11 Tips Menulis Dari Kang Adi (2)

 

 



Yup ini adalah kelanjutan dari Tips Menulis yang Kang Adi berikan di kelas kuliah Whatsapp Writing for Healing (WFH) Challenge yang diadakan oleh komunitas Books4Care topiknya mengenai penulisan kreatif.

 

Postingan sebelumnya kita sudah diajarkan Kang Adi mengenai  Tetapkan dan Mantabkan Niat, Sering dan Banyak Membaca, Harus Sensitif, Lakukan Penelitian, Ayo Mulai Menulis dan Temukan Ciri Khas Tulisan dan berikut adalah point yang tersisa.

  • 7.      Berani

Berani di sini adalah berani karya kita dibaca oleh orang lain. Biasanya, teman dekat adalah orang yang dianggap bisa dipercaya. Maka, berikan karya kita untuk dibacanya dengan harapan mendapatkan masukan terhadap tulisan yang dibuat, agar menjadi lebih baik lagi. Catat hal-hal penting dari pembaca sebagai masukan positif.


Contoh nyata yang sudah kang Adi lakukan, kang Adi menerbitkannya di media sosial. Ini, bisa menjadi jalan untuk mengukur seberapa besar keberanian kita, terutama karya kita dibaca oleh orang lain. Jangat takut dengan kritikan dari orang lain. Justru, jadikan kritikan dari orang lain terhadap karya kita itu menjadi pemicu untuk melahirkan karya yang jauh lebih baik. Jadi, tetap semangat, ya!

 

  • 8.      Kuatkan Mental

Apapun hasil kritikan dan masukan dari teman atau editor sekalipun, jangan pernah menyerah! Apalagi berhenti menulis. Ditolak oleh penerbit akan menjadi cambuk bagi penulis yang perlahan akan mendewasakan penulis itu sendiri. Perbaiki dan kirimkan kembali sampai karya yang dibuat, menemukan takdir yang baik. 


Perbaiki dan kirimkan kembali sampai karya yang dibuat, sampai menemukan takdir yang baik.

 

  • 9.      Kuasai Teknik Menulis

Secara bertahap, jika kita terbiasa membaca dan menulis, teknik menulis ini terasah dan terlatih.Jika menulis fiksi, tidak melulu menggunakan alur maju. Tapi, mungkin menggunakan alu maju-mundur atau campuran.


Selain teknik menulis, aspek mekanik menulis harus diperhatikan. Seperti ejaan dan tanda baca. Saran kang Adi, jika kita menulis, maka pastikan kamus baik cetak maupun daring harus bisa diakses. Tujuannya, jika kita ragu terhadap satu kata, jangan dipaksakan. Segera cek kamus.

 

  • 10.  Rendah Hati

Kapan pun karya kita menemukan takdir baik dengan diterbitkannya menjadi sebuah buku atau karya sastra, maka, tetaplah menjadi penulis yang rendah hati. Ajarkan pengalaman yang pernah dilewati kepada penulis pemula. Yakinkan, bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil. Tetap rendah hati, selalu berbagi, menginspirasi lewat tulisan.

 

  • 11.  Yakin

Keyakinan adalah energi positif yang harus ditanamkan dalam diri. Maka, Yakinlah! Karya apa pun, termasuk tulisan yang dibuat, harus memiliki keyakinan yang kuat akan menemukan takdir baiknya. Tidak terbit bulan ini, boleh jadi bulan depan. Tidak terbit bulan depan, siapa tahu tahun depan. Jadikan setiap naskah tulisan yang kita buat itu sebagai investasi.


Yang selalu Kang Adi lakukan

Setiap tulisan yang sudah kang Adi selesaikan, maka kang Adi selalu mendoakan terhadap naskah tersebut. Bahkan, ketika naskah tersebut akan dikirimkan melalui email, kang Adi senantiasa mendoakannya agar menemukan takdir baik dengan penerbit. Banyak karya kang Adi yang sudah selesai dan kang Adi simpan hampir 2 s.d. 3 tahun.


Tapi, kang Adi selalu meyakinkan naskah kang Adi, kalau suatu saat nanti akan menemukan takdir baiknya. Menemukan dengan jodoh penerbit yang amanah.

 

Kemudian, selain materi proses penulisan kreatif, kang Adi ingin berbagi terkait bagaimana menembus penerbit mayor label. Kang Adi yakin, teman-teman di sini, ada yang sudah pernah menerbitkan buku. Entah itu penerbit indie label maupun mayor label.

 

Simak kelanjutannya ya,,,,,

Tidak ada komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih