Sabtu, 17 Oktober 2015

Developer Karya Makmur, dituntut warga memperbaiki Turap yang bemasalah.



Turap bermasalah, satu persatu batu kali yang merupakan bahan  dasar turap itu lepas. Dan khawatirnya jika musim penghujan datang akan menimbulkan masalah baru. Berbekal kekhawatiran itu beberapa warga Cluster Bali 2 mencoba mendatangi pihak PT. Karya Makmur selaku Developer dari perumahan ini. Tujuannya adalah membicarakan bagaimana kondisi kekuatan Turap.

Rumah sejatinya sebagai sebuah tempat tinggal harus memenuhi beberapa kriteria setidaknya Aman dan Nyaman. Aman sendiri melingkupi aman dari tangan pencuri (orang jahat) dan gangguan binatang liar dan semacamnya. Nyaman berarti kita selaku penghuninya merasakan kedamaian, ketenangan ketika tinggal di dalamnya.

Nah berangkat dari rasa aman dan nyaman itu, beberapa pesan saya untuk teman-teman blogger jika hendak membeli sebuah hunian. Perhatikan detil bangunannya, mulai dari spesifikasi bangunan hingga bentuk bangunan kasat mata yang terlihat. Mengapa demikian, terkadang antara spesifikasi bangunan dengan wujud nyata banyak yang berbeda. Entah karena ulah developer nakal atau karena ketidak sengajaan. 

Jangan hanyut karena penampilan fisik saja yang tampak indah di mata. Karena fisik sebuah bangunan dapat menipu. Jangan juga mentang-mentang fisiknya sederhana lalu mengambil kesimpulan rumah jadi murahan. 


***
Begitupun yang  saya alami dengan hunian yang ditinggali. Cerita berawal dari TURAP. Turap itu sendiri adalah suatu konstruksi bertujuan untuk menahan tanah agar tidak longsor dan meninggikan lereng alam suatu tanah. Di lapangan, dinding penahan tanah dapat ditemui pada saluran air di samping jalan, pada pinggir sungai agar tebing sungai tidak longsor, pada bendungan dan saluran irigasi dan dinding penahan bukit agar tidak longsor.

Cerita pun berlanjut, hunian daerah saya tinggal itu bentuknya menurun. Sehingga antara beberapa rumah bagian atas dan bagian bawah terpisahkan dengan Turap. 

Turap bermasalah, beberapa rumah di bagian bawah, bagian belakangnya berbatasan dengan Turap dirumah atas, satu persatu batu kali yang merupakan bahan  dasar turap itu lepas. Dan khawatirnya jika musim penghujan datang akan menimbulkan masalah baru. 

Rapat di PT Karya Makmur
Berbekal kekhawatiran itu beberapa warga Cluster Bali 2 mencoba mendatangi pihak PT. Karya Makmur selaku Developer dari perumahan ini. Tujuannya adalah membicarakan bagaimana kondisi kekuatan Turap.

PT. Karya Makmur sendiri di wakili oleh Bapak Amir dan Pak Benny. Sementara dari perwakilan warga tidak kurang dari 15 warga yang hadir ditemani Ketua Paguyuban dan Pengurus Lintas RW. Lebih satu setengah jam diskusi yang berjalan alot antara warga dengan Pak Amir.

Selaku perwakilan Karya Makmur (KM), Pak Amir menyampaikan terima kasih atas kehadiran warga yang sudah menyediakan waktu untuk berada di kantor KM. Point-point warga yang sudah disampaikan beberapa waktu lalu ditanggapi KM sebagai berikut.

  • KM akan bersedia melakukan penggantian sebesar Rp. 500.000/M2 bagi warga yang lahannya terkena penguatan Turap.
  • Perkuatan Turap harus dilakukan secepatnya, mengingat kondisi Turap di beberapa titik sudah berada dalam kondisi yang riskan, hal ini diakui sendiri oleh Pak Amir. 
  • Untuk Desain Turap itu sendiri KM akan sangat terbuka jika ada warga yang memberikan masukan dan idenya.

Pak Dance selaku warga cluster Bali 2 yang tempat tinggalnya berdampak langsung dari perkuatan TURAP, menyatakan kekecawaannya dengan pihak KM. Menurut beliau, awal tanah yang di beli dari pihak developer itu sendiri sudah berada di atas Rp. 2.000.000,- 

“Akan tidak adil sekali jika tanah yang  sedari awal sudah dihargai dua juta rupiah tetapi diganti hanya sebesar lima ratus ribu rupiah saja”, tuturnya. 

Sementara tanah yang terpakai tidak kurang dari 8M lebar dan ke depan kisaran 60 CM.
Meskipun dari pihak KM berdalih dengan alasan, lahan yang berkurang tidak akan berpengaruh di sertifikat. 

Situasi Rapat yang alot
Warga lainnya, Pak Hapsoro menambahkan agar rapat merujuk kepada pertemuan-pertemuan sebelumnya. “Mau sampai kapan nego kompensasi?” lanjutnya. Warga bersikeras agar deadlock kompensasi sebatas 5 hari. Dengan harapan KM mau mengabulkan permintaan warga. 

Pak Bayu,  ketua Paguyuban memberi catatan tambahan kepada pak  Amir, “beberapa kali KM selaku developer sudah menjanjikan perbaikan-perbaikan di Cluster Bali 2, hingga saat ini realisasinya  baru sebatas di angka 20 persen, warga masih nerima-nerima saja kan”, imbuhnya. Ketika masalah turap muncul sepertinya masalah ini harus ditangani segera sebelum muncul korban jiwa dan materiil yang lebih besar. 

Warga sendiri sepakat dengan keputusan :
  1. Penggantian lahan warga  yang terpakai tidak kurang dari Rp. 2.500.000,-/ M2
  2. Survey spesifik rumah dari KM juga harus diberitahukan kepada warga. Menghindari ketiadaan warga di rumah. 
  3. Survey Tanah harus segera dilakukan.
  4. PT Karya Makmur harus membuat Jadwal detil setiap kegiatan yang akan di lakukan. Sehingga warga tahu adanya tindakan dari PT. KM

Suasana rapat membahasTURAP

Pak Amir tidak memberikan jawaban yang pasti akan tuntutan warga. Setidaknya ia akan menampung dan memberi tahu kepada atasannya langsung. Ia pun meminta kepada warga agar diberikan waktu hingga Senin 19 Oktober 2015. 

Warga sepakat hingga batas waktu diatas, semua akses PT Karya Makmur ke dalam Cluster Bali 2 di hentikan sementara waktu.

Saya juga berpesan kepada Pak Amir, untuk perbaikan Turap, tidak juga hanya kepada warga yang berdampak. Tetapi perhatikan kepada warga-warga lainnya yang berbatasan dengan Turap. Meskipun saat ini seperti hunian saya belum memiliki masalah signifikan tetapi karena adanya perbaikan di tempat Pak Dance, jangan  sampai memberikan imbas negatif kepada tempat tinggal saya. 

Perbaiki yang mana perlu diperbaiki, perhatikan dampaknya terhadap yang lain. Gunakan empati Pak Amir, seandainya posisi pak Amir yang menempati posisi kami akan berlaku seperti apa.

Pak Amir, hanya mengangguk, entah sepaham dengan saya atau sekadar formalitas. Harapan kami selaku warga bali 2 adalah perbaikan Turap selesai dengan baik sebelum muncul masalah-masalah baru di kemudian hari.

Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati..
Baca Juga :
1. Halal Bihalal Warga Cluster Bali
2. Paguyuban Bali 2
3. SekitaranCluster Bali 2


Gambar : Dokumentasi Pak Nugi Warga Cluster Bali 2 
Aktivitas warga
Sumber rujukan http://pututh.blogspot.co.id/2012/01/dinding-penahan-tanahturap.html



11 komentar:

  1. Semoga permasalahan turap ini segera diperbaiki ya... Aspirasi warga didengar benar2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba euisry....semoga pihak developer mau mendengar keluhan warga yang sudah membeli produk mereka.. Anggap saja ini layanan purna jual ya...

      Hapus
  2. Semoga masalahnya cepet selesai dan tidak ada masalah yang berlarut-larut ya Bang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup bro... Itu juga harapan warga tempat tinggal saya... :)

      Hapus
  3. Kalau diBicarakan baik2 pasti damai rasanya, banyak lho yang ampe bentrok2 dan memakan korban. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas adi.. Semoga ngga berakhir dengan bentrok fisik yang ngga perlu ya.. Kalau sudah bentrok fisik pastinya akan menimbulkan masalah baru yang mungkin akan memperpanjang masalah yang sudah ada.

      Hapus
  4. Semoga permasalahannya cepat terselesaikan dan tidak adalagi yang dikhawatirkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip.mas Timur...semoga masalah ini cepat selesai ya...

      Hapus
  5. Warga harus kompak ya supaya haknya terpenuhi. Di perumahan aku juga ada tebing ambles yg dekat sungai. Meskipun itu untuk taman, tapi warga tetap minta tebing tsb dikuatkan sesuai dg peruntukannya, juga utk mencegah longsong yg merembet kerumah warga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener ibu lusi...sama seperti warga di kediaman ibu .... warga juga disini meminta sesuatu yang sewajarnya kok.. sebelum ada korban jatuh akibat rubuhnya turap tadi.... semoga masalah di daerah kami dapat selesai dengan baik ya :)

      Hapus
  6. Semoga dengan hasil catatan dari P. Kornelius menjadi berita yg berarti bagi KM....
    semoga masalah ini juga menjadi perhatian dan dapat mendapat titik temu demi kenyamanan penghuni cluster Bali 2......
    salam hangat heru

    BalasHapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih