SoG4iGVrlm2d0xVc7TbcWuGl8F4PkcCzhtCrmamZ

Mengenal Parkinson Lebih Dekat ! !




Jadi gini gaes, kamis besok Blogger bikin acara positif. Bukan hanya berkenalan dengan sosok dokternya tapi sekaligus di edukasi mengenai penyakit Parkinson.

Jadi sebelum hadir, minimal udah punya pegangan dikit mengenai yang akan dibahas besok.

Apa itu Parkinson?
Penyakit Parkinson adalah suatu penyakit saraf yang memburuk secara bertahap dan memengaruhi bagian otak yang berfungsi melakukan koordinasi gerakan tubuh. Akibatnya, penderita kesulitan mengatur gerakan tubuh, termasuk saat berbicara, berjalan, dan menulis.

Penyakit Parkinson sendiri terbagi menjadi 5 tingkatan (stadium):
Stadium 1. Pada stadium 1, gejala penyakit Parkinson tergolong ringan dan tidak mengganggu aktivitas penderita.
Stadium 2. Jangka waktu perkembangan penyakit Parkinson dari stadium 1 ke stadium 2 berbeda pada tiap penderita, dapat berlangsung dalam hitungan bulan atau tahun. Pada tahap ini, gejala mulai terlihat.
Stadium 3. Penyakit Parkinson stadium 3 ditandai dengan gejala yang makin jelas terlihat. Gerak tubuh mulai melambat, dan mulai mengganggu aktivitas penderita.
Stadium 4. Pada tahap ini, penderita mulai kesulitan berdiri atau berjalan. Gerak tubuh penderita akan semakin melambat, sehingga membutuhkan bantuan orang lain untuk menunjang aktivitasnya.
Stadium 5. Penyakit Parkinson stadium 5 dapat membuat penderita sulit atau bahkan tidak bisa berdiri sama sekali. Penderita juga dapat mengalami waham (delusi) dan halusinasi.



Gejala awal parkinson biasanya cenderung ringan dan tidak disadari oleh penderita. Terdapat 3 gejala utama yang dialami penderita Penyakit Parkinson yaitu tremor, gerak tumbuh melambat dan kaku otot.

Diperlukan metode untuk menangani Parkinson. Metode penanganan yang dilakukan bertujuan untuk meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Metode pengobatan yang dapat dilakukan berupa: Terapi suportif, seperti fisioterapi, Penggunaan obat-obatan, seperti antikolinergik dan levodopa, berikutnya adalah Prosedur bedah.


Walau tidak dapat diobati, Penyakit Parkinson dapat dicegah. Berolahraga dan rutin mengonsumsi makanan kaya antioksidan dipercaya dapat mengurangi risiko sesorang terkena Penyakit Parkinson

Lalu Kenapa Penyakit ini bisa muncul?
Helosehat(dot)com menerangkan bahwa penyebab munculnya penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun beberapa faktor berperan dalam terjadi kerusakan saraf, mulai dari Genetik, Lingkungan, Usia, jenis Kelamin, Kehadiran Lewy Body:


Genetik
Beberapa penyakit disebabkan oleh faktor keturunan, peneliti mengidentifikasi adanya mutasi genetik yang dapat menyebabkan Parkinson.Variasi gen ketika tumbuh juga dapat meningkatkan risiko Parkinson. Kalau bagian genetik agak sulit untuk diminimalisasi (banyak-banyak aja berdoalah agar tidak terkena Parkinson)

Lingkungan
Paparan racun dari lingkungan  dapat meningkatkan risiko Parkinson, menurut beberapa peneliti yang dikutip NHS. Racun yang dapat memicu adalah karbon monoksida dan karbon disulfide. Pertisida dan herbisida, begitu juga dengan polusi industri, ikut berkontribusi dalam terjadinya kondisi Parkinson.

Usia
Umumnya, penyakit ini menyerang usia lanjut atau pertengahan. Usia sekitar 60 tahun rentan terhadap penyakit ini. Faktor umur memang meningkatkan risiko terkena Parkinson.

Jenis kelamin
Laki-laki lebih rentan terkena Parkinson dibandingkan perempuan,

Adanya kehadiran Lewy body
Lewy body adalah jumlah yang tidak normal dari protein yang terbentuk di dalam sel saraf. Berdasarkan penelitian yang dikutip oleh Mayo Clinic, mereka percaya bahwa Lewy body memegang peran penting sebagai penyebab Parkinson.

Alpha-synuclein ditemukan di dalam Lewy body
Alpha-synuclein merupakan protein yang terdapat di otak. Meskipun banyak zat yang ditemukan di dalam Lewy body, tetapi yang paling penting adalah alpha-synuclein. Hal ini merupakan fokus penting Parkinson. Ditemukan juga bahwa bentuk gumplan Lewy body tidak dapat dihancurkan.

Dua terakhir ini Lewy Body dan Alpha Synuclein teknis dari pemeriksaan dan penelitian lebih lanjut ya. Seperti genetik ini sendiri saya masih bingung bagaimana mencegahnya sedini mungkin.

Nah, besok itu Parkinson yang akan dibahas langsung oleh ahlinya dr. Sukono Djojoatmojo, Sp.S.beliau adalah pakar dan spesialis di bidang saraf.  

Siapa Dokter Sukono Djojoatmojo, Sp. S?
dr. Sukono Djojoatmojo, Sp.S merupakan seorang Dokter Spesialis Saraf yang saat ini berpraktek di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur. Beliau menamatkan pendidikan Spesialis Ilmu Saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Layanan yang beliau berikan meliputi Konsultasi Penyakit Saraf, Konsultasi Spina Brifida, Konsultasi Stroke, Pemeriksaan Konduksi Saraf dan layanan-layanan lain terkait dengan bidang Saraf.



dr. Sukono Djojoatmojo merupakan anggota dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Selain aktif menjadi seorang Dokter Spesialis Saraf, beliau juga aktif dalam mengikuti pelatihan-pelatihan dan workshop yang berkaitan dengan bidang saraf seperti Pletaal Meets The Experts “Breakthrough Treatment for Acute Stroke and Prevention of The Progression Intracranial Arterial Stenosis", 7th World Stroke Congress, dan Acute stroke management (Udate on Practical Issues), dan Stroke management (Udate on Practical Issues).

Hmmm, menarik membahas tentang Parkinson, laksanakan pola hidup sehat dan semoga kita dijauhkan dari penyakit ini ya ......AMIN.

Sumber tambahan
https://www(dot)alodokter.com/cari-dokter/dr-sukono-djojoatmodjo-sp-s
https://www(dot)alodokter.com/penyakit-parkinson
https://hellosehat(dot)com/hidup-sehat/tips-sehat/6-penyebab-parkinson/
untuk gambar dari https://pixabay(dot)com/id/images/search/sakit/


Related Posts
Kornelius Ginting
Orang Baik Rejekinya Juga Baik

Related Posts

Posting Komentar