Menapaki jejak langkah perjuangan Budiman sudjatmiko (Buku : anak-anak revolusi)



Sepertinya ini buku lawas yang sudah berada lama di perpustakaan saya, lupa sudah selesai membacanya atau belum. Tapi neligat tanda-tanda yang sudah ada, sepertinya sudah tapi kok ya lupa. Ya sudah baca ulang saja, sekalian buat catatan menarik didalamnya. 

Ini kisah perjuangan Budiman

Ia (Budiman) sendiri merasa lahirnya buku ini sedikit banyak terinspirasi dari saran dan masukan dari Andrea Hirata. Perjuangan bersama rakyat di kantor  PDI Jalan Diponegero tahin 1996 membawa saya berkelana pada kenangan saat itu, memang sepertinya masa itu hingga ke tahun 1998 adalah masa pergerakan reformasi yang panas. Untungnya bangsa ini tidak rubuh karenanya. 

Memang tidak dapat dipungkiri apa yang diceritakan Om Budiman sendiri melalui pngalamannnya adalah pengalaman sejarah. Tapi mengenai keburukan pemerintah saat itu, adalah hal berbeda lagi. Seperti yang menyatakan Partai nya adalah bagian dari komunis, entah ini mana yang benar. Pemerintah masa itu yang (mungkin) merasa terancam atau tidak nyaman dengan partai om Budiman sendiri atau memang benar Partai Rakyat Demokratik (PRD) terilbat dengan PKI. Tapi toch dengan berjalannya sejarah hingga hari ini dan duduknya Om Budiman sebagai wakil rakyat membuktikan bahwa dirinya sebagai Nasionalis sejari yang berjuang untuk rakyat, sementara partai yang ia dirikan, entahlah.

Dibagian awal, langsung dibakar dengan pergilakan dan perlawanan terhadap pemerintah, di bab selanjutnya temponya turun. Lebih kepada membahas masa anak-anak Om Budiman yang tinggal di Cilacap Jawa Tengah. Ia sendiri sedari kecil akrab sudah dengan kemiskinan. Kematian salah satu tetangganya "mbah dimin" membuatnya sadar bahaya laten kemiskinan. 

Ia sendiri sedari kecil sudah tumbuh jiwa sosial untuk membantu sesama meskipun cara yang ia lakukan salah, dengan mengambil telur asin bude dan membagikannya kepada teman.

Atau sisi lainnya Om Budiman kecil sudah memiliki sahabat yang tidak seumuran dengannya tetapi ini lah yang membuatnya tambah pengalaman dan tambah bijaksana. Dalam hal ini ia mendefinisikan "Bagi jiwa-jiwa yang kasar, perbedaan hanya akan memicu ketakutan. Mereka enggan untuk bertualang mencari persamaan yang halus," halaman 38.

Dalam halaman lainnya Om Budi menyematkan pesan positif dari Leonardo Da Vinci "kesederhanaan adalah bentuk kecanggihan tertinggi."


Penasaran sama buku ini... simak kelanjutannya ya ... 

Tidak ada komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih