Iyess, ini kali pertama ke Yogyakarta menggunakan kendaraan pribadi. Demi menengok kerabat yang sedang mengalami kedukaan, meskipun dalam suasana liburan tutup buka tahun, akhirnya menyempatkan diri sejenak ke Yogyakarta.
Aplikasi Gmaps menyampaikan bahwa ke Yogyakarta
membutuhkan waktu 7-8 jam perjalanan, sementara saya membutuhkan lebih dari itu,
setidaknya menurut ingatan saya, kami berhenti 4 kali di rest area.
Pemberhentian pertama selepas turun dari tol MBZ untuk
keperluan toilet dan pemberhentian kedua sebelum masuk Cirebon (Plumbon)
lumayan dapat merem (baca:tidur) sekitaran 30 menit alhasil fisik dan mata
kembali sueger, pemberhentian ketiga untuk rehat makan siang sebelum masuk ke
Kalikangkung dan terakhir (pemberhentian ke-4) itu untuk mengisi bahan bakar di
rest area selepas kalikangkung. Total waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan
kami adalah 9 jam 40 menit. Satu jam lebih lambat dari perkiraan gmaps, meskipun
lambat namun tidak mengapa karena mengikuti kemampuan saya yang tidak memiliki
pengalaman perjalanan jauh. Demi keselamatan dan kenyamanan berkendara
sekaligus menikmati perjalanan.
Menginap Di Hotel Tjokro Yogyakarta
Selepas tiba di Yogya, langsung menuju penginapan yang
telah dipesan sebelumnya oleh adik kami, bersih-bersih badan sebentar dan
perjalanan dilanjutkan untuk menengok kerabat yang sedang berduka. Dan memang
benar saja di Yogya itu dari satu tempat ke tempat lain tidak berjauhan. Selesai
dari misi kunjungan penghiburan kepada kerabat kami ini, kami kembali ke
penginapan.
Sore ketika kami sampai, parkiran masih lengang terlihat
dari beberapa slot parkir yang tidak terisi, tetapi ketika malam hari kami tiba
kembali ke hotel, jreng, parkiran penuh sesaak sehingga harus dibantu petugas
valey untuk memarkir kendaraan kami.
Tidak ada alasan khusus kami untuk memilih Hotel
Tjokro, adik kami menyodorkan dua hotel terdekat yang berada di Yogyakarta dan pilihan kami jatuh
kepada Hotel Tjokro ini.
Ga ada yang khusus atau berkesan dengan kami menginap
di Hotel Tjokro, namun demikian menginap disini tetap nyaman, sebut beberapa
seperti pelayanan resepsionis yang ramah, kamar yang bersih serta tampilan loby
yang menyenangkan.
![]() |
| Lobby Hotel Tjokro |
Untuk sarapan pagi di Hotel Tjokro lumayan lengkap namun pasti beberapa akan menilai kurang bervariasi, sementara saya ketika sudah ada telur ceplok dan telur dadar untuk anak dan nasi, ayam goreng dan beberapa panganan roti sepertinya sudah cukup. Oiya untuk additional person dikenakan Rp. 55.000- ya.
![]() |
| Sarapan Pagi |
Ada juga kolam renang kecil yang berada di sekitaran area makan, namun untuk kolam renang ini saya tidak merekomendasikan ya, karena airnya sudah terlihat keruh dan didasar kolam sudah terlihat tipis-tipis lumut berwarna hijau yang menempel di keramik kolam yang berwarna biru. Alhasi bocil yang hendak berenang, saya tahan terlebih dahulu dan menjanjikan untuk berenang lain waktu.
Lalu apa yang spesial lainnya dari hotel Tjokro ini,
hmmm, apa ya, mungkin dekat dengan lokasi wisata tipis-tipis seperti ngasem
(tempat jajan oleh-oleh) dan alun-alun dan juga dekat dengan Malioboro sehingga
untuk tek-tok-an pulang perginya lumayan enak. Namun karena misi kali ini hanya
berkunjung terkait dengan kedukaan sehingga menikmati Yogyakarta kali ini tidak
tuntas habis. Cukup sejenak mampir di Ngasem, melewati Malioboro yang penuh sesak
dan kami tidak kebagian tempat parkir.
![]() |
| Nyenyak di Hotel Tjokro |
At the end, menginap dan mendapatkan keramahan khas
yogyakarta membuat kami nyaman dan nyenyak tidak di hotel Tjokro.
Bahkan ada satu yang belum kesampaian yaitu mencoba salah
satu kopi rekomendasi dari mereka. Tapi
bersyukur sudah dapat mampir, melipir, isitirahat di Hotel Tjokro,.
Terimakasih Hotel Tjokro untuk keramahan dan pelayanan serta pengalaman menginap yang diberikan.











