Sabtu, 20 Agustus 2016

Semangat Bethany Hamilton, Surfer Sejati, (Film Soul Surfer)

Kisahh nyata Bethany Hamilton (sumber grindtv.com)
Kehadiran kisah-kisah inspiratif seperti Bethany sangat membantu untuk menyadari dan mensyukuri untuk apa yang sudah dimiliki saat ini.

Untuk menikmati hari akhir pekan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Mulai dari menghadiri sebuah acara atau hanya bersantai dirumah. 

Untuk yang terakhir, bersantai dirumah masih ada beberapa pilihan, bermain bersama keluarga, membaca buku hingga menyaksikan film inspiratif. 

Nah, salah satu film inspiratif yang tidak sengaja tertonton oleh kami (saya dan istri) adalah Soul Surfer. Filmnya sudah beredar tahun 2011 di Kanada dan Amerika dan meraup pendapatan 43 Juta USD.

Tapi bukan itu yang akan kita bahas, meskipun film lawas, sepertinya pesannya tidak akan pernah lawas. Dan selalu cocok untuk membangkitkan semangat juang di tengah keterpurukan.

Kisah Bethany Hamilton
Mengambil latar belakang kehidupan keluarga pantai, Betahany Hamilton dibesarkan bersama saudara laki-laki yang kebetulan sangat gandrung dengan olahraga selancar. 

Hingga suatu ketika (ditengah cerita) Bethany harus merelakan tangan sebelah kiri habis hampir seluruhnya di rampas seekor Hiu. Hidupnya hancur berantakan, sebagai seorang peselancar keberadaan lengan sangat membantu dan diperlukan.


Awalnya semangat Bethany masih ada, didampingi keluarga dan sahabatnya Alana Blanchard. Lomba demi lomba masih aktif diikutinya. Tetapi kekalahan demi kekalahan juga menyertai. Kepercayaan diri Bethany mulai runtuh frustasi mulai menghampiri. 

Hingga akhirnya ia memutuskan untuk berhenti sebentar dari selancar. Melakukan sesuatu yang berbeda (terutama bermanfaat untuk orang lain) akan sangat berguna dan bermanfaat.

Bethany ikut dalam tim sukarela korban Tsunami di Thailand. Ini titik balik Bethany untuk bangkit dan berjuang kembali.


Alana Blanchard, Sahabat dari Bethany (sumber huffingtonpost.com )

Demi melihat penderitaan dan sakit orang lain menyadarkan Bethany bahwa apa yang ia alami belum seberapa. Dalam suatu ketika ia bercakap-cakap dengan ayahnya, "aku telah kehilangan segalanya," sambil tertunduk menyesal. Sang ayah menyemangatinya "tidak, bahkan kamu tidak kehilangan sesuatu apapun, kecuali kalau Hiu tadi merenggut nyawamu."

Latihan keras Bethany lakoni bersama ayah dan saudara laki-lakinya. Dan siapa sangka diakhir film meskipun Betahny tidak menjadi juara. Ia sudah menjadi inspirasi banyak orang. 

Seorang reporter bertanya kepada Bethany, seandainya waktu bisa diulang, apakah kamu menyesal setelah kejadian itu? Bethany menjawab dengan bijak, ia tidak akan menyesal akan apa yang pernah terjadi. Alih-alih dengan dua lengan ia hanya terbatas memeluk beberapa orang, saat ini dengan satu lengan ia tidak terbatas dapat merangkul siapa saja.

oo00oo
Perjuangan Bethany bukan perjuangan yang mudah. Dan sedikit yang mampu bertahan seperti dia. Kalau saya pribadi mungkin bisa gila kali kehilangan lengan. Tapi kehadiran kisah-kisah inspiratif seperti Bethany sangat membantu untuk menyadari dan mensyukuri untuk apa yang sudah dimiliki saat ini.

Bahkan Bethany mampu tidak hanya menyemangati diri sendiri tetapi orang lain. Bahkan ia berterima kasih kepada musuhnya Malina Birch yang tetap menganggapnya sebagai lawan yang harus dihadapi secara serius.

Selamat Berakhir Pekan :) 




2 komentar:

  1. Gak sengaja nonton film ini jg tadi..keren.. 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inspiratif ya mba Diane :) Bethany beneran sosok nyata yang masih ada sampai sekarang :)

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih