SoG4iGVrlm2d0xVc7TbcWuGl8F4PkcCzhtCrmamZ

Akhirnya Cocok Dengan Obat Lambung ini

 

Sakit Perut

 

Setidaknya sudah satu minggu ini perut bagian atas terasa tidak nyaman. Mulai dari perut yang terasa kembung, begah dan perih. Berawal dari program diet yang mulai kacau, jadwal makan tidak tepat waktu. Dan ditambah dengan overthinking persiapan Examinasi (Ujian) untuk menjadi Panitera Pengganti diPT. TUN Jakarta,.

Sepengalaman selama ini konsumsi ranitiden dan sucrafate sudah selesai. Jreng kali ini tidak tuntas dong, sakit diperut hanya berkurang saja tetapi tetap tidak nyaman alias tidak sembuh total. Mencoba atur pola makan tepat waktu, konsumsi makanan yang lunak hingga mengurangi overthinking.

Coba ingat-ingat hal terakhir apa yang saya lakukan sehingga memicu sakit lambung yang seminggu ini tidak sembuh total, hmmm, sepertinya ada salah satu kesalahan yang saya lakukan. Waktu itu sore menjelang malam, perut belum diisi dengan nasi, sementara sudah disuguhkan dengan kopi susu plus cemilan wingko babat. Ini awalnya, pada saat menikmati kopi dan wingko sih enak-enak saja, tetapi malam harinya perut melintir total ditambah perasaan begah dan kembung. Selepas itu konsumsi ranitidin dan sucrafate langsung turun atau berkurang tetapi tidak tuntas, malamnya muncul kembali perasaan melintir tadi tetapi tidak separah kemarin.

Perasaan ini sama seperti duapuluh tahun lalu ketika saya menderita sakit perut yang saya pikir pada saat itu hanya maag biasanya rupanya sesudah diperiksa darah akhirnya diketahui sakit tipes.

Lalu pikiran melayang kembali, dahulu masih ada mama mertua masih dibuatkan perasan air kunyit dan konsumsi bubur selama seminggu dan juga obat dari dokter sembuh total, tetapi penyakit tipes ini saya analisa karena makan saya pada waktu itu terbilang tidak bersih, sering makan diluar, berganti-ganti warung makan yang tidak bersih menjadi salah satu faktor munculnya tipes.Tapi setelah itu ga pernah muncul kembali.

Dan hingga sakit ini muncul saya kok merasakan ada kesamaan dengan tipes ya, tetapi yang membedakannya adalah ketika tipes sakitnya tidak turun naik dan ada perasaan sumen, pusing demam dan sejenisnya, sementara saat ini, tidak ada pusing, demam hanya sebatas sakit dibagian perut.

Datang Ke Dokter.

Akhirnya memutuskan untuk berkunjung ke klinik di dekat rumah, pengen tahu dari ahlinya, kira-kira kenapa sih sakit perutnya hilang timbul dan lebih sering muncul pada saat malam hari.

Tidak butuh waktu lama dokter segera melakukan pemeriksaan, memeriksa lidah, menekan bagian perut dan menanyakan ke saya  terkait makanan yang dikonsumsi kebiasaan rutin lainnya dan obat yang telah dikonsumsi.

Akhirnya dokter memutuskan memberikan obat untuk tiga hari dengan catatan bahwa jika belum sembuh total juga sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakti dalam untuk mengetahui apa yang terjadi didalam perut.


Obat Ulcerid 20 MG dan Xepzym
Obat Ulcerid 20 MG dan Xepazym


Dokter pada saat itu memberikan obat Ulcerid 20- Famotidine dan Xepazym Pancreatine Semithicone dengan menyampaikan catatan tambahan untuk menghindari kopi, makanan pedas dan sebisanya konsumsi makanan lunak seperti Nasi Tim, bubur dan sejenisnya. Dan untuk obat sucralfate tetap dikonsumsi, plus hindario overthinking atau kecemasan yang akan memicu asam lambung berlebihan.

Memang menurut catatan klinik tersebut, tahun lalu saya pernah datang  ke klinik dengan keluhan lambung dan memang pada saat itu diberikan sucrafate dan sembuh. Tetapi kali ini ada tambahan obat baru dan dengan catatan jika tidak sembuh tuntas harus ke dokter spesialis penyakit dalam.

Hari pertama konsumsi obat tersebut tidak signifikat tuntas sakitnya berkurang, masih hilang timbul. Saya juga brosing, tanya chat gpt terkait dengan obat yang diberikan dan rasa sakit yang alami. Tidak jauh berbeda dengan yang dokter sampaikan yaitu lebih kepada sakit lambung.

Baru kemudian di hari kedua, sakit sudah sangat berkurang tetapi tidak tuntas juga, boleh dikatakan rasa sakitnya tersisa sekitar sepuluh persen. Dan ketika obat sudah habis, sakit sudah hampir sembuh hanya perasaan tidak nyaman yang tersisa.

Akhirnya memesan kembali obat yang sama, namun untuk obat Ulcerid hanya tersisa yang 40 MG dan saya memutuskan untuk tidak konsumsi lagi, hanya ada ada Xepazym Pancreatine Semithicone dan ini akhinya saya konsumsi untuk dua hari lagi demi memastikan sakitnya benar-benar tuntas. Dan Puji Tuhan akhirnya sakitnya hilang sehingga saya tidak perlu berkunjung ke dokter spesialis.

Jangan sembarang konsumsi obat

Orang tua yang mengetahui saya sakit perut – maag -, ia menyampaikan obat lambung jenis tertentu. Dan sempat saya konsumsi juga. Alih-alih sembuh yang ada obat ini malah memicu perut semakin kembung dan begah.




Pointnya adalah penting untuk menanyakan kepada ahlinya yaitu dokter terkait obat yang sesuai dengan kebutuhan kita masihg-masing. Meskipun sakitnya sama namun kebutuhan masing-masing orang berbeda terkait dengan usia, jenis kelamin dan sebagainya. Jadi memang sangat penting bertanya kepada ahlinya, yang lainnya hanya sebatas tambahan atau supporting saja.

Akhirnya  sembuh juga dan memang kinsumsi kopi dan makanan pedas sudah sangat harus dikurangi atau kalau bisa dihilangkan (ini yang masih belum bisa)

 

Related Posts
Kornelius Ginting
Orang Baik Rejekinya Juga Baik

Related Posts

Posting Komentar