Jumat, 26 Januari 2018

Pengalaman Perpanjang Paspor 2018


Mall Pelayanan Publik 
Total waktu saya habis 4 jam dalam 4 hari yang berbeda, 1 jam untuk mendapatkan informasi, 30 menit untuk daftar via apps dan 30 menit berikutnya memastikan langkah yang saya lakukan sudah benar, 1 jam 30 menit pembuatan paspor dan 30 menit (estimasi) untuk pengambilanya.

Ok, langsung saja ya..... Pasport sebagai identitas untuk keluar masuk negara asing sangat diperlukan keberadaannya. Dan untuk masa berlaku normal adalah 5 tahun, artinya setiap 5 tahun dilakukan perpanjangan, serupa dengan SIM (Surat tanda mengemudi). Hanya saja sedikit berbeda ketika 6 bulan mendekati masa berakhirnya paspor, praktis tidak dapat digunakan untuk berkunjung ke luar negara.  Jadi praktis masa berlaku paspor hanya 4 tahun 6 bulan.

Lalu bagaimana dengan perpanjangan paspor apakah sulit dan ribet seperti ketika pertama kali mendaftar? Pengalaman saya mengurus perdana paspor, harus jauh-jauh ke imigrasi Depok, karena sekitaran Jakarta sudah padat yang melakukan pendaftaran. Ditambah ketika perdana melakukan pengurusan berkas yang disiapkan tidak sedikit. Sebut saja semua fotokopi identitas diri hingga rekomendasi atasan (tempat kita bekerja) diperlukan untuk mendapatkan paspor. Itu belum termasuk proses yang cukup melelahkan (menurut saya) karena harus melewati beberapa proses mulai dari pengisian formulir, wawancara dan sesi foto (kayak artis aja yah). Yang melelahkan itu adalah antriannya, karena jumlah petugas tidak sebanding dengan jumlah yang melakukan pengurusan paspor.


Nomor Antrian Paspor

Perpanjang Paspor 2018
Bulan Februari 2018 nanti paspor yang merupakan identitas ketika ke luar negara sudah habiis masa berlakunya. Dan mulai dari bulan Nopember 2017 saya mencari tahu bagaimana cara melakukan perpanjangan paspor.

Beberapa teman berbagi kisahnya, ada yang mendaftar via on line, web imigrasi, dan ini tidak berlaku lagi sejak tahun 2017. Sebab tahun 2017, sebagian besar (mungkin keseluruhan) sudah beralih ke aplikasi android (Antrian Paspor) demi memberikan kemudahan bagi yang memerlukan.

Nah, caranya sederhana, download saja apps Antrian Paspor yang ada di google playstore.  Yang bikin jengah dan jengkel, setelah berhasil melakukan registrasi di Antrian Paspor adalah kuota selalu habis.

Coba kalian bayangin, daftar pagi hari kuota habis, coba siang hari, kuota juga habis atau lain waktu coba malam hari bahkan dini hari, juga habis itu kuota. Hadeuh ini kok aplikasinya ngga memudahkan  malah bikin jengkel, atau jangan-jangan ada yang salah ketika melakukan download. Diputuskan untuk buang aplikasinya dan unduh ulang tetapi hasilnya tetap  sama.

Ini yang bikin jengkel (kouta habis)
Lelah dan buntu dengan keadaan, Senin 8 Januari 2018 saya putuskan untuk bertanya dan mencari informasi langsung ke Mal Pelayanan Publik yang berlokasi disekitaran Rasuna Said, kuningan. Dari segi lokasi mudah untuk ditemukan dan tempat cukup representatif layaknya sebuah mall (bersih dan tertata rapi) hanya saja mal yang ini melayani kebutuhan masyarakat, salah satunya perpanjangan paspor.

Dilantai 1, saya disambut ramah dengan petugas yang menanyakan keperluan datang ke mall pelayanan publik, nanti ia akan memberikan nomor urut antrian sesuai loket. Untuk Imigrasi berada di lantai 3, baik bertanya untuk mendapatkan informasi ataupun melakukan pengurusan berada diloket yang sama. Dari 4 loket di pelayanan imigrasi hanya 1 (satu) saja yang beroperasi. Saya butuh waktu 45 menit mengantri untuk bertemu dan bertanya, nama petugas kala  itu adalah ibu Christine. 

Nah dari informasi beliau jelas sudah permasalahan mengapa kuota selalu habis. Secara aplikasi Antrian Paspor (untuk mall pelayanan publik) hanya dibuka hari jumat saja mulai jam 8 pagi hingga memenuhi kuota (kalau tidak salah kuoatanya 30 orang perhari) dan akan dibuka sampai memenuhi kuota yang ada. Atau jam 5 sore sesi berikutnya. Hari jumat pagi dan sore itu untuk memenuhi kuota 1 minggu ke depan. Jadi karena saya belum memiliki nomor antrian, ibu Christine menyarankan agar mengisi Antrian Paspor terlebih dahulu.



Kantor Imigrasi yang aplikasi antriannya buka jumat pagi 
Petugasnya menyarankan, kalau khawatir di Mall Pelayanan Publik kuota habis, untuk hari jumat yang melayani aplikasi antrian paspor adalah Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, kalau untuk kantor imigrasi lain bisa di cek sendiri di web atau datang langsung ke kantor imigrasi yang bersangkutan. 

Ok, fixed, Senin datang langsung ke kantor imigrasi pulang hanya membawa informasi, sempat bertanya juga kalau ada orang yang tidak terbiasa dengan aplikasi bagaimana? Apakah sistem ini sudah berlaku di semua kantor imigrasi? Info dari petugasnya kala itu, sistem antrian paspor sudah berlaku hampir  diseluruh kantor imigrasi (padahal info bu bos, beberapa waktu lalu ia perpanjang di Bogor tidak melalui aplikasi hanya walk in ke kantor imigrasi). 

Cara lain mendapatkan informasi perpanjang paspor

Untuk yang tidak mengerti, info dari petugas dapat minta tolong ke anak, kerabat hingga tetangga sebab satu antrian paspor dapat digunakan untuk mengisi 5 anggota keluarga (semoga tidak disalahgunakan menjadi ajang percaloan gaya baru). Jadi aplikasi Antrian Paspor ini lebih ke arah loket digital yang hanya dibuka di waktu dan jam tertentu saja, demi menghindari penumpukan antrian di loket pelayanan.

Syarat perpanjang Paspor 2018

Singkat cerita, jumat pagi saya sudah siap dengan aplikasi dan menunggu jam 8 pagi datang. Sebab jam 7.55 wib pun aplikasi belum berhasil di akses (kuota selalu habis). Tarraa .... setelah mencoba beberapa kali barulah berhasil  tepat pukul 08.30 menit, itupun sudah di posisi sekitaran belasan antrian untuk hari senin tanggal 15 Januari 2017, untuk selain hari itu kuota habis (ini yang masih menjadi pertanyaan menganjal).

Setelah berhasil mendaftar via aps saya pun masih ragu, apakah berhasil atau tidak, sebab notifikasinya tidak dikirimkan ke email, tapi ada di bagian dalam apps yang menunjukkan apakah sudah berhasil dan mendapatkan semacam kode barcode itu. Dari pada hilang timbul, ketika berhasil buru-buru saya screenshot sebagai bukti fisik. Karena lokasi kantor dekat dengan Mal Pelayanan Publik ya sudah kembali menemui petugas yang sama dengan kemarin (heloo... tetap sama untuk mendapatkan informasi harus ambil nomor dan antri ya). 

Yup semuanya sudah ok, tinggal menunggu hari Senin sesuai aplikasi. Karena saya mengurus perpanjangan paspor bersama paspor istri maka kehadiran istri juga diperlukan senin nanti.

Suasana Antrian Perpanjangan Paspor di Mall Pelayanan Publik

Senin, 15 Januari 2018, pukul 08.30 sudah mendapatkan antrian. Tidak menunggu lama, nomor antrian dipanggil, tidak perlu memeriksa aplikasi antrian paspor dan barcode yang sudah saya screen shoot. Hanya menunjukkan paspor, petugasnya mencocokan dengan nama  yang sudah masuk ke database mereka (gunanya barcode di apps apa ya?). Oh iya syarat perpanjangan itu hanya membawa Paspor asli dan Fotocopi Paspor dan KTP  di kertas A4 tanpa dipotong dan uang untuk perpanjangannya, untuk Paspor Biasa dikenakan tarif  Rp. 355.000,- 

Selesai, tunggu 20 menit kembali bersiap untuk foto diri. Untuk foto diri dilayani dengan petugas yang berbeda, ibu Erika, dari beliau saya tahu, untuk perpanjangan paspor baik yang belum melewati batas waktu atau sudah melewati batas waktu sama saja prosedur (tidak ada pemberkasan ulang) tetapi ini berlaku untuk pembuatan paspor diatas tahun 2011. Sementara sebelum tahun 2011, 2010, 2009, 2008 dst perpanjangannya serupa dengan pembuatan paspor diawal (karena belum memilliki data base).

Selesai foto dan sidik jari, silahkan melakukan pembayaran di bank yang sudah ditunjuk (kalau saya melakukan pembayaran di lantai 2 bank DKI) dan bukti pembayaran dilampirkan sebagai bukti pengambilan paspor. Paspor sendiri akan selesai dalam bentuk buku sekitar 7 hari kerja.

Jadi total waktu saya habis 4 jam dalam 4 hari yang berbeda, 1 jam untuk mendapatkan informasi, 30 menit untuk daftar via apps dan 30 menit berikutnya memastikan langkah yang saya lakukan sudah benar, 1 jam 30 menit pembuatan paspor dan 30 menit (estimasi) untuk pengambilanya.


Tulisan saya buat berdasarkan pengalaman pribadi dan sebagai catatan pembanding untuk 5 tahun ke depan (penasaran, kira-kira 5 tahun ke depan akan seperti apa ya)
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih