Selasa, 05 April 2016

Romantisme ala SUCI (Review Get Up, Stand Up)

Poster get Up Stand Up
Munculnya komika-komika muda kreatif menambah khasanah SUCI (Stand Up Comedy Indonesia) lebih berwarna. Tidak berhenti hanya sekedar menjadi komika, dunia layar lebar mereka coba jajal.

Dan hasilnya cukup menghibur. Cukup menyegarkan pikiran dan melepas kepenatan.

Berbeda sedikit dari film yang beredar setidaknya ada sekelumit pesan dan kesan yang coba disampaikan. Tidak melulu roman picisan juga tidak penuh dengan aksi kocak para komika.

Get Up, Stand Up.
Semua berawal dari janji Fatia (diperankan Acha Sinaga) untuk setia menjaga Ibo (diperankan Babe Cabbita) selepas ditinggal kedua orang tuanya. Ibe/ ibo (karena rambutnya kribo)  lengkapnya Babe.

Sosok Ibe sendiri mengambil latar belakang khas orang Sumatera tapi bukan berasal dari suku Batak. Ngga dijelaskan marganya apa, tapi intonasi dan gaya bahasanya khas Batak, keras dan ceplas-ceplos.

Dan tidak berbeda dengan lawan mainnya Acha Sinaga (Fatiya) yang memang berlatar belakang  orang Batak, mampu mengemas aktinya sedemikian rupa. Sehingga ada di salah satu scene  Fatiya mampu mengaduk perasaan penontonnya.

Fatiya yang merasa terbebani dengan janji untuk menjaga Ibo berusaha mensupportnya. Sementara Ibo  dengan khas anak Medan-nya cuek dan urakan ngga perduli.

Hingga Fatiya memutuskan untuk meninggalkan Ibo dan menerima sebuah tawaran kerja di salah satu firma hukum Sihol Sibarani. Ini satu lagi yang membuktikan bahwa orang Sumatera itu identik dengan dunia hukum  (meskipun tidak semua).

Sementara Babe/Ibo menyusul Fatiya dan mengakui kesalahannya selama ini,  Jiah, disini kalian bakal liat kalau orang Medan pacaran gimana.

Ibo yang "bela-belain" kerja di rumah makan Padang demi selalu melihat Fatiya. pokoknya segala cara dilakukan demi Fatiya. Nah kalian bakal liat kalau orang Medan udah jatuh cinta gimana kerasnya usaha.

Tapi kenapa juga Ibo kerja dirumah Padang ya. Ya iyalah, kebayang kan kalau Ibo kerja di Lapo, ngga bakalan diputar di XXI.

Singkat cerita Ibo dapet kenalan namanya Abdur (komika juga dengan nama sama).
Persahabatan dan perjuangan mereka inilah yang menjadi ujung tombak ceritanya. Sementara sosok Fatiya yang terkesan sebagai pemeran utama dikesampingkan dahulu.

Perjuangan menuju tangga kesuksesan bukanlah jalan mudah. Tapi bukan juga tidak mungkin. Ibo dan Abdur saling memotivasi dalam kompetisi SUCI.

Cerita belum berakhir sampai disana, kembali lagi masuk Fatiya dalam cerita mereka berdua.

Sisi Positif Standup Get up.
Ada beberapa pesan positif yang saya rekam, sosok Ibo memiliki kepribadian "Belagu tapi nga bisa mandiri". Bagaimana ia terlalu bergantung dengan sosok Fatiya.

Atau ketika di scene lainnya dialog Ibo yang diingatkan Fatiya ketika sudah hampir sukses "Tuhan kasih kecerdasan bukan untuk merendahkan orang lain. "

Lain lagi ketika Fatiya meneriaki Babe "Masa dewasa itu menyelesaikan semua tanggung jawab, bukan hanya sekedar bersenang-senang".

Ada lagi ketika Babe merasa tersaingi oleh Abdur,  "percuma laki tampan kalau tidak bis membuat senyum mengembang," demi merebut perhatian Fatiya

Sementara sisi negatifnya. 
Saat ini lagi maraknya LGBT, ada scene dimana Ibo dipanggil bencong oleh temannya sesama penjaga rumah makan padang.  Atau lainnya ketika Ibo bercanda "gemes" dengan mencubit dada temannya. Sehingga kalau anak yang dibawah umur butuh pendampingan dan penjelasan ketika menyaksikan film ini.

Terakhir ada juga scene yang lumayan "garing" di akhir cerita. Mungkin karena memaksa penonton agar menebak akhir jalan cerita.

Overall
Film ini bagus disimak bersama keluarga di akhir pekan, tetap dampingi putra dan putri ketika menyaksikannya. Meskipun unsur kekerasan tidak ada. Tetap saja kata-kata kasar dan rayuan gombal Ibo kadang-kadang "nyleeneh".

Belum lagi pantun dari bosnya Ibe yang terkesan mengulang-ulang.

Waktu 2 jam Get Up Stand Up di putar cukup mengaduk perasaan, terlihat dari penonton yang hadir. Kadang media riuh rendah mengomentari, lain waktu semua diam menyimak serius. Terakhir diisi dengan tepuk tangan meriah ketika film berakhir.

Entah karena hasilnya sesuai harapan atau karena puas terhibur dengan paras manis Acha Sinaga.  Secara akting Ibo sich biasa-biasa aja. Menang lucu aja, saya rasa kalau ngga lucu nga mungkin juga dia di ajak main film.

Beberapa pemain senior yang juga ikut meramaikan  Get Up Stand Up, sebut saja Indro Warkop. Atau ada juga penampilan group band Ungu sebagai Cameo.

Sayangnya Raditya Dika tidak hadir meramaikan film ini.

So.. Selesai dengan riuh rendahnya Batman Vs Superman. Baiknya saksikan juga film karya anak bangsa sendiri ya.
Detilnya : 
Judul Film: Get Up Stand Up
Genre: Komedi
Produser : Argalaras
Sutradara : Teezar Sjamsudding
Penulis : Bagus Bramanti
Produksi : KG Studio
Bahasa: Indonesia
Tayang Pada: 7 April 2016
 





Comments
0 Comments