Melipir Menikmati Sate Di Warung Kandara Kota Bunga


Jalan-Jalan Cuman Pengen Liat Yang Beginian 

Daripada meratapi keadaan, lebih baik bersyukur bukan, sebab dengan bersyukur kecenderungan akan ada jalan keluar baru atau setidaknya semakin menikmati setiap keadaan yang hadir.

Pernah ga dalam hidup kalian, keluar rumah tanpa tujuan yang jelas. Sekedar jalan keluar aja, sekenanya, kalau kuat lanjut kalau ga kuat ya balik kanan (alias pulang).

Dan ini yang guwe lakukan kemarin, secara cuti harus diambil kalau ga hangus (agak aneh ya, disaat kita lagi pengen kerja-kerjanya, harus ambil cuti) sisi baiknya adalah semakin banyak waktu buat keluarga. 

Tapi masalah ga berhenti di situ genk, seperti kata Mark dalam bukunya sebuah seni bersikap bodo amat, kita harus terus menyelesaikan masalah demi masalah untuk menghadapi tingkatan masalah berikutnya.

Secara, kalau liburan dadakan, nyari tiket kereta udah pada habis, hotel pada mahal, tiket pesawat udah terbang semakin tinggi. Ya namanya juga kroco mumet ya, kalau mau pesan tiket sama penginepan jauh-jauh hari, memang sich dapat yang murah. Pas mau berangkat, lah si bos ga ngasih cuti (disini kadang suka kuciwanya).

So, daripada meratapi keadaan, lebih baik bersyukur bukan, sebab dengan bersyukur kecenderungan akan ada jalan keluar baru atau setidaknya semakin menikmati setiap keadaan yang hadir.

Dan itu yang guwe lakuin, taraaaa.... apa coba? Ngukur jalan dari Jakarta ke Kota Bunga, Puncak, Cianjur. 

Kalau dari peta jaraknya 120 KM artinya kalau kecepatan 60KM/Jam maka untuk sampai di lokasi setidaknya butuh waktu 2 jam abaikan kemacetan dan teman-temannya. Dan terbukti ketika kami turun dari Gunung Mas, kebetulan dapat jalur turun, jam 3.15 dari Gunung Mas, sampai di Cililitan jam 17.15 an. Tapi coba waktu keatasnya, ngga ada jalur naik, sampai Ciawi jam 9 an lanjut tembus ke Rindu Alam itu jam 11.30 merayap sepanjang jalan.

Yo wes, lanjut naik yang terus turun ke arah Cianjur sampai ketemu simpang wisata ke arah Taman Bunga. Kalau kalian suka dengan bunga-bunga dan jenis-jenis pohon harus mampir kesini. 
Tugu Selamat Datang  Yang Mengarah Ke Kota Bunga dan Taman Bunga 

Sebelum Taman Bunga ada sebuah kota kecil ditengah situ namanya Kota Bunga. Nah disini, biasanya banyak rumah dan villa yang sering digunakan untuk menghabiskan waktu berakhir pekan bersama keluarga. Tapi bukan penginapannya yang akan guwe bahas ye, secara soa harga sama pilihan vilanya banyak digoogle ato ga tanya sama abang-abang yang nawarin di pinggir jalan (biasanya pake topi kupluk trus teriak teriak pilla pilla).

Udah, sampe sini aja perjalanan, keliling Kota Bunga , dan memang juga sudah waktunya makan siang. Banyak rumah makan pinggiran jalan yang menawarkan menu sederhana yang bersahabat.

Oh iya, sekitaran Kota Bunga hingga Taman Bunga hampir sebagian besar pengunjung dan pemilik sekitaran adalah orang-orang Arab atau keturunannya.

Makanya ketika kami lihat ada warung atau rumah makan sate, Kandara, tertarik untuk melipir dan mencobanya.

Penampakan Kandara kalau persis di pinggir jalan menuju Taman dan Kota Bunga 

Tarrraa, karena di depan sudah dipasang harganya, ini yang namanya keterbukaan. Meskipun harus nanya juga, seporsinya isi berapa? 

Se-porsi sate kambing 

Harga seporsi sate kambing 25 ribu isi 5 tusuk dan semangkuk sop dihargai sama. Menurut kalian mahal ga segitu, udah lama juga ga makan sate kambing?


Sop Kambing yang membuat lidah bergoyang.


Sempat nanya juga sich, apa arti Kandara, nama rumah makannya? Awalnya karena nebak-nebak ini yang punya rumah makan orang Arab, kirain bakal nemuin sate bernuansa Arab. Dan dugaan saya 1000 persen salah, semuanya 100 persen khas lokal racikan dan resepnya pun, Indonesia bangetlah. Mengenai nama, Kandara itu nama salah satu kota di Jeddah, Mekah Arab. 

Karena kakek, nenek mereka berasal dari sana, alhasil demi melampiaskan rindu akan kampung halaman, rumah makan pun dinamai serupa. 

Ga butuh waktu lama untuk menghabiskan porsi yang disajikan, meskipun sedikit lama waktu untuk penyajiannya. 

Selesai, makan udah cuss balik lagi. Lumayanlah setengah hari menghirup segarnya udara pegunungan. 











Tidak ada komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih