Kamis, 25 Mei 2017

2 Jam Menikmati Ancol Jakarta Utara.

Ancol Jakarta 
Sekarang pantai Ancol juga sudah menyediakan tikar gratis demi kenyamanan para pengunjungnya.

Beberapa kali sering mengunjungi Ancol, tapi hanya sebatas tugas melayani para pimpinan yang sedang rapat paripurna. Atau lain hari kembali mengunjungi Ancol tapi dalam acara berbeda, Rakernas se-wilayah Indonesia, alhasil sebagai staf yang berfungsi melayani  dan membantu pimpinan, ya harus standby hingga acara selesai. Sehingga belum sempat explore Ancol walaupun hanya sebentaran. Atau beberapa kali juga mengadakan kegiatan keagamaan di Mercure Ancol, tapi tetap aja, selesai acara langsung balik kanan.

Lain waktu pernah juga sich ke Ancol, itu pun bela-bela-in setelah dapat Voucher Ancol Jimbaran dari Radio Sonora, ya sudah menghabiskan sepanjang sore di resto Ancol Jimbaran saja.

Pun kemarin sabtu berlaku hal serupa, lepas memperingati Paskah bareng. Waktu masih menunjukkan kisaran jam 14.00 WIB, sementara acara keluarga berikutnya di jam 17.00, yah mumpung masih spare waktunya 3 jam,   bisa keliling sebentar.



Parkiran Pantai Ancol
Menikmati Pantai Ancol
Sepertinya ini wisata yang paling murah di kawasan Ancol, selain hanya membayar tiket masuk, kita sudah dapat menikmati pantai sepanjang hari. Dan terbukti pantainya ramai dikunjungi, Sabtu kemarin termasuk hari weekend biasa sudah padat tapi masih terbilang nyaman. Terbayang kalau weekend yang lumayan panjang atau hari libur nasional, biasanya beberapa stasiun TV akan meliput langsung kepadatan Ancol sebagai lokasi liburan.

Iya, hanya dengan membayar tiket masuk di gerbang utama, mau tiduran sepanjang harian tidak masalah. Bahkan sekarang pantai Ancol juga sudah menyediakan tikar gratis demi kenyamanan para pengunjungnya. Seingat saya beberapa tahun lalu kalau ke pantai, lumayan repot “nengteng” tikar, bawa bantal demi leyeh-leyeh dipantai, sambil menyaksikan dan menemani keluarga berenang. Hmm, belum ditambah kerepotan membawa bekel yang sudah siap saji dari rumah.

Tepian Pantai Ancol

Karena keterbatasan waktu, alhasil saya dan pasangan hanya menyusuri tepian pantai Ancol, sambil memandang lautan dan bergandengan tangan (trus ada soundtracknya kemesraan-nya Iwan Fals, hallah) memang sih jam 2 siang masih terbilang panas untuk menyusuri tepian pantai yang terbilang sudah rapi. Sekarang malah ditambah kanopi dibeberapa  selasar tepian pantainya demi kenyamanan orang berjalan di siang menjelang sore.

Perahu Nelayan yang tertambat di tepian pantai

Sementara para nelayan ramai menjajakan perahu sewaannya untuk mengelilingi tepian pantai dari tengah laut. Bagian ini lumayan lucu menurut saya, ada nelayan yang mendekati menawarkan perahunya yang sudah terisi hampir setengahnya. Awalnya ia menjajakan dengan harga Rp20.000,- untuk sekali putaran. Kami pun menggeleng karena tidak berniat untuk naik perahu ke tengah, hanya pengen sebatas melihat-lihat dari pinggir pantai saja. Ya udah dech, Rp. 15.000,- juga ngga pa pa biar langsung jalan, sambung si nelayan. Enggak pak, sahut kami bersamaan, demi menolak halus tawaran nelayan. Ayolah sepuluh ribu juga boleh, lanjutnya lagi.

Wah si nelayannya tetap keukeuh loh nawarin jasanya. Dan karena kami memang tidak tertarik untuk naik perahu, ya tetap menggeleng aja, sambil bergeser pergi, khawatir, jangan-jangan nanti malah ditawarin gratisan demi perahunya penuh dan siap jalan ke tengah laut.

Wahana bermain anak2 di pinggir pantai

Hmmmm.. kira-kira satu jam menyusuri pantai sambil menikmati keramaian.., ok waktunya bergeser untuk menikmati wahana lainnya.

Gondola Ancol
Pilihan berikutnya jatuh pada Gondola Ancol, karena untuk menikmati wahana ini tidak terbilang lama plus murah dibandingkan wahana-wahana lainnya. Untuk 1 kali trip wahana Gondola dikenakan tarif Rp. 60.000,- dari stasiun C kita berangkat maka akan kembali ke Stasiun C lagi. Dan pilihan kami benar, tidak hampir 1 jam berada di atas Gondola, sudah menikmati beberapa wahana dari atas Gondola. Ada halilintar di Dunia Fantasi atau kolam renang di Gelanggang Samudera atau menikmati laut dari ketinggian tertentu menyenangkan juga.


Stasiun A Gondola

Yup, ada sensasi tersendiri menikmati sekitar dari ketinggian tertentu. Setidaknya waktu 20-30 menit hingga kembali ke stasiun asal terasa menyenangkan. Kami berawal dari stasiun C, akan masuk ke stasiun B dan di ujung lainnya ada Stasiun A. Hanya Stasiun A dan C saja yang diperkenankan mengangkut penumpang stasiun B hanya sekedar transit. 

Stasiun B sekedar transit 


Nah untuk yang tidak membawa dokumentasi, seperti lokasi wisata pada umumnya,  masih ada tukang poto yang berbaik hati menawarkan jasanya. Hanya perlu merogoh kocek Rp. 20.000,- foto siap cetak sudah tersedia ketika kita turun di stasiun asal.

Dan tepat 2 jam menikmati Ancol, bersiap untuk acara berikutnya.

Semoga kalau k Ancol lagi dapat menikmati wahana lainnya…. Amin 

Loket Tiket Gondola 


Menatap dari Ketinggian :)



Bagian Belakang Hotel Mercure Ancol

Tugu Monumen Ancol

Pantai samping Hotel Mercure 

Halilitar Wahana Dunia Fantasi 

Pantai Ancol 


Ski Air 

Stasiun Gondola 





18 komentar:

  1. Ada bis wara wiri bagi yg gak naik mobil. Beberapa waktu lalu bayar tikar buat reuni. Almadullilah sekarang gratis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harusnya ada bis wara wiri.. tapi kemarin ngga liat sich. Dan memang untuk tiker sudah digratiskan.. dulu juga saya taunya disewakan.

      Hapus
  2. Terakhir ke Ancol sekitar tahun 2000, waktu itu pas lagi main ke rumah bude di Jakarta Mas. Gitu aja udah seneng banget, ya maklum lha orang dari desa. Penasaran pengen ke Ancol lagi sekarang kayak apa ya ? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah..udah banyak perubahan sekarang mba riska. Setidaknya selain penataan tempat lebih rapi, beberapa wahana ditambahkan juga

      Hapus
  3. Terakhir mantai di Ancol 3 tahun yang lalu. Lumayan santai di pantai sambil menikmati angin sepoi-sepoi. Penyewaan tikar gratis ya sekarang, terakhir saya ke sana bawa alas duduk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ... beberapa waktu lalu memang tikar masih berbayar..sekarang demi menarik minat pengunjung digratiskan mba :)

      Hapus
  4. Ehh ternyata ngabisin waktu di ancol seru juga ya.. Bisa naik gondola gitu.. Hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe..dan itu yg saya lakukan kemarin mba :)

      Hapus
  5. Wuih, asyik bener bisa melihat pemandangan sekitar Ancol dari atas gondola.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya... wisata yang tergolong murah dan mengasyikkan :)

      Hapus
  6. Membaca ini jadi menimbulkan pertanyaan bagiku. Kapan ya terakhir ke Jakarta..hehe
    Aku jadi pengen ke Ancol nih, abis keren-keren pemandangannya, apalagi itu bisa duduk santai di tepian pantai ancol. Cocok buat ngabuburit..hehe

    Btw, ini kunjungan perdana. Salam kenal ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal kembali mas andi nugraha .... kabar2in kalau ke jakarta biar kopdaran kita ya :)

      Hapus
  7. cuma 2 jam ?
    yaa..klo segitu bg saya kurang menikmati perjalanannya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau mau menikmati ancol secara keseluruhan pasti kurang mba sithi.. tapi 2 jam cukup untuk menghibur menikmati ancol dengan keterbatasan waktu yang saya miliki....

      Hapus
  8. paling enak ke Ancol kalau pagi-pagi. saya pernah naik busway abis subuh ke ancol. sebelum jam 12 sudah pulang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang beberapa nyaranin begitu..katanya datang pagi ke ancol sekalian olahraga dan punya waktu lebih panjang untuk eksplorenya pa udin

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih