Indonesia Menuju Lima Besar Dunia. (I)



Pemerintah akan mendorong kebijakan yang dapat menarik investasi guna memacu ekonomi. Investasi yang dibutuhkan adalah investasi yang ramah lingkungan serta dapat mendidik tenaga lokal tanpa memandang asal negara investor. Karena mau tidak mau, suka tidak suka, Tiongkok menawarkan itu semua. 

Sedari awal saya tertarik untuk.mengikuti acara ini, penasaran dengan apa yang akan dibahas didalamnya? Mulai dari isu SDM Cina yang Jor-Jor-an atau bagaimana strategi bangsa ini bersaing dengan bangsa lainnya. Terlebih dengan topik yang ditawarkan, Indonesia Menuju Lima Besar Dunia. Saya pribadi optimis bangsa sebesar Indonesia nantinya pasti akan memimpin, tapi entah kapan dan bagaimana caranya, sedikit banyak Menko Kemaritiman Pak Luhut Binsar Panjaitan dan MenKeu Sri Mulyani menjelaskan dengan bahasa yang sederhana namun lugas dan tegas. 

Buku Indonesia Menuju Lima Besar Dunia 
Sebelum acara mulai setiap peserta, undangan atau media diberikan sebuah buku, Indonesia Menuju Lima Besar, saya sempat membaca sambutan Presiden kita Bapak Jokowi, ia berujar dalam sebuah acara, "kita memiliki peluang besar menjadi negara ekonomi terkuat dan dapat  masuk lima besar didunia. Tapi jangan di fikir tahu-tahu melompat masuk empat atau lima besar dunia. Tidak ada rumus seperti itu. Ada banyak persoalan besar yang harus dituntaskan terlebih dahulu. Untuk mengatasinya, jangan terjebak pada rutinitas, kita dituntut harus berani berubah."
 
Selama acara berlangsung, Renata Tirta bertindak sebagai moderator, secara keseluruhan akan dibahas Jejak Langkah Tim Ekonomi 2014-2019 Indonesia Menuju Lima Besar Dunia.

Indonesia Menuju Lima Besar Dunia 


Indonesia sendiri sudah masuk  menjadi  anggota G20, dan mendapatkan kepercayaan untuk Annual Meeting IMF di Bali beberapa waktu lalu. Bangga menjadi orang Indonesia

Ga perlu berlama-lama, 9.30 WIB acara dimulai dengan sambutan dari Pak Luhut Panjaitan.

Luhut Binsar Panjaitan.
Sebagai Menko Kemaritiman, Mantan Tentara yang juga pernah menjadi Pelaku Bisnis Profesional ini mengatakan, Pemerintah tak bisa terus menerus bergantung kepada ekspor komoditas yang tidak memiliki nilai tambah. Hal ini dikarenakan harga akan bergejolak dipengaruhi berbagai faktor global. Dan harga barang Komoditas turun ditengah perang dagang antara Amerika Seriakat (USA) dan China (Tiongkok). Bagi yang belum paham akan barang yang memiliki Nilai Tambah, tenang, Pak Luhut akan menjelaskan detilnya. Dalam hal ini selaku Menko, ia mendukung percepatan larangan ekspor Bijih Nikel. Setidaknya 98% Nikel kita diekspor ke Tiongkok. Dengan percepatan ini (larangan  ekspor bijih nikel) harapannya komoditas tersebut dapat diolah didalam negeri, menjadi baterai lithium untuk kendaraan listrik. Terlebih, ia menambahkan, kita memiliki cadangan nikel terbesar didunia. Jadi paham kan nilai tambah, artinya barang itu tidak dijual dalam bentuk dasarnya tapi dalam bentuk turunannya, seperti bijih nikel menjadi baterai lithium dan lainnya.

Indeks Kepercayaan Kepada Pemerintah 

Langkah berikutnya pemerintah akan mendorong kebijakan yang dapat menarik investasi guna memacu ekonomi. Investasi yang dibutuhkan adalah investasi yang ramah lingkungan serta dapat mendidik tenaga lokal tanpa memandang asal negara investor. Karena mau tidak mau, suka tidak suka, Tiongkok menawarkan itu semua. 

Sebagai mantan tentara dan juga seorang pedagang pro, ia sendiri paham untuk mencari investor dengan kualitas terbaik dengan harga terbaik. Meskipun sebagian ada yang tidak setuju dengan keputusan beliau. 

Gamblangnya ia menegaskan, Tiongkok boleh membangun pabrik tapi juga harus membangun sekolah diploma agar dapat melakukan transfer ilmu dan teknologi sehingga 2-3 tahun  ke depan semua SDM kita dapat menguasai dan alih teknologi dari mereka.

Dengan tegas ala militer-nya Pak Luhut berujar "kita bicara National Interest, sepanjang transfer teknologi aman, saya tidak perduli dari negara manapun."

Tindakan lainnya yang pemerintah sudah lakukan adalah melakukan harmonisasi Undang-Undang, aturan yang tidak sesuai dengan kondisi sekarang agar segera diperbaiki. Menurut beliau juga, saat ini kondisi ekonomi kita dalam keadaan baik terlihat dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih terjaga. 

Menko Luhut sangat yakin dan optimis jika Indonesia dapat masuk jajaran lima besar dunia pada tahun 2045. Karena hal ini didukung dengan sejumlah faktor salah satunya adalah peningkatan ekspor komoditas yang memiliki nilai tambah. 

Hal lainnya adalah indeks kepercayaan konsumen terhadap pemerintah saat ini masih berada di level yang baik. Ditambah terus berbenah dalam bidang kebijakan agar investasi lebih mudah. Memang harus diakui birokrasi di Indonesia termasuk yang kompleks ketimbang negara Asia Tenggara lainnya. 

Foto Bersama dan Pembagian Buku Secara Simbolik 

Jadi masih ragu bahwa Indonesia akan masuk dalam lima besar dunia. Sejatinya jika keadaan aman, kondusif dan dunia perekonomian bertumbuh ke arah positif saya sendiri tidak ragu. Hanya saja terkadang ada oknum-oknum yang memang mengambil kesempatan dalam kesempitan dan tidak menginginkan negara ini tumbuh berkembang dan maju.

Oh iya, sambutannya Pak Menko positif dan menularkan semangat kebangsaan dan menyakinkan yang hadir bahwa bangsa kita adalah bangsa yang hebat dan dapat maju. 

Tidak ada komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih