Diingatkan Untuk Berfikir Yang Benar

Dok Pri
Kali ini mendengar langsung pengajaran dari Ps. Jonathan Pattiasina, beliau sendiri menegaskan bahwa yang harus dikembangkan adalah pola pikir yang benar. 

Pernahkan kita melihat pikiran kita? Lalu kenal ga dengan pikiran kita? Tahu ga maksudnya apa?

Setelah di cek banyak yang tidak kenal pikiran dengan baik. Lalu bagiamana kita dapat mengenali pikiran kita?

Lalu apa yang dimaksud dengan pikiran? Pikiran ada di jiwa. Dimana pikiran memberikan kesadaran akan diri dalam hubungannya dengan pencipta dan dunia materi.

Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Tuhan  kepada masing-masing kita.

Kita dituntut untuk berfikir tapi jangan juga terlalu tinggi. Berlaku hukum kepatutan berfikir. Intinya penguasaan diri.

Sebuah gambar besar bahwa cara pikir menentukan the best character in our lives.

Jika pemikiran kita datang dan berjalan dengan hukum kepatutan berfikir maka yang akan keluar adalah penguasaan diri.

Otak kita diciptakan untuk berfikir sesuatu hal yang hebat dan luar biasa. Untuk yang tidak hebat, maka ada satu bagian otak yang tidak mau berfikir tidak hebat seperti sikat gigi, ini tidak terlalu penting karena kita tidak perlu berfikir lagi karena berjalan seperti biasanya.


Pikiran kita adalah :
  1. Tools alat, pikiran dipakai untuk mendapatkan sesuatu.
  2. Medan tempur, karena paling banyak pertempuran ada di pikiran.
  3. Pikiran seperti kebun. Saya putuskan apa yang saya tanam. Untuk itu kita harus belajar selektif thinking dan ini yang perlu dilatih. Ketika ada rumput kotor yang tumbuh, kita yang potong agar pikiran tetap bersih. 


Kita dituntut pada akhirnya, untuk berfikir positif, memikirkan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Ini juga menunjukkan adanya selektif thinking yang perlu dilatih. Dan ini  adalah dasar pemikiran yang baik yang harus dilatih setiap harinya.

Selain selektif thinking perlu juga pemikiran kuat tentang sebuah kedamaian.

Masalahnya, kekacauan terjadi karena terlalu banyak pikiran yang tidak bener. 
Kalau kita tidak tegas kepada pikiran kita, maka hidup kita akan kembali ke default normalnya. Dan ada banyak alasan yang dipake untuk membenarkan kebodohan kita seperti "untung guwe sudah bertobat, alih alih dia marah" lah ini kan artinya dia belum bertobat secara sempurna.

Terakhir sebagai penutup Ps. Jonathan  berpesan, beberapa orang diajak untuk berfikir besar dan melakukan hal besar tapi sayang pikirannya belum siap, banyak pemikiran-pemikiran liar dan kotor yang ada didalamnya.

Pertanyaannya apakah kita sudah siap dengan pikiran kita?

Your passion ditentukan jauh dari dalam pikiran kita.

Selamat belajar untuk terus berfikir positif ya. 

Tidak ada komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih