Ditengah persiapan examinasi untuk masuk menjadiPanitera Pengganti di PT.TUN Jakarta, ada aja gangguan-gangguan kecil yang
dihadapi. Mulai dari GERD yang tidak kunjung sembuh-sembuh plus drama pencarian
ART (baca: Asisten Rumah Tangga) yang belum pas.
Itu belum ditambah penyedia jasa ART (baca : yayasan)
yang menyodorkan ART sekenanya. Padahal sudah disortir mencari ART yang masih
remaja meskipun minim keahlian asalkan mau belajar, it’s ok-lah.
Ditambah kebutuhan ART kami tidak perlu yang high skill, hanya sebatas bisa
memasak ringan, goreng telur, tumis kangkung sudah cukup dan menemani anak
mulai dari jemput sekolah hingga belajar dirumah. Lalu urusan bersih-bersih
seperti cuci baju, cuci piring dan bersih-bersih rumah sekenanya saja. Namun
untuk urusan cuci baju dan bersih-bersih rumah semampunya saja, kalau sudah
terlalu banyak baju kotor dialihkan ke laundry, untuk bersih-bersih rumah
semampunya saja, kalau sempat dibersihkan kalau sibuk bermain dengan anak ya
sudah abaikan saja tugas bersih-bersihnya.
Intinya sih ART yang sudah bekerja bareng kami selama
ini, baik yang paling cepat 3 bulan dan paling lama 2 tahun menyatakan
senang-senang saja bekerja bareng kami tapi entah kenapa enggan balik lagi.
Bahkan ada satu ART kami yang telah berhasil expansi
ke luar negeri, iya, ART kami sudah bekerja di Australia, kerenkan. Dan bahkan kami mendapat rekomendasi ART lainnya dari
dia, terbatas hanya teman-teman dan kenalannya saja. Itupun dia pilih-pilih
sebelumnya dan menyampaikan aturan-aturan bekerja bareng kami, kalau cocok dia
akan sampaikan kalau ia rasa dari awal tidak cocok maka tidak akan disampaikan.
Pernah ada temannya yang tidak kerja namun tidak ia tawarkan ke kami karena ia
sendiri saja tidak sreg (baca: cocok), secara temannya hanya mau
kerja dengan gaji tinggi namun dengan jam kerja sesukanya dan beberapa
persyaratan yang menurutnya sendiri tidak masuk akal.
Drama Mencari ART
Dan benar saja, meskipun sudah disortir dari temannya
ART dan dari penyalur masih ada aja ART yang lolos dan menawarkan diri dengan
semaunya.
Mulai dari yang dihubungi sulit sekali (untuk
dilakukan wawancara kerja) atau sekalinya ada usia sudah berumur diatas 48
tahun.
Yang paling membagongkan (baca: yang paling aneh)
adalah satu ART, rekomendasi dari salah satu penyalur, ujug-ujug (baca:
tiba-tiba) tidak memperkenalkan diri, langsung menyampaikan identitas diri dan
foto dan langsung menanyakan kapan mulai bekerja.
Jreng, kami sampaikan, kami perlu bicara (wawancara)
ringan dahulu terkait dengan siapa dirinya, latar belakangnya dan yang lainnya
yang ringan-ringan saja.
Dengan entengnya dia menjawab, “itu kan sudah saya
lampirkan foto dan identitas saya, masa belum jelas juga” dan ditambahn ia juga
menyampaikan kalau untuk wawancara ia tidak ada waktu, sibuk. “kalau mau
langsung kerja” saja.
Langsung kami cut-lah ART seperti itu secara
ART kami akan bersama dengan anak kami, kalau attitude-nya saja sudah
tidak baik dari awal, bukan tidak mungkin nanti ia akan menularkan attitude
yang tidak baik ke anak kami.
Meskipun gaji yang kami berikan tidak besar banget
(tetapi tidak kecil juga ya) tetapi
penting untuk mencari ART yang terbaik dan sesuai kebutuhan. Mungkin tidak
mudah tetapi kami percaya bahwa akan selalu ada manusia-manusia baik yang siap
bekerja dengan hati.
Ada lagi cerita
lainnya, ART berusia 18 tahun dan hanya tamat SD (ya ampun rupanya masih ada
tamatan SD) baru kali ini nemuin ART tamatan SD, selama ini minim adalah
tamatan SMP.
Dan karena sudah memiliki pengalaman bekerja
sebelumnya sehingga perkenalan diri dan wawancara berjalan dengan lancar. ART ini sudah siap bekerja pada prinsipnya. Yang sedikit
mengganjal adalah ketika ditanyakan dari usia berapa tahun ia bekerja dan
berapa lama ia bekerja, ia menjawab baru bekerja dua tahun dan selepas SD sudah
langsung bekerja, Padahal dari umurnya yang delapan belas tahun saat ini tidak
mungkin ia langsung bekerja selepas tamat SD. Tetapi ia ralat selepas SD ia
bekerja membantu orang tuanya.
ART ini sudah siap bekerja dan kami mulai cocoklah ya.
Terakhir kami tanya, siap bekerja kapan dan tanggal berapa. Ia menyampaikan
maksimal dua hari lagi untuk membereskan segala keperluannya terlebih dahulu
dan ia menyampaikan “sekarang itu itu tanggal 30, sekitar tiga hari kedepan-lah,
sekitar tanggal 34” ..... “Hah... tanggal
34, banyak amat itu tanggal” ujar kami, ia menjawab dengan santainya “baru
bisanya tanggal segitu”….
Demi menutup percakapan yang pada akhirnya menjadi
canggung, kami sampaikan nanti kami hubungi kembali ya dan ia pun meng-iya-kan
tanpa bertanya lagi.
Ada-ada saja drama mencari ART ini, yah semoga
mendapatkan ART yang baik dan bekerja dengan baik juga, syukur-syukur dapat
bertahan lama bekerja bersama kami.









