Kali ini menulis random saja, sekedar menikmati proses
menulis (mengetik) itu sendiri. Lalu apa yang akan kita tuliskan, ah yang
ringan-ringan saja, menikmati dunia maya dengan segudang informasinya baik itu
yang berguna hingga informasi sampah. Dari yang sekedar curhat hingga sumpah
serapah, ah medsos mah kalau diikutin ga pernah ada habis-habisnya. Tapi medsos
merupakan teman yang menarik bagi saya untuk menghabiskan waktu selama di perjalanan
seperti di krl
Dan benar saja seperti kali ini lewat melalui beranda
saya fenomena Blood Moon yang akan terjadi malam ini. Perasaan saya fenomena Blood
Moon sudah terjadi beberapa kali. Dan iyess, hal yang saya rasakan, dirasakan juga oleh netizen lainnya yang
mereka sampaikan melalui kolom komentar media sosial. Bahkan beberapa menambahi bahwa
setelah fenomena Blood Moon terjadi akan diikuti terjadinya beberapa kejadian
(baca: bencana) bahkan ada yang berkomentar, bahwa setelah kejadian Covid
fenomena Blood Moon ini lebih sering muncul, lalu disambung dengan komentar-komentar
lainnya.
Semoga semua baik-baik saja (amin)
Fenomena Blood Moon merupakan salah satu fenomena gerhana
bulan, saya brosing dan dari Detik dot com disampaikan seperti ini
“bahwa Blood Moon jika diartikan ke
dalam bahasa Indonesia adalah bulan merah. fenomena ini disebut demikian karena memang
Bulan akan menampakan warna kemerahan selama gerhana Bulan total.Saat gerhana
Bulan total nanti, atmosfer Bumi akan menyaring sinar Matahari dan menyemburkan
cahaya biru. Oleh karena itu, Bulan akan terlihat lebih bersinar merah. Dalam
CNN Science, Wakil Direktur Komunikasi Sains di Divisi Sains Heliofisika Pusat
Penerbangan Antariksa Goddard NASA, Dr C Alex Young, menjelaskan gerhana Bulan
merah ini merupakan gerhana terakhir dari tiga gerhana Bulan total yang terjadi
berturut-turut. Gerhana Bulan total sebelumnya terjadi pada Maret 2025,
kemudian September 2025. Fenomena ini akan terjadi pada dua tahun mendatang,
yakni 31 Desember 2028.”
Dan
memang dengan keterbukaan informasi yang terjadi seperti saat ini fenomena
Blood Moon pada abad ke 21 akan terjadi lebih sering semuanya dapat dijelaskan
secara ilmiah tanpa harus dikait-kaitkan dengan keadaan buruk yang terjadi.
Namun
demikian setiap informasi yang hadir dalam kehidupan kita sebaiknya disikapi
dengan bijak, tidak serta merta menyerap semua informasi namun menikmati setiap
informasi yang ada sesuai dengan kebutuhan.
Lalu
apa yang harus kita lakukan dengan keadaan (Fenomena Blood Moon) yang terjadi? Ya
kalau saya pribadi sih menyikapinya dengan tetap berdoa kepada Tuhan berterimakasih
untuk fenomena yang terjadi, kiranya fenomena Blood Moon ini sejatinya hanya
fenomena alam biasa tanpa pesan yang tersembunyi, namun demikian kita tetap
dimintakan untuk tetap waspada dan fokus serta tetap hati-hati dan
memperhatikan setiap sendi-sendi kehidupan kita.
Eh,
yang ada malah sekitaran Tangerang Selatan malam ini sepertinya mendung
sehingga tidak ada bulan dan bintang – gemintang yang terlihat. Sepertinya alam
pun hendak menyembunyikan dirinya sejenak demi menghindari
kontroversi-kontroversi yang akan terjadi, membiarkan manusia-manusia dengan
pikirannya masing-masing,
At
the end, jadi juga deh tulisan random kali ini, hanya
sekedar mengamati dan menikmati tren yang sedang terjadi.
Happy
Writing








