BERFIKIR YANG BENAR ALA KRISTIANI.



Kali ini mendengar langsung pengajaran dari Ps. Jonathan Pattiasina, beliau sendiri banyak mengajar di Garam Ministry. Titik berat pengajaran beliau hari ini adalah tentang cara berfikir yang baik.

Yang harus dikembangkan adalah pola pikir yang benar. Pernahkan kita melihat pikiran kita? Lalau kenal ga dengan pikiran kita? Tahu ga maksudnya apa?

Setelah di cek banyak yang tidak kenal pikiran dengan baik. Lalu bagiamana kita dapat mengenali pikiran kita?

1 Petrus 1:13 (TB) Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. Ini adalah dasar ayat pendukungnya.

Lalu apa yang dimaksud dengan pikiran? Pikiran ada di jiwa. Dimana pikiran memberikan kesadaran akan diri dalam hubungannya dengan pencipta dan dunia materi.

Roma 12:2-3 (TB) Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.



Kita dituntut untuk berfikir tapi jangan juga terlalu tinggi. Berlaku hukum kepatutan berfikir. Intinya penguasaan diri.

Sebuah gambar besar bahwa cara pikir menentukan the best character in our lives.

Cara fikir kita harusnya sejalan dengan ibadah kita. Ibadah tidak berurusan dengan kebaktian, tapi sebuah upaya keserupaan dengan Kristus. Ibadah di chalenge untuk berfikir seperti Tuhan berfikir. Emang bisa?

Kita harus dilatih untik berfikir sebagaimana Tuhan berfikir. Filipi 2:5 (TB) Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, ini adalah ayat pendukungnya.

Jika pemikiran kita datang dan berjalan dengan hukum kepatutan berfikir maka yang akan keluar  adalah penguasaan diri.

Otak kita diciptakan untuk berfikir perkara-perkara hebat. Untuk yang tidak hebat, maka ada satu bagian otak yang tidak mau berfikir tidak terlalu hebat seperti sikat gigi, ini tidak terlalu penting karena kita tidak perlu berfikir lagi karena berjalan seperti biasanya.

Pikiran kita adalah :
  1. Tools alat, pikiran dipakai untuk mendapatkan sesuatu.
  2. Medan tempur, karena paling banyak pertempuran ada di pikiran.
  3. Pikiran seperti kebun. Saya putuskan apa yang saya tanam. Untuk itu kita harus belajar selektif thinking dan ini yang perlu dilatih. Ketika ada rumput kotor yang tumbuh, kita yang potong agar pikiran tetap bersih. 



Lalu mana ayat yang menjadi dasar pemikiran yang baik bahkan hingga sempurna? 
Filipi 4:8 (TB) Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Ini juga menunjukkan adanya selektif thinking yang perlu dilatih. Dan ini  adalah dasar pemikiran yang baik yang harus dilatih setiap harinya.

Filipi 4:7 (TB) Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Dan ini adalah dasar pemikiran sempurna, damai sejahtera Allah. 

Selain selektif thinking perlu juga pemikiran kuat tentang damai sejahtera.

Damai sejahtera konsep alkitab adalah Tuhan menghancurkan musuhmu. Mengutip dari Roma 16:20 (TB) Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!

Tentang damai sejahtera ini adalah level pemikirannya Tuhan ketimbang pemikiran kita sendiri.



Masalahnya, kekacauan terlalu banyak pikiran yang tidak bener. Salah satu cara untuk memperbaikinya  adalah dengan membaca Firman Tuhan. Karena darah Yesus hanya membasuh atau membersihkan dosa kita tapi membaca firman serta mendalami firman adalah cara membersihkan pikiran kita. Dan harus dilakukan berulang-ulang setiap harinya.

Kalau kita tidak tegas kepada pikiran kita, maka hidup kita akan kembali ke default normalnya. Dan ada banyak alasan yang dipake untuk membenarkan kebodohan kita seperti "untung guwe sudah bertobat, alih alih dia marah" lah ini kan artinya dia belum bertobat.

Terakhir sebagai penutup Ps. Jonathan  berpesan, beberapa orang diajak untuk berfikir besar dan melakukan hal besar tapi sayang pikirannya belum siap, banyak pemikiran-pemikiran liar dan kotor yang ada didalamnya.

Pertanyaannya apakah kita sudah siap dengan pikiran kita?

Your passion ditentukan jauh dari dalam pikiran kita.



Happy sundae.


Sumber gambar dari Pixabay(dot)com.

1 komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih