Berawal
dari menikmati ice cream di salah satu gerai Pizza di Kawasan Gading Serpong BSD,
ada ceres atau sejenisnya yang tidak sengaja masuk ke dalam celah-celah gigi
bocil. Sempat untuk berkumur-kumur sebentar tapi ternyata ceres tersebut tidak
keluar juga dan masih mengganggu, karena masih ada yang terasa nyangkut di
gigi. Setelah disentei dengan HP baru ditemukan rupanya serpihan ceres tadi
tidak masuk ke sela-sela gigi tetapi masuk ke celah lobang gigi. Baru ketahuan
gigi bocil ada lobangnya dan ceres tersebut masuk ke lobang itu.
Akhirnya
melakukan kumur-kumur kembali dan akhirnya ceres tersebut ebrhasil dikeluarkan.
Namun kali ini ada perasaan nyeri di gigi bocil. Setelah ceres tersebut
berhasil dikeluarkan. Dan setelah disenteri Kembali secara keseluruhan gigi
bocil rupanya ada dua gigi yang berlobang, gigi geraham, pada bagian kiri dan
bagian kanan. Namun gigi yang sakit hanya di salah satu lobang Dimana ceres
tersebut masuk.
Oke,
coba mengatur jadwal dengan dokter gigi yang terdekat pada akhir pekan ternyata
tidak mudah. Meskipun ada banyak klinik gigi di sekitaran gading serpong dan
BSD namun untuk dokter gigi anak tidak ada praktek pada akhir pekan. Kalaupun
ada, jamnya tidak cocok sudah malam dan lainnya.
Etapi
nanya dulu ke bocil, apakah masih tahan kalau ke kllinik giginya hari senin saja,
bocil pun menangguk tanda persetujuan. Dan memang sakit yang ia rasakan sudah
berkurang ketimbang diawal.
![]() |
| Ruang Tunggu Smiliing Dental Gramedia World |
Klinik Gigi Smiling- Gramedia World.
Secara
pernah ke klinik gigi smiling ini ketika gigi istri bermasalah dan harus
dicabut. Dan setelah menghubungi via
pesan singkat WA ternyata dokter gigi anak praktik hari senin di jam 15.30 wib,
tidak menunggu waktu lama janji temu dibuat dan menemui dokter gigi anak di
hari seninnya.
Dokter
Gigi Liana Indah Sari dengan spesialisasi dokter gigi anak, sesuai dengan
jadwal yang telah dijanjkan akhirnya dapat kami temui di jam 15.30. Tidak
berlama-lama ia melakukan pemeriksaan singakat dan sama seperti yang kami duga
ia pun menemukan dua gigi geraham yang berlubang. Namun memutuskan untuk
melakukan penambalan terhadap gigi yang terasa sakit terlebih dahulu.
Kali
ini sedikit lebih lama untuk bekerja sama dengan Bocil secara ia sedari awal
sudah khaawatir apakah giginya akan dicabut. Dan saya sudah menjelaskan sedari
awal worse case-nya seperti itu (cabut gigi) tapi nanti kitan tanyaka ke
dokternya saja, karena untuk keputusan cabut atau tidak ada ditangan dokternya
setleha dokter melakukan pemeriksaan secara keseluruhan.
“tapi
kalau melihat lobangnya sih, seharusnya bisa ditambal saja” ujar saya
menambahkan dan mencoba menenangkan bocil agar tidak panik.
Sehingga ketika bertemu Drg. Liana Indah
Sari, SpKG ini bocil sudah over thinking, terlebih dokter liana tidak interaktif
dalam memberikan penjelasan. Hanya meminta anak untuk membuka mulut dan berkara
“tahan sebentar, ya, akan diperiksa terlebih dahulu”. Tanpa mau berusaha lebih keras
membujuk anak untuk bekerja sama dengan mudah. Mungkin bisa dengan menyalakan
TV yang ada di depan atau memberikan sesuatu atau mengajak ngobrol dahulu
bocil.
Karena pengalaman beberapa tahun
sebelumnya ketika di Sam Marie pada saat bertemu dokter
anak dan menemukan gigi bagian depan ada bolong ia menyarankan untuk segera
melakukan penambalan dan bertemu dengan dokter gigi drg.
Andria Diarti, Sp. KGA,. Dokter gigi ini menggunakan segenap kemampuannya
untuk berkomunikasi dengan anak, mulai dari menyalakan TV dan memutarkan film
anak-anak lalu mengajak ngobrol dan menyampaikan tindakan apa yang dilakukan,
akan terasa seperti apa. Intinya dokter
gigi tersebut sangat interaktif berkomunikasi dengan anak. Namun karena lokasi
yang terlalu jauh sehinga kami lebih memilih klinik yang dekat Sahaja.
Kembali ke Drg. Liana Indah Sari, SpKG, kemudian
dokter menyampaikan akan melakukan tindakan penambalan pembersihan terlebih dahulu
dan akan dilakukan penambalan sementara. Baru kemudian lima (5) kemudian akan
dilakukan penambalan permanen.
Sebenarnya bocil sudah senang dari awal
ketika ia mendengar giginya tidak dicabut dan hanya dilakukan penambalan Sahaja.
Namun rupanya proses pembersihan gigi yang berlubang membuat ia merasa tidak
nyaman dan sesekali merasa mual. Bahkan dokter sempat beberapa kali
terhenti demi menyesuaikan kenyamanan bocil.
At the end, syukurnya semua proses dapat dilalui
dengan baik mulai dari pembersihan gigi dan penambalan sementara meskipun waktu
seolah berjalan lamabt. Ada drama mual, stop ditengah-tengah pembersiha dan masih
ada beberapa lainnya.
Kami harus kembali lagi ke kilinik pada
hari kelima untuk dilakukan penambalan permanen dan sudah juga membuat janji. “Dan
ini hanya untuk gigi yang sakit saja dahulu ya, untuk gigi bolong pada sisi
lainnya nanti kita bicarakan lagi. Atau mau sekalian” demikian dokter
bertanya dan mengembalikan kepada kami selaku orang tua.
“ya
sudah satu persatu saja dahulu dokter” kami pun menjawab pertanyaan dokter.
Kemajuan
dokter gigi sudah sangat masif, untuk tambal sementara ini hanya membutuhkan
waktu satu (1) jam sahaja dan anak sudah dapat makan atau menggunakan gigi
dengan normal seperti biasa.
Oiya
untuk biayanya di Smiling Dental Gramedia ini untuk penambalan sementara di
kenakan Rp. 1.050.000,-, harga yang tidak terlalu mahal pun tidak terlalu murah
secara ditangani langsung oleh spesialis gigi anak langsung.
Hmmm... gimana nanti proses penambalan
gigi permanen ya….









