Hukum Kebendaan ( kuliah ke 2 tanggal 7 Maret 2012 )

Asas asas  Hukum benda :
1.    Hukum benda / kebendaan merupakan hukum memaksa
2.    Hak Kebendaan dapat dipindahtangankan
3.    Asas individualitas
4.    Asas totalitas / menyeluruh atas benda --> setiap kebendaan  melekat suatu pasal  (diatur dalam pasal) 500 / 588 / 606 KUHPer
5.    Asas tidak dapat dipisahkan
6.    Asas prioritas ---> hak yang lebih dahulu biasanya lebih  dimenangkan  dibandingkan dengan yang kemudian. Contohnya hak servituut ---> hak secara turun – temurun
7.    Asas percampuran -> sebagai contoh masalah gadai tanah , baik pihak 1 dan pihak ke 2 sama – sama tidak bisa melakukan kehendak bebas atas sebuah benda, dikarenakan masing – masing memiliki hak – haknya sendiri.
8.    Asas Publisitas ---> pengumuman adalah kepemilikan akan suatu benda tersebut. Sebagai conotoh sertifikita Hak Milik, yang diadalamnya tercantum informasi dari pemiliknya.
Sifat perjanjian sebagai perjanjian kebendaan dengan / dalam suatu transaksi  Jual – Beli  akan ada suatu perikatan.
Hak Kebendaan terbagi nenjadi 2 :
1.    Mutlak (absolut ) ->  sebagai contoh adalah hak mutlak seorang anak untuk mendapatkan waris  / menjadi ahli waris dari  orang tuanya . Dan hal ini tercantum dalam UU no 1 Tahun 1974.
2.    Relatif (Nisbi) --> suatu hak yang berbentuk hutang – piutang . Contoh si A dan Si B memiliki perikatan dalam hutang / piutang . Hak yang timbul akibat dari suatu perjanjian.
 
Bezit adalah hak menguasai atas kedudukan  berkuasa--> suatu bentuk keadaan lahir seolah –olah dia / subjek hukum ini memiliki sebuah objek hukum dan dalam hal ini dilindungi oleh hukum. Sebagai contoh : dalam sewa rumah , meskipun yang memilliki rumah adalah si A dan yang mengontrak adalah si B, tetapi dalam hal  - hal tertentu si A sebagai pemilik rumah yang disewakan tidak dapat semena-mena terhadap si B, terlebih bahkan si A harus tunduk terhadab si B jika si A berkunjung ke rumah si B meskipun itu rumah dari si A. Karena si B telah melakukan kewajibannya dalan sewa rumah tersebut dan dalam batasan tertentu si B merupakan pemilik dari rumah yang disewakan itu. Sepert Syarat perjanjian  yang tercantum di 1320 BW.
 
Jenis – jenis surat / ata yang dijadikan dalam sebuah perjanjian dapat berupa Akta Otentik, Akta dibawah tangan ataupun surat biasa.


Tidak ada komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih