Kamis, 13 September 2018

Kisah Hantu Yang Jauh Dari Sosok Menyeramkan (Resensi Buku Peter)


Buku Peter By Risa Saraswati
Peter dibesarkan dengan didikan militer yang keras dari sang ayah dan kelembutan dari sang ibu yang terkadang membuatnya bingung bagaimana harus bersikap. 

Baru kali ini baca buku bergenre ...hmmm apa ya? Gitu dech. Tapi namanya menikmati sesuatu (baca : buku) sama seperti menikmati surat kabar atau majalah ga harus melulu yang kita suka bukan.

Keluar dari sebuah kesukaan atau kebiasaan sesekali memberi angin segar dan pembaruan pada sebuah pemikiran, setidaknya buat saya pribadi loh ya. 

Dan sejatinya ini Kisah Peter, teman dari Hans dan William, bahkan diawal prolognya buku karya Risa Saraswati (ini namanya ada hubungan ga ya sama Isyana Saraswati atau saras 008) menjelaskan "setidaknya jika hal itu baik untuk dibayangkan oleh kepala kita mengapa tidak."

Kalau dari penampakan covernya, beberapa langsung menduga serem lah ada kaitannya dengan kisah hantu-hantuan. Sebagian benar dan sebagian lagi tidak, benar tentang kisah hantu-hantu-an atau mahluk astral tapi ga ada unsur seram bahkan menurut saya inspiratif dan menghibur. 

Berikut kisah lengkapnya. 
Peter Van Gils bukan sembarang anak Belanda. Orang tuanya memiliki peranan penting semasa hidupnya, terutama sang ayah. Sebagai anak yang pernah tinggal dan tumbuh dalam keluarga yang bergelimangan harta dan lumayan terpandang, wajar jika Peter gemar memerintah anak-anak lainnya. 

Karena dibesarkan ayah yang kuat menganut feodalisme, Peter kecil dilatih agar menjadi keturunan Belanda yang dapat membedakan kasta, derajat dan martabat bangsanya dengan bangsa jajahan.  Sementara sang mama 180 derajat berbeda dengan papa Peter. Halaman 9.

Kalau kalian mau tahu dimana Peter dibesarkan, ada dihalaman 14 ya. 

Peter dibesarkan dengan didikan militer yang keras dari sang ayah dan kelembutan dari sang ibu yang terkadang membuatnya bingung bagaimana harus bersikap. 

Cuplikan dari Buku Peter 

Rupanya Novel ringan ini dibuat dari sudut pandang Risa sang pengarangnya yang mampu  berkomunikasi dengan Peter yang merupakan mahluk astral.

Iya. Ini kisah Peter, hantu kecil jahil yang pernah dibesarkan dengan kasih kelembutan sang ibu. Tetapi dipadukan ketegasan sang ayah. Pernah merasakan ketertolakan ketika hendak bersekolah. Dan  ini yang membuat ia selalu semangat untuk terus menyemangati Risa agar selalu bersemangat dalam bersekolah.  

Percakapan Risa dengan Peter 
Sampai dengan halaman 73, kisah hidup Peter diceritakan. Setelah ditolak disekolah HIS, guru dipanggil kerumah untuk mengajarinya. Dasar anak nakal, guru yang datang malah ia yang menolaknya. Hingga sang mama memutuskan untuk mengajarnya langsung sendiri. 

Dari buku ini saya baru tau juga bunga kertas itu dinamakan bougenvil berasal dari kata Belanda Bougainvillea. Yup, buku ringan ini banyak menyajikan kosakata bahasa Belanda ringan dan sehari-hari banget. Jadi berasa ada mirip-miripnya bahasa Inggris dengan Belanda. 

Illustrasi Bunga Bougenvile
Oh iya, dinamakan bunga Bougenvile karena penemunya Sir Louis Antoine de Bougainvile, seorang angkatan laut Prancis. Bahkan sekelas prajurit yang gagah perkasa mencintai tanaman indah.


***
Ada moment ketika Peter kecil diajak mengunjungi Batavia (sekarang Jakarta), "kota ini dibangun seperti Netherland, orang-orang bangsa kita mengubah kota ini menyerupai negeri kita tapi tentu tak sebagus Netherland,"  Papa Peter. 

Kisah berlanjut ke kehidupan Peter di sebuah kota kecil di Bandoeng. Hingga ia dipersiapkan untuk pergi ke Netherland, sementara waktu ia harus belajar dari seorang guru. Kesal dan kecewa awalnya si Peter tapi siapa sangka Nafiah sang guru berhasil merubah sikapnya.

Dan sayangnya sang waktulah yang akhirnya tidak bersahabat dengan mereka, Nippon masuk merengsek ke Bandoeng. 

Dan diakhir kisah, Risa menutup manis kisah si anak nakal kesayangan mama Beatrice yang kelak akan menjadi seorang pemimpin. 

Hingga ada sebuah janji yang Peter ucapkan dan akan ia penuhi kelak, entah sampai kapan, "Tapi janjiku pada mama takkan pernah kulupakan, Risa. Aku akan terus menunggu mama untuk kembali bersama-sama  kepada Tuhan." Begitu janji Peter kepada mamanya. Halaman 119.

So far, kisah pertemanan dengan hantu yang jauh dari sisi gelap, suram dan gothik gmana lah. 

Cerita ringan persahabatan dengan mahluk lain yang dikemas manis Risa Saraswati. Ending yang menguras perasaan, disisipi kosakata bahasa Belanda ringan. 

Seru dech untuk mengikuti alur cerita dan tertarik untuk cepat-cepat menyelesaikannya. 



Tentang Buku Peter 

Tentang Risa Saraswati 

2 komentar:

  1. Klo baca review-nya bikin penasaran, bacaan ringan bikin bacanya ga bs brenti ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya benar mba ristin...bacaan ringan 3 jam selesai

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih