murid dan melalui perkataan kita berkat Tuhan mengalir dalam kehidupan keseharian.

Minggu ini adalah minggu keenam prapaskah.

 

Kasih Yang Rendah Hati Dan Taat

Kita sudah terbiasa dalam keadaan sebuah kehidupan yang saling berkompetisi. Saling menunjukkan diri menjadi yang terbaik.

 

Hidup sebagai arena kompetisi

1. Saat sekolah, berlomba mendapat ranking prestasi terbaik, mengikuti lomba di berbagai bidang. Beberapa bahkan sedih ketika tidak mencapai nilai sempurna atau kecewa jika tidak mendapatkan juara.

2.  Saat dewasa, menjadi pribadi yang sukses, karirnya naik, menikah, punya anak, punya menantu, punya cucu dan seterusnya diukur sebagai sebuah standar kesuksesan atau keberhasilan memenangkan sebuah kompetisi.

Dan ini bulan hal baru rupanya. Bahkan dalam budaya Romawi, bacaan Filipi 2: 5-11 Budaya Cursus Honorum yang membuat orang berlomba meraih status sosial demi validasi. Hal ini terjadi agar diterima oleh lingkungan ataupun komunitasnya

Wujud di tengah persekutuan (Filili 2:3)

1. Mengutamakan kepentingan sendiri.

2. Mencari pujian.

3. Menganggap diri lebih utama.

 

Sementara kebalikannya adalah Hmne Kristus (Fil. 2 6-11) Cursus Podurum. Kristus yang setara dengan Allah menjadi manusia dan berstatus hamba/budak dan sampai pada status yang hina dan rendah yaitu mati dikayu salib.

 

Yesus melakukan Kenosis (mengosongkan diri) dan Tapeinos (merendahkan diri) menunjukkan sikap rendah hati dan taat.

 

Yesus dengan sengaja memilih jalan ini katena Ia tidak mau berfokus pada Cursus  Honorum.

 

Bahkan terjadi pertempuran dua jalur dalam Matius 27:11-26 dimana Pilatus mempertahankan Cursus Honorum  memilih cuci tangan karena takut kehilangan jabatan daripada kehilangan integritas.

 

Sementara Yesus memilih Cursus Pudorium memilih diam dan tidak membela diri sebagai wujud kerendahan hati dan ketaatan.

 

Lalu apa yang dihayati dalam menempuh jalan rendah hati dan ketaatan versi Yesus.

 

Mengikuti Cursus Pudorium adalah memahami prinsip-prinsip sebagi berikut:

1. Dari "harus diakui" menjadi "sudah diterima" , kita semua adalah orang2 yang bukan hidup untuk diterima tetapi hidup karena sudah diterima. Orang yang tahu dirinya diterima sehingga ia tidak perlu berebut untuk diakui.

Ada sebuah film yang menarik yaitu  Tinggal Meninggal, refrensi baik untuk di tonton dimana film ini menceritakan bagaimana ketika ditinggal meninggal menjadi sebuah cara untuk mendapatkan perhatian.

Orang yang belum merasa diterima akan terus mencari pengakuan. Tetapi orang yang mengetahui dirinya sudah diterima dimampukan untuk hidup dengan rendah hati dan memandang dirinya dan sesama setara.

2. Dari "bersaing untuk naik mebjadi bertanding untuk setia",  sebuah kutioan dari Bunda Teresia, God has not called to be succesfull He called me to be Faithfull.

Lakukan panggilanmu dengan setia. Hidup bukan persoalan tentang mengalahkan orang lain tetapi setia dihadapan Tuhan.

 

Pada akhirnya kasih yang rendah hati dan taat harus dapat kita praktikan dalam keseharian kita. Bukan tentang kompetisi, bukan tentang siapa yang akan menang tetapi kembali untuk kemuliaan Tuhan kita dan  semoga kiranya Tuhan menolong serta memampukan kita.

 

Amin...selamat hari minggu Tuhan memberkati kita semua 😇😇

Related Posts
Terbaru Lebih lama
Kornelius Ginting
Orang Baik Rejekinya Juga Baik

Related Posts

Posting Komentar