BSD-18 Oktober 2026, minggu pagi inii dilayani
oleh Pdt. Yonatan Wijayanto, ayat yang menjadi pengingat untuk diri saya minggu
ini adalah
“Apa pun juga yang kamu perbuat,
perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” Kolose
3:23 TB
Bulan
Oktober Adalah bulan keluarga dan mengambil tema: Keluarga adalah suara
Kristus.
Keluarga
yang memuliakan Tuhan dalam kehidupan.
Jika kita ingin menyenangkan hati orang
lain maka apa yang akan kita lakukan? Jawabannya ada banyak, karena kita
memiliki sederet pengalaman akan hal itu. Dimulai dari hal sederhanan hingga
hal yang rumit. Pada intinya adalah kita akan melakukan apapun demi
menyenangkan hati orang terlebih orang tersebut Adalah orang yang kita cintai.
Lalu jika untuk manusia saja kita mau
melakukan berbagai macam hal tersebut agar dapat diterima dan semakin senang
dengan kita, maka apa sih yang telah
kita lakukan untuk Tuhan? Kadang kita lupa bertanya apa yang Tuhan sukai dari
hidup kita.
Dalam Iman Kristiani, Hidup memuliakan Tuhan
berarti menjadikan Tuhan sebagai Pusat, Tujuan dan Sumber Sukacita serta
mencerminkan karakterNya dalam seluruh aspek kehidupan.
Sederhananya
Hidup yang memuliakan Tuhan berarti hidup untuk menyenangkan Tuhan dalam segala
perkataan dan tingkah laku kita.
Seringnya kita membawa kehidupan yang
tidak layak kepada Tuhan, itu makanya dalam liturgi kita selalu ada kata
"Tuhan ampuni aku".
Lalu bagaimana cara kita memuliakan
Tuhan?
Setidaknya
ada tiga hal yang dapat kita lakukan untuk memuliakan Tuhan.
1. Peliharalah
hubungan yang baik dengan Tuhan di sepanjang hidup kita (Keluaran
33:12-23) karena kita tidak dapat
memuliakan Tuhan kalau kita tidak mengenal Tuhan dengan sangat baik. Lalu
apakah kita mengenal Tuhan dengan baik sehingga kita mengetahui apa yang Tuhan
suka dan Tuhan tidak suka.
Namun demikian Allah itu
pribadi yang setia ditengah ketidaksetiaan kita seringnya kita menyia-nyiakan
kehadiranNya karena relasi kita yang tidak baik denganNya.
2. Jagalah
Integritas imanmu ditengah segala godaan dan tantangan dunia yang berat
(pujian dunia, kenikmatan, materi dan tekanan sosial, tekanan fisik dan tekanan
politik) namun bertekun dalam doa, firman Tuhan, komunitas, ketekunan.
Apakah imanmu mengarahkan dalam mengambil keputusanmu.
3. Jangan tergoda pada pujian dunia karena pujian
itu dapat menggeser langkahmu ke arah yang salah. Pujian dunia, kebanggaan dan popularitas
serta keputusan yang salan akan membawa kita jauh daripada Tuhan.
Lalu pertanyaan besarnya apakah keluarga
kita sudah menjalani hidup yang demikian itu?
Selamat hari minggu Tuhan menyertai kita
semuanya








