Paska beberapa waktu sebelumnya-Panitera Pengganti pria yang dalam satu ruangan terdiri dari delapan orang sementara masih terdapat ruangan kosong. Sehingga ruangan kosong tersebut dimanfaatkan dengan memindahkan empat (4) orang Panitera Pengganti ke ruangan kosong ini. Sehingga Panitera Penggant tidak penuh sesak dalam satu ruangan sempit. Masing-masing ruangan saat ini sudah terbilang cukup lega yang terdiri dari empat orang Panitera Pengganti dalam satu ruangan.
Nah untuk merayakan syukuran atau apalah
namanya, beberapa Panitera Pengganti
yang menghuni ruangan baru ini termasuk saya bermufakat untuk mengadakan makan
bareng ala kadarnya. Tapi topiknya mengenai apa? Apakah karena
hanya masuk ruangan baru, “ ah ga seru juga kan..” kebetulan salah satu rekan
Panitera Pengganti berulang tahun keesokan harinya, ya sudah dijadikan topik
untuk acara makan bersama besok.
Dan
untuk makan-makan bersama itu jangan bayangkan makanan yang mewah dengan ragam
menu yang tersaji. O..tidak.., hanya berkoordinasi dengan tukang bakso Mas Pon
yang biasa mangkal di belakang Walikota Jakarta Timur memesang sekitar 25 porsi
mangkok baksi ditambaha beberapa rekan lainnya membawa krupuk dan panganan
kecil lainnya. Yup, alhasil jadilah makan-makan ringan ala kami Panitera Pengganti.
![]() |
| Persiapan Ngebakso Bareng Se-Ruangan |
Makan bersama demi semakin mengenal rekan sekerja.
Menjadi
Panitera Pengganti di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta dengan jumlah
perkara yang tidak sedikit membuat interaksi sesama Panitera Pengganti semakin
jarang. Hanya terbatas pada kesibukan persidangan, pembuatan berita acara dan
administrasi persidangan lainnya dan terkadang kesibukan ini harus dibawa
pulang dan diselesaikan dirumah dan dilanjutkan lagi esok harinya. Demikian
seterusnya.
![]() |
| Persiapan Ngebakso Bareng Se-Ruangan |
Demi
meningkatkan suasana kekeluargaan diantara sesama Panitera Pengganti, alhasi acara
makan bersama (versi dadakan) berhasil dibuat. Berawal dari obrolan selepas
sidang sebelum pulang, kapan mau diadakan, menunya seperti apa dan lainnya. Jreng, ya udah besok siang saja, pesan
bakso Mas Pon dan beberapa membawa panganan lainnya.
Karena terbiasa membahas hal-hal detil
dalam persidangan sehingga untuk acara ini pun membahas hingga mengenai masalah
biaya. Syukurnya biayanya tidak terlalu besar tidak lebih dari empat ratus ribu
dan itu dibagi rata ke Panitera Pengganti.
Manfaat Makan Bersama Di Tempat Kerja
Sempat
terfikir apakah acara makan-makan ini akan berakhir hanya sekedar makan bersama
dengan obrolan kosong ngalor-ngidul ga jelas.
Dari
akun Ig baronda.id jadi tercerahkan bahwa ada manfaat dari makan bersama dengan
rekan sejawat. Makan bersama itu penting untuk dijadikan budaya kerja dan ini
bukan sedang bicara soal makanannya tetapi apa yang terjadi di mejamakan.
Biasanya
dimeja kerja (rapat) kita akan bicara tentang pekerjaan, persidangan yang masih
banyak, berita acara yang belum selesai dan lainnya sementara pada saat makan bersama
kita berkumpul dan akan bicara sebagai manusia. Rapat membahas apa yang harus
dikerjakan sementara makan bersama memberi ruang untuk mengenal siapa yang
mengerjakannya.
Dan
tahukah kalian bahwa kepercayaan itu tumbuh dari obrolan yang tidak penting,
mulai dari cerita soal keluarga, hobi atau kejadian lucu dijalan, ini akan
membuat rekan kerja terasa dekat dan berangkat dari sana kerja sama akan
menjadi lebih ringan dan menyenangkan.
Kebiasaan
makan bersama akan melatih hal-hal kecil yang sama dengan kerja sama tim saling
melayani tanpa harus diminta. Karena dari makan bersama ini akan terjadi
interaksi spontan, akan ada yang menyiapkan dan yang lainnya menuang dan ada juga
yang akan membereskan.
Pada
saat bersama dimana atasan dan staf duduk dan mengambil dari pring yang sama
maka ide dan keluhan lebih mudah keluar daripada diruang rapat. Dalam hal ini
jarak hierarki mengecil di meja makan (pada saat makan bersama).
Pada
akhirnya Pimpinan yang selalu makan sendirian akan melewatkan banyak hal,
seperti cerita yang tak pernah sampai ke laporan, siapa yang sedang lelah,
siapa yang punya ide dan siapa yang hampir menyerah.
Budaya
kerja tidak hanya dibangun diruang rapat, terkadang ia tumbuh dimeja makan pada
saat makan bersama.
Selamat Makan Bersama Untuk Kita Semua












