SoG4iGVrlm2d0xVc7TbcWuGl8F4PkcCzhtCrmamZ

Tips Mendapatkan Gojek Saat Di Shelter-nya Penuh

 

Gojek


6 Maret 2026 - Rawabuntu sore menjelang malam dan masih tersisa bekas-bekas hujan. Fixed order ojol bakalan susah. Dan benar saja shelter gojek dan grab sudah penuh dengan penumpang yang menunggu driver mengantarkan pulang ke rumah masing-masing.

 

Sempat bertanya ke salah satu petugas yang menjaga di shelter gojek, ada berapa antrian penumpang lagi. Si abang petugasnya dengan tidak bersemangat namun tetap bersahabat menyampaikan bahwa masih ada 20-25 penumpang lebih yang masih menunggu driver. Ia pun menambahkan "agak susah drivernya kak, secara baru jam berbuka puasa dan ditambah hujan", oke saya pun berfikir sejenak dan memutuskan untuk mencari moda antrian lain, pesaing mereka grab pun tidak kalah ramai penumpang yang menunggu antrian. Pilihan alternatif yang tersedia adalah berjalan kaki menuju rumah atau menggunakan ojek pangkalan.

 

Etapi mumpung masih gerimis juga, saya memutuskan untuk berjalan menjauhi shelter ojol online, kurang lebih 500 meteran keluar dari stasiun.

 

Sembari menunggu hujan reda saya melihat-lihat ketersediaan ojol. Sebenarnya lumayan banyak yang tersedia. Ah coba-coba lah pesan satu, datang ga datang, mau atau tidak drivernya urusan belakangan. Dan saya memesannya dengan harga yang bukan promo ya.

 

Dan tara, langsung dapet loh, meskipun driver agak jauh sekitar 6 menit dari lokasi saya namun driver merespon melalui pesan singkat dan menyampaikan sedang otw ke lokasi saya dan meminta untuk menunggu. Saya pun cepat membalasnya "oke, ditunggu".

 

Enam menit kemudian driver tiba, bayangkan 6 menit tadi mengalahkan antrian 25 orang penumpang yang menunggu di shelter. Ya meskipun untuk harga saya tidak mendapatkan harga promo tapi saya saving waktu dari menunggu antrian. Dan saya perhatikan ada beberapa orang juga yang menggunakan trik ini. Alih-alih memutuskan untuk menunggu driver di shelter mereka.

 

Mensiasati Algoritma mesin pencari.

Saya pernah membaca tips dari seorang traveller yang menyampaikan bagaimana mencari tiket murah. Berawal dari ia yang mengeluhkan harga tiket mahal dan semakin mahal ketika mencari menggunakan platform tertentu. Sehingga ia memutuskan untuk menggunakan akun temannya dan taraaa, harganya berubah menjadi normal kembali. Ia menyimpulkan bahwa melalui gadget kita mesin pencari menyimpulkan kita yang berulang kali mencari tiket dan berulang kali masuk ke situs sehingga membuat harga tiket yang kita cari semakin mahal karena mesin pencari menyimpulkan bahwa kita sudah putus asa dan harus membeli tiket tersebut. Intinya ketika sudah menemukan tiket termurah yang di cari, coba bandingkan dengan akun temanmu yang jarang menggunakan platform tersebut dan mana yang paling murah.

 

Belajar dari hal itu, saya menggunakan model tersebut dan memodifikasinya dalam order ojol malam ini. Alih-alih berebutan di shelter, keluar sedikit lebih jauh dan bersedia membayar lebih mahal dengan keuntungan menghemat waktu. Dan berhasil....

 

Ah, sialnya sekarang teknik marketing sudah masuk ke algoritma platform tertentu sehingga kita dituntut untuk terus mencari tahu dan mesiasatinya sehingga tidak terjebak dalam algoritma semu yang hanya mengarahkan ke platform mereka dan mengorbankan kita sebagai users. Apalagi users macam saya yang sudah mulai gaptek ini.

 

Related Posts
Terbaru Lebih lama
Kornelius Ginting
Orang Baik Rejekinya Juga Baik

Related Posts

Posting Komentar