Perayaan Natal Mahkamah Agung RI (II)

Ketua Mahkamah Agung RI di berikan Ulos pada Perayaan Natal kali ini


Selesai dengan Prosesi Ibadah Natal, acara dilanjutkan dengan Perayaan Natal itu sendiri. Barulah disini tamu yang diundang hadir masuk dan ikut menyaksikan kemeriahan perayaan Natal Mahkamah Agung.

Keluarga besar Kristiani Mahkamah Agung (Krisma)  mengadakan Natal bersama  di ruang Krakatau Hotel Mercure, Jakarta, setidaknya hampir seluruh satuan kerja di bawah Mahkamah Agung yang hadir siap untuk memeriahkan Natal kali ini. Memang sich kebanyakan Vokal Group dan Paduan Suara (Choir).

Yang berbeda Natal kali ini adalah tematik budaya yang diusung, beberapa Hakim mengenakan baju adat dari daerah mereka masing-masing. Dalam salah satu segmen acara digelar Liturgi ragam bahasa. Mengambil salah satu ayat dalam Alkitab, sejumlah aparat pengadilan, dengan mengenakan baju adat, melafalkan ayat tersebut dalam 13 bahasa. Ragam bahasa itu diawali dengan bahasa Batak Toba, Nias, Jawa, Daya, Ambon, dan diakhiri dengan bahasa Makassar.

Sambutan dan Pesan Ketua MARI


Dan setiap Natal Ketua Mahkamah Agung RI Bpk. Prof. Dr. M. Hatta Ali, SH, MH selalu hadir dan beliau ikut larut dalam kemeriahan Natal. Minimal beliau selalu hadir dan mau untuk diajak bernyanyi bersama (judul lagunya itu dari daerah beliau Makasar). Tapi sebelum bernyanyi bersama beliau juga selalu menyempatkan diri memberikan pesan Natal kepada jemaat yang hadir.

Dalam pesannya Ketua Mahkamah Agung Bpk. Prof. DR. M. Hatta Ali, SH, MH mengatakan bahwa aparat pengadilan adalah orang-orang yang mampu dan bertugas melayani. Beliau meminta dalam menjalankan tugasnya, para aparat pengadilan memberikan pelayanan secara maksimal. "Sebagaimana tema Natal maka hendaknya aparat pengadilan melayani sepenuh hati sebagaimana melayani sahabatnya," ujar Hatta. Bahkan dalam sambutannya beliau memasukkan semangat kerja yang sejalan dengan prinsip-prinsip kristiani.

Latar Belakang Natal dengan Budaya Daerah Masing-masing

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Mahkamah Agung RI  juga mengatakan bahwa Mahkamah Agung terus meningkatkan pelayanan dengan memanfaatkan teknologi. Mahkamah telah merealisasikan sejumlah  program seperti e-litigasi, e-court.  Program e-court dan e-litigasi memudahkan para pencari keadilan untuk tidak selalu ke pengadilan. Tapi cukup mengirim melalui surat elektronik terhadap jawaban dan pembuktian selama persidangan.

Pesan Ketua Mahkamah Agung RI

Ketua juga menyinggung capaian kinerja Mahkamah Agung dalam melayani kepentingan publik. Hatta mengatakan sebanyak 73 pengadilan di Indonesia sudah mendapatkan  penghargaan berupa masuk zona wilayah bebas korupsi. Meski begitu, dia meminta agar tidak terkena. "Tunjangan kinerja akan langsung dicabut bilamana  capaian kinerja yang sudah diperoleh menurun," ujarnya.

Maju Terus Mahkamah Agung RI dan Jajaran Peradilan di Bawahnya


Tidak ada komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih