Rabu, 12 Oktober 2016

Mencoba Commuter Line Cikini- RawaBuntu (Bumi Serpong Damai)



Stasiun Rawa Buntu ketika Pagi hari

Yess, bersyukur banget menjadi seorang Blogger. Kenapa gitu? Pastinya sebagian kalian akan bertanya seperti itu. Bagi beberapa orang yang mengeluti dunia Bloging secara profesional akan mengamininya. Iya, sekarang Blogging sudah dapat dijadikan sebagai mata pencarian. Lalu hubungannya dengan apa yang akan saya share? 

Setidaknya menjadi Blogger adalah sebuah pengalaman unik tersendiri. Mencoba beberapa hal baru dan menuliskannya adalah sebuah keasyikan tersendiri bagi saya. 

Menjadi blogger  mengubah beberapa sudut pandang  terhadap sesuatu. Pun demikian dengan penggunaan moda transportasi massal sebagai kendaraan saya dari dan menuju tempat kerja. 


Dan menjadi Blogger juga membuat menjadi lebih teliti dan  tahu program-program dengan para pemegang kebijakan moda transportasi. Sebut saja beberapa waktu lalu sempat merasakan bincang-bincang dengan Direktur TransJakarta. Atau lain waktu bersama komunitas Jakarta Corners menggunakan moda transportasi KRL keliling sekitaran Bogor

Ini pula yang menyebabkan saya nyaman untuk menggunakan moda transportasi umum sebagai pilihan alternatif. 

Hingga diputuskan Selasa hingga Kamis saya menginap di rumah kakak sekitaran Bumi Serpong Damai. Sementara kantor berada di sekitaran Cikini.

Stasiun Manggarai 16.45 WIB

Sudah setahun juga menjadi pengguna setia Commuter Line (CL) tetapi sebatas jurusan Cikini – Bekasi sesekali Cikini – Pasar Minggu karena mertua tinggal di sana. 

Untuk ke BSD menggunakan CL,  belum pernah dicoba dan sepertinya akan menjadi sebuah pengalaman yang mengasyikkan. 

Bungkus, Coba CL jalur Serpong.
Merujuk pada pengalaman selama ini, belum pernah kecewa menggunakan CL. Penasaran juga untuk mencoba jalur serpong. 

Ada ungkapan seorang teman, “kalau sudah pernah coba padatnya jalur Bogor, pindah ke jalur mana aja pasti tahan.”

Sip, semakin penasaran untuk mencoba Jalur Serpong via CL. Secara membawa kendaraan pribadi menembus jalanan Jakarta selepas pulang kerja, pastinya macetnya EDAN.

Coba lewat Tol Tomang, siap-siap kena macet di pintu tol Karang Tengah. Atau lewat lingkar luar, jangan kaget mulai dari Kp. Rambutan hingga  ke Pondok Indah.  Waktu tempuh paling cepat kisaran 1,5- 2 jam.

Masuk stasiun Cikini tepat pukul 16.45 WIB, numpang kereta Bekasi/Bogor untuk transit di Manggarai. Yang enak sih jam segitu CL Bekasi lebih lowong dibandingkan Bogor. Transit di Manggarai lanjut ke Tanah Abang. 

Manggarai arah Tanah Abang jam pulang kerja masih bersahabat lah, sedikit ada lonjakan penumpang di Sudirman.  
Stasiun Manggarai 17.20 WIB
Masuk Tanah Abang harus transit lagi mencari CL Jurusan Serpong atau Parung Panjang. Kedua CL ini melewati stasiun Rawa Buntu (saya mau ke arah Teras Kota BSD).  Sedikit berjuang di Stasiun Tanah Abang. Karena harus naik tangga ke atas terlebih dahulu untuk pindah ke peron jurusan Serpong(bisa juga sich lewat bawah). 

Kalau saya hitung waktu perjalanannya, Cikini ke Manggarai lanjut ke Tanah Abang butuh waktu 30 menit (sudah termasuk waktu tunggu).

Stasiun Tanah Abang “ngetem” sekitar 15 menit, penumpangnya pun lumayan padat tapi serupa dengan CL-nya Bekasi tidak padat seperti CL Bogor.  Berangkat dari Tanah Abang sekitar 17.50 sudah padat dan akan bertambah padat di stasiun Palmerah, baru berkurang sedikit demi sedikit muulai dari stasiun kebayoran, Pondok Ranji, Jurang Mangu hingga Rawa Buntu.

Stasiun transit Tanah Abang
Sampai stasiun Rawa Buntu sekitar 18.30 WIB you know what?  Ongkosnya hanya Rp. 4000,- perak. Nah karena hari sudah mulai gelap, butuh bantuan moda transportasi online. 

Stasiun Rawa Buntu Jam 18.30 WIB

Klik Go Jek, tidak sampe 2 menit sudah hadir di jembatan Rawabuntu. Dan hanya bayar Rp. 8000,- dari stasiun hingga sekitaran Teras Kota, BSD.

Total perjalanan 1,5 jam dengan ongkos Rp. 12.000,- memang sich agak sedikit crowded disekitaran Stasiun Tanah Abang. Tapi selebihnya nyaman dan lancar kok.

Mari gunakan Tranportasi Publik.
Seru kan menjadi blogger, pengalaman sederhana saja bisa diceritakan. Mencoba sesutau yang baru dan menyimpannya sebagai sebuah pengalaman yang berharga. Bukan tidak mungkin sekarang mencoba Transportasi Massal bangsa sendiri, besok-besok dapat kesempatan mencoba transportasi massal negara lain (amin).

CL Manggarai- Tanah Abang pukul 17.15 WIB

Saya juga kembali menggunakan CL setelah melihat sendiri para pegawai KAI menggunakan CL dalam keseharian mereka. Masih kebayang CL beberapa waktu lalu, ketika petugasnya berkata “ kalau mau nyaman dan aman, jangan naik kereta.”  Jadi ada stigma naik CL itu orang-orang yang tidak mementingkan keamanan dan kenyamanan.

Sementara sekarang, setiap stasiun besar sudah banyak petugas yang dapat dimintakan tolong dan ditanyakan jika menemui kesulitan.


Stasiun Rawabuntu pagi hari

Harapannya semoga ke depan CL semakin lebih baik dalam melayani dan memberikan pelayanan kepada konsumennya. 

Dan tidak hanya di Pulau Jawa saja pelayanannya Prima, kalau bisa merata hingga ke pelosok negeri. 

Maju dan Jaya terus Kereta Api Indonesia.

Pemandangan Penumpang Transit di stasiun Tanah abang Pagi hari


6 komentar:

  1. Wah,Cikini RawaBuntu ternyata ongkosnya super terjangkau ya bang dengan krl ini. Saya paling jauh cuma ke Serpong kalau jalur Tangerang hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Serpong satu stasiun setelah rawa buntu ya..

      Saya juga baru kali ini nyoba jalur Tangerang.

      Hapus
  2. Waktu ke Jakarta pernah sekali naik commuter line, enak juga sih.
    sayang di daerah belum ada ya, padahal kalau dikembangin di daerah bisa jadi angkutan andalan, selain murah nyaman juga bagi penumpang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu dia mas, kenyamanan CL jakarta belum kesebar ke seluruh pelosok Indonesia.

      Semoga apa yang nyaman baik didaerah ataupun di jakarta dapat kesebar merata ke semua provinsi.

      Hapus
  3. Terima kasih infonya Pak, sangat bermanfaat karena kebetulan saya sedang mencari rute Cikini-Rawa Buntu ini. Semoga blognya selalu mendatangkan keberkahan untuk keluarga, aamiin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah terimakasih sudah mampir dan syukurlah kalau blog ini berguna... hanya sekedar sharing pengalaman ringan aja kok tidak lebih.

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih