Senin, 08 Juli 2019

Semacam Film Motivasi, Review Film Say I Love You.





Koh Yul memiliki sebuah impian untuk membentuk sebuah sekolah gratis yang menampung anak-anak tidak mampu. Dan untuk mewujudkan mimpinya tidak semudah yang ia bayangkan.

Sehari sebelumnya, notifikasi dari group WA berbunyi, tawaran dari seorang kawan untuk menyaksikan film ini. Dan taraa. Lokasi penayangan film Say I love you tidak jauh dari kantor, langsung saya iyakan, terbesit penasaran seperti  apa sich filmnya. Secara kalau film Indonesia dan ada waktu akan saya luangkan menyaksikannya (kecuali film Indonesia yang horror dan berbau klenik, saya pasti hindari).  

Studio Plaza Setia Budi, pukul 18.00 wib sudah ramai dihadiri para penikmat film Indonesia, mulai dari blogger, kritikus film hingga orang-orang biasa kayak saya ini. Tepat pukul 19.00 wib barulah studio dibuka, membentuk barisan yang lumayan panjang namun pengunjung yang hadir tetap tertib dalam barisan antrian yang tersedia.


Say I Love You, Bukan Film Roman Picisan.
Seorang sahabat blogger mempertanyakan ke saya (sambil Lalu) kenapa yang hadir rata-rata bawa anak ya, bukannya ini film untuk remaja dan sepertinya berbau percintaan, terlihat dari judul yang ditampilkan.

Semuanya akan terpatahkan ketika selesai menyaksikan film ini. Iya, kalau sudah selesai baru kalian boleh menyimpulkan film say I love you, apakah ini murni roman picisan atau semacam film motivasi. Kalau saya pribadi lebih senang dengan yang terakhir yaitu semacam film motivasi. Mengapa? Ya sudah kalian nonton ajalah, bersama keluarga lebih seru sepertinya (terutama keluarga yang sudah memiliki anak abege labil).  

Antriannya Kebanyakan Ibu dan Anak-Anak 

Saya tidak menduga film yang disponsori HDI salah satu pelopor MLM di bidang kesehatan ini memberikan kesan lumayan dalam. Berangkat dari kisah nyata yang coba diangkat ke layar lebar. Sosok Julianto Eka Putra atau yang akrab disapa Koh Yul (diperankan manis oleh Verdi Solaiman) memiliki sebuah impian  membentuk sebuah sekolah gratis yang menampung anak-anak tidak mampu. Untuk mewujudkan mimpi tidak semudah yang ia bayangkan, hanya membuka sekolah dan semuanya selesai. Sekolah gratis yang ia bangun, berantakan, mulai dari murid-murid yang ia miliki amburadul bahkan kepala sekolahnya pun nyerah dan mengundurkan diri.


Mau tidak mau. Koh Yul turun tangan sendiri, ia tinggalkan sementara keluarga dan usahanya demi sekolah yang ia cita-citakan. Sekolah Selamat Pagi Indonesia, mengambil latar belakang kehidupan di Kota Batu Malang, keindahan kota dan hijaunya daun serta indahnya perbukitan menjadi daya tarik sendiri dalam film ini.

Siapa sangka Koh Yul mampu memotivasi murid-murid yang ia tampung disana, mulai dari yang beringasan ga jelas hingga mau bersatu padu mewujudkan semua mimpi mereka. Iya Koh Yul mampu hadir memotivasi mereka Big Dream, Big Spirit, Big Action maka kalian akan mendapatkan Big Succes.

Ketemuan sama temen Blogger (dok. Agung Han)

Tapi semuanya tidak akan pernah berjalan semulus yang dibayangkan bukan, Sheren (Dinda Hauw) dan Sayydah (Rachel Amanda) tokoh sentral dari kisah ini bersama teman-temannya ada Olfa, Robert, Ridwan, Yohana mulai membangun mimpi, mengerjakan mimpi dan mencoba meraih kesuksesannya. Dengan latar belakang agama yang ditampilkan berbeda (ada Islam, Katolik, Budha) bersama-sama memulai menata hidup. 

Anyway, keseluruhan film ini menghibur, lengkap alur cerita yang ditawarkan  mulai dari seuntai kisah roman picisan atau ada kisah horornya juga (ketika ga sengaja mereka memakan sesuatu dan menimbulkan efek seram) ada juga kisah drama musikalitasnya atau kisah tragis ketika Sayydah tertabrak sementara pementasan drama harus tetapn berjalan.

Bareng sahabat TDB
Lalu bagaimana dengan mimpi mereka, apakah Sekolah Selamat Pagi Indonesia mampu mencetak lulusan yang berkualitas? Itu belum ditingkahi rencan gila Sayydah untuk ikutan Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang minimal pesertanya lima orang sementara yang tertarik hanya ia dan shreen.
Koh Yul sendiri mulai kesulitan memenuhi kebutuhan finansial Sekolah Selamat Pagi Indonesia, itu belum lagi murid-muridnya yang kelakuannya ga jelas.

Tapi satu hal yang harus diingat dari film ini adalah, Big Dream, Big Spirit, Big Action dan Big Succes.



Done, kalian harus menyaksikannya langsung bersama keluarga besar ya, atau ga minimal bareng temen se-genk- lah, atau ga bawa gebetan juga boleh, ga ada temen atau gebetan, sendirian juga masih ok kok menikmati film ini.

So selamat menghabiskan akhir pekan dengan film berkualitas, Say, I Love You,  salah satunya.      


Comments
2 Comments

2 komentar:

zaki mengatakan...

Wah saya udah lama gak pernah nonton film Indonesia. Mungkin kalau ada rezeki saya akan nonton film ini, salam kenal ya mas.

Kornelius Ginting mengatakan...

Usahakan nonton karya anak bangsa mas Zaki ... kalau bukan kita siapa lagi yg bakal menyaksikan karya anak bangsa