Jakarta dan Sekitarnya Lumpuh Akibat Banjir.


 
Kreatifitas Warga +62 (Sumber Gambar : Wa Yang Masuk HP)

Tsah...ini adalah postingan pertama di tahun 2020. Salah satu resolusi tahun ini adalah lebih aktif kembali mengisi blog. Dimulai dengan catatan personal seperti hari ini. 

Sejatinya pergantian tahun dirayakan orang dengan kumpul berbagi kebahagian bersama keluarga atau sekedar kumpul berdoa, renungan singkat dan selesai. 

Atau bagi yang perantauan dan gemar berkeliling menikmati malam tahun baru, pemerintah Jakarta sendiri sudah menyiapkan aneka ragam hiburan dan angkutan umum disiapkan beroperasi hingga tengah malam pergantian tahun.

Tapi siapa sangka, manusia boleh merencanakan Tuhan juga yang menentukan. Hujan mengguyur rata sepanjang Selasa sore hingga Rabu pagi. Banjir sendiri belum ramai diberitakan hingga rabu pagi pukul 06.00 wib. Memang sih ada kenaikan debit air dibeberapa tempat.

Dan kami hanya merayakan tahun baru kali ini dengan kontemplasi sederhana dan berdoa akan harapan yang lebih baik tahun 2020. Bagi yang belum tahu arti komtemplasi berikut saya coba carikan artinya, mengutip dari KBBI Online kontemplasi /kon·tem·pla·si/ /kontémplasi/ nrenungan dan sebagainya dengan kebulatan pikiran atau perhatian penuh; berkontemplasi/ber·kon·tem·pla·si/ v merenung dan berpikir dengan sepenuh perhatian


Ya karena pergulatan keluarga kami belum selesai, hari ini tanggal 1 Januari 2020 harus kembali ke rumah sakit untuk terapi selanjutnya. 

Jam sudah menunjukkan pukul 06.30 wib pagi. Aktivitas sudah normal harus dilakukan, saya harus kembali ke kediaman sementara keluarga juga sudah harus lanjut ke rumah sakit. Hujan belum berhenti. 



Banjir, Jakarta Lumpuh

Taraa, tol lingkar luar dari priok menuju BSD masih lengang bahkan terbilang kosong, kendaraan tidak dapat saya larikan kencang mengingat kondisi jalan yang licin dan masih banyak genangan disana sini. Belum lagi ada pohon tumbang di beberapa bagian. Jelas menuntuk kewaspadaan dan kehati-hatian dalam berkendara.

Bahkan kendaraan di belakang saya, harus rela menepi dan memperbaiki bumpernya karena menerobos banjir dalam kecepatan tinggi.

Telp pun berbunyi tidak lama berselang, keluarga menanyakan alternatif jalan menuju rumah sakit Dharmais. Sebab jalur utama melintas di depan Universitas Trisakti sudah tertutup banjir tidak ada yang berani melintas. 

Ilustrasi, keliling-keliling mencari alternatif jalan 

Saya coba pandu agar dirunut ulang menuju Pasar Senen Jak Pus, dari sana masuk ke Medan Merdeka Selatan (Kedubes Amerika) biasanya ring 1 aman dari banjir kan.  Terus masuk ke Petamburan hingga ketemu fly over Slipi, berputar dibawahnya. Disini masih saya terangkan manual lalu bantu cocokkan dengan aplikasi baik itu Waze ataupun Gmaps. 

Maklumlah yang dikendaraan keluarga kala itu, yang nyetir ga paham aplikasi (bapak saya sudah berumur juga) sementara yang paham aplikasi (adik) ga bisa mengendarai mobil juga (perpaduan yang sempurna ya).

Jadi ketika diceritakan alternatif jalan sudah bisa dibayangkan sambil mencocokan dengan aplikasi. 

Oh iya ketika saya memberikan panduan alternatif jalan, usahakan berhenti dan menepi dahulu agar aman tidak mengganggu kendaraan lainnya (safety driving).

Satu urusan selesai, saya pun melanjutkan ke arah BSD. Masih lancar jaya dan lepas pintu Gerbang Tol Otomatis (GTO) Pondok Ranji simpang Kunciran dan Ciputat Pamulang. Setidaknya sudah ada 10 kendaraan berhenti. 

Rumah kerabat yang terkena dampak banjir 

Hujan deras dan berhenti tanpa tahu apa yang terjadi, sedikit menyebalkan memang. Coba turun dan taraaa hanya tersisa satu jalur yang dapat dilalui itupun hanya mobil tertentu saja yang berani melewatinya. Sedan dan teman-temannya memilih untuk berhenti di tengah jalan tol. Entah menunggu air surut atau hujan berhenti atau keajaiban agar kedua-duanya berhenti.

Hingga 20 menit kemudia ada Petugas Kepolisian yang mengurai kemacetan dengan membuka arah balik. Pfufffu..butuh waktu hampir 4 jam, Priok-BSD memutar melewati Bintaro (akhirnya).

Bam, sampai di rumah menyaksikan berita, patutlah. Hari ini Jakarta dan sekitarnya lumpuh akibat banjir. Tapi apakah ini masuk dalam rutin banjir 5 tahunan. Infonya sich tidak ya, karena banjir rutin itu 2012 dan 2017 lalu jadi harusnya 2022. 

Praktis sambil menunggu lalu lintas normal kembali menyaksikan tv dan menanyakan kabar keluarga lainnya bagaimana kondisi mereka. 

Motor Pun beberapa tidak beruntung dan harus dituntun

Oh iya Krl sendiri mengalami gangguan di Tanah Abang, banjir menggenangi rel. Alhasil hanya beberapa relasi perjalanan saja yang normal seperti Bekasi - Kota dan Bogor - Kota. 

Semoga kejadian ini menyadarkan kita dan mau merubah perilaku kita ya. Agar bersahabat dengan alam. 



Semoga banjir segera surut dan kita dapat kembali berbenah dan beraktivitas nirmal seperti sedia kala. Yang namanya kebanjiran pasti sangat-sangat tidak menyenangkan. Tahun 1995 saya pernah merasakan banjir masuk rumah, memang sich hanya sebatas betis dan paha orang dewasa. Itu saja pusingnya bukan main, mau kebelakang harus numpang ke rumah tetangga yang ga kebanjiran. Atau jalan jauh sedikit ke depan numpang buang hajat ke Pom Bensin Plumpang. 

Salah satu pool taksi yang terkena imbasnya

Itu belum kesulitan akses ke mana-mana plus air bersih dan makanan yang tiba-tiba menjadi langka (padahal ibu kota loch). 

Semoga ke depannya kita semakin siap dan berbenah dengan kondisi alam yang tudak menentu. 

Saya suka dengan pernyataan Gubernur, curah hujan tidak bisa kita prediksi tapi dampaknya bisa kita minimalisasi. Sepakat pak.

Tapi alangkah baiknya bekerja sama dengan pihak terkait seperti BMKG supaya mendapat info valid dan persiapannya jauh lebih matang. Saya yakin ini juga sedang dan sudah dilakukan.

Salam Tahun Baru ya.....

38 komentar

  1. Doa saya, semoga banjir segera surut sungguh kasihan saudara-saudara kita yang terkena dampak banjir. Mereka pasti panik dan sedih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget menderita yang kena korban banjir... secara saya pernah mengalaminya..susah semuanya.. hikss.

      Hapus
  2. Semoga banjir cepat surut dan penanganan aliran sungai dapat dimaksimalkan sehingga tidak terulang bencana banjir lagi, ini berita Jakarta banjir sudah go internasional, dan saya juga berdoa agar masyarakat Jakarta tabah dan mengambil hikmahnya.

    BalasHapus
  3. Tsaaaah judulnya kece bangettt. Hehehe. Saya kemarin dikirimin si papa juga foto pool bluebird itu. Merinding lihatnya. Setelah itu adik saya yg kerja di Traveloka tiba-tiba kirim foto gedung bertingkat yg udah tua, persis di depan kantor dia di Slipi Petamburan ambrukkkkkk. Entah lah itu ada korban jiwa atau tidak. Tapi melihat fotonya saya kira sudah pasti ada itu korban jiwa. Mungkin bangunan tua itu sudah sangat lapuk karena diguyur hujan deras setiap hari di Jakarta. Semoga ke depan seluruh warga Jakarta dan pemerintahannya bisa siap menghadapi ancaman-ancaman seperti ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tsah..judulnya kece kayak media2 mainstream ya ka muthia

      Hapus
  4. Kebayang banget itu terjebak di mana-mana ya bang Kornel.

    Aku pernah mengalami banjir saat mau liburan taun baru kalo gak salah 2002.
    Hujan terus menerus selama 5 hari. Hari H mau berangkat, hujan berhenti. Tapi begitu keluar dari tol Tanjung Morawa sudah disambut banjir.
    Medan - Parapat yang paling lama 5 jam saat itu, aku lalui bersama rombongan menjadi 30 jam. Luar biasaaa

    BalasHapus
  5. Kalau sudah musim penghujan seperti ini harus lebih memperhatikan ramalan cuaca BMKG. Apalagi sudah ada tanda-tanda banjir di daerah sekitar sebelumnya. Masih teringat di PS banyak sepeda motor kebanjiran dan beberapa kantor di Sudirman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedih ya kalau ingat2 kejadian kebanjiran... banyak yg dirugikan ya kak

      Hapus
  6. Semoga diberi kemudahan baik yang terkena banjir maupun pemerintah daerah yang sedang berusaha memperbaiki. Banjir adalah bencana dari Tuhan untuk saling instropeksi 😊

    BalasHapus
  7. kalo inget ini, duh kasian yang jadi korban banjir. yg biasanya ga kebanjiran pun, jadi kebanjiran
    alhamdulillah saya aman, begitu juga ortu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga yg kebajiran tetap sabar dan kuat ya daj yg ga kebanjiran mau membantu korban2 kebanjiran

      Hapus
  8. Sungguh bencana yang perlu dicegah jangan sampai terjadi lagi. Membuka tahun baru dengan banjir dan kehilangan harta benda, itu sungguh membuat beberapa jadi drop dan lama bangkitnya, meski lebih banyak yang segera selesai dengan tragedi ini dan move on.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita bisa memetik hikmah dari krjadian ini dan tidak terulang kembali..

      Hapus
  9. Hujan deras yang akhirnya mendatangkan banjir memang nggak bisa di prediksi ya, tapi manusia bisa berupaya mengantisipasi dan meminimalisir dampaknya.

    Sedih saya saat kejadian banjir itu ada aja yang masih saling hujat dan saling menyalahkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasalah kak... ada yg pro dan kontra... ditingkahi kepentingan masing2 didalamnya

      Hapus
  10. Sepertinya musim hujan sudah menyeluruh di Indonesia. Didaerahku juga kebanjiran, dan terendamnya juga tinggi sekali.

    Mungkin tempatku masih pelosok jauh dari keramaian, rumah terendam tidak terekspose.

    Bedanya kalo si ibukota yang terendam mobil mobil mewah, kalo di tempat kami sawah,dan kebun.

    Semoga ada berkah dibalik musibah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin mas..semoga ada berkah dibalik sebuah musibah ya...

      Hapus
  11. Kejadian Banjir di Jakarta awal tahun kemarin akan selalu melekat di pikiran masyarakat. Mungkin ini juga sudah termasuk takdir alam.. karena tahun ini dimana-mana banyak daerah yang tergenang banjir. Tidak hanya di Jakarta, tapi juga terjadi di Jateng dan Jatim.

    BalasHapus
  12. Pantes ya pak jokowi ngebet pindah ibukota, karena dari beberapa penelitian juga tiap taun tanah jakarta makin menurun dan tentu saja posisi laut akan semakin tinggi sehingga potensi banjir semakin besar pula.

    BalasHapus
  13. Mengelola kota metropolitan seperti Jakarta memang bukanlah urusan yang mudah. Masalah banjir ini sudah jadi masalah rutin yang "diwariskan" dari satu pemimpin ke pemimpin lainnya. Semoga ke depannya dampak banjir di Jakarta tidak lagi separah awal tahun ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin..semoga banjir ini banjir terparah terakhir untuk Jakarta

      Hapus
  14. Perubahan iklim yang memang sering diwacanakan, tapi urung diantisipasi. Akibatnya manusia tahu penyebabnya, bahkan jadi penyebabnya, tapi selalu mendapatkan akibatnya. Salah satunya banjir ini.

    BalasHapus
  15. Banjir dan banjir
    Selalu menjadi rutinitas tahunan.
    Yang padahal kita sudah tahu dari kejadian sebelumnya apa yang harus diantisipasi sebelum hujan melanda .
    Tapi hal tersebut selalu dianggap santai, dan saat banjir pun tiba selalu pemerintah lah yang disalahkan.
    Marilah kita selalu bijak menyikapi bencana salah satunya banjir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ke depannya bisa belajar dari banjir saat ini kak

      Hapus
  16. Daerah rawa menjadi salah satu penyebab Jakarta banjir, apalagi ditambah dengan data bahwa jakarta tanahnya selalu amblas sehingga permukaan laut lebih tinggi.

    Penghijauan jakara seperti menginstall ulang tatanan kota, perlu waktu panjang ditambah kondisi jakarta yang ditanami beton bukan pohon. Toh bukannya juga Jakarta saat tidak sepadat sekarang(bacalah, ketika masih hijau) pernah mengalami banjir juga?

    Pembuangan air ke laut juga gak menjamin Jakarta bebas banjir. Ketika fokus lalu lintas ke laut apakah jalur tersebut memuat air secara keseluruhan? Hmmmm

    Tapi kalo keduanya diaplikasikan sepertinya bisa mengurangi potensi Banjir. Sebagian diresap ke tanah, sisanya dibuang ke laut. Jadi air gak fokus ke satu jalur saja.

    Selain itu sih jika keduanya diaplikasikan, jika jakarta banjir sepertinya tidak ada yang saling hujat dan menyalahkan. Hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat untuk penjelasan ka ridwan... TFS ya kak

      Hapus
  17. Semoga kejadian banjir awal 2020 menjadi awal menuju perbaikan sistem pengendalian banjir, tidak hanya di Jakarta dan Jabar saja tetapi di seluruh Indonesia. Perubahan cuaca yang parah ini membuat bumi maki rentan kebanjiran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin..semoga ini menjadi banjir yang terakhir ya

      Hapus
  18. Semoga yang mengalami banjir selalu terjaga kesehatannya. Banjir yang terjadi memang tidak hanya di Jakarta atau wilayah sekitarnya, tetapi hampir di beberapa propinsi juga mengalami kondisi yang sama. Semoga selanjutnya tidak terjadi lagi dengan kepedulian kita terhadap lingkungan yang tinggi juga menjaga agar sistem pengendalian banjir bekerja dengan baik.

    BalasHapus
  19. Wah ngeri sekali ya. Mobil sampe kelelep begitu. Rusak tuh pastinya. Kalau menurutku banjir di Jakarta karena semakin sempitnya daerah penyerapan air. Hampir setiap hari ada pembangunan yang menutup tanah sehingga air tidak dapat terserap ke tanah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mas...tanah resapan terasa sangat minim di ibukota..tergerus arus pembangunan

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih