Minggu, 06 September 2015

Waroeng Mee, Waroeng Kreatif

Tampak Depan Waroen Mee
Sebagai tempat nongkrong asik di Jakarta Pusat, waroeng mee banyak mendekorasi ruangan dengan kalimat positif dan tersedia juga spot untuk foto.
Satu lagi tempat nongkrong asik di Jakarta pusat, mengambil lokasi disekitaran Jl. Sudirman tepatnya berada di Jl. blora, berada dekat stasiun kereta Api Sudirman. WAROENG MEE namanya.

Satu kata ketika memasuki Waroeng Mee  adalah "KREATIF". Sebagai pendatang baru yang bukan baru lagi tentunya, waroeng mee mencoba menawarkan olahan mie dengan berbagai rasa. 

Tidak hanya olahan makanan yang kreatif, tampilan fisiknya pun tak kalah kreatif dari desain ruangan yang bernuansakan kata-kata positif. Hingga ke bagian pelayanan didandani dengan yang unik.

Berbekal pengalamannya selama ini membidani Baba Rafi, Hendy Setiono dan Nilam Sari mencoba menjajal pasar yang berbeda.


Tampilan depan ketika masuk
 
Siapa sangka Waroeng Mee yang baru beroperasi selama 3 bulan ini idenya berasal dari teman-teman yang kalau malam-malam makan berat merasa bersalah. 

15 Juli tepatnya Waroeng mee resmi meramaikan tempat kuliner enak di Jakarta. Berangkat dari riset tim Nilam Sari yang mendapati anak muda sekarang ingin tempat nongkrong asik.

Hendy Setiono sendiri sudah memulai bisnis usia 19 tahun. Awalnya kebab yang merupakan usaha rumahan dan saat ini sudah berkemabang memiliki1200 cabang kebab. 

Hendy dan  Nilam berencana  beberapa hari ke depan untuk kembali buka cabang Waroeng Mee Cabang ke 2 di bilangan Bumi Serpong Damai, ke 3 di Kelapa Gading.
suasana Waroeng mee

Layaknya tempat nongkrong Jakarta, ada sapaan khusus untu pelanggan yang dayang ke Waroen Mee, "Hayook mas bro" untuk para pria yang datang "hayook mba sist" jika wanita yang datang. Sementara setelah selesai akan di sapa "Siobele" yang ini katanya beberapa teman dipopulerkan oleh artis Syarini, kurang lebih artinya sampai ketemu lagi cantik.

Dekorasi waroeng mee
Sebagai tempat nongkrong asik di Jakarta Pusat, waroeng mee banyak mendekorasi ruangan dengan kalimat positif dan tersedia juga spot untuk foto.

Nilam sari dan Tim Risetnya mengolah panganan Indomie. Siapa yang ngga suka dengan panganan ini. Sebagian bahkan menyebutnya "Guilty pleasure" karena kecintaannya pada panganan mie. Berangkat dari sini ibu Nilam dan Tim mencoba melakukan beberapa ujicoba dan modifikasi seperti Indomie kuah susu. 

Ia pun kembali mengenang saat memulai usaha Kebab Baba rafi dari Surabaya 15 tahun lalu.  Yang saat ini sudah beroperasi di 8 negara luar Indonesia. Semuanya berawal dari gerobak putih sederhana. Bahkan Jakarta menyerap 50% omset Baba Rafi.

Diakhir ia menekankan dalam memulai sesuatu (usaha/bisnis) pesannya "Sesuatu adalah tentang bagaimana kita membagi manfaat bagi orang lain".

Okto Melandana salah satu praktisi keuangan sudah Malang melintang didunia bisnis. Selaku Konsultan keuangan dan Direktur salah satu perusahaan sekuritas. Ia memberikan komentarnya dalam 3 kalimat, Berani, jeli, action. 

Tidak bisa dipungkiri Krisis penurunan daya beli saat ini menyebabkan adanya perubahan  Perilaku Konsumen.

Waroeng Mee sudah memilki Pikiran Analitical ,  apa sich untungnya datangnya ke sini?
Waroeng mee banyak menawarkan pilihan makanan dan minuman dengan harga bersaing. Makanan yang ditawarkan pastinya tidak akan sama dengan yang lain, setidaknya ada yang membedakan dari yang lain.

Dekorasi Waroeng Mee

Faktor Strukturalnya lebih detail, terlihat dari menu di waroeng mee yang sangat detail.
Faktor Sosial, ini di jawab dengan ditampilkan dokumentasi siapa saja yang sudah mengunjungi Waroeng Mee. Ada beberapa lokasi yang memang enak untuk dijadikan sebagai foto backdrop.
Dokumentasi berada di bagian pojok
Ambience ruangan, terlihat dari musik dan bangku yang mewakili kreatifitas pemilik dan mecoba menularkannya kepada konsumen.

Ekspresive, gelas yang berbeda, baju petugasnya juga beda. Sehingga terkesan "beda" nya terasa tapi bukan "lain" ya.

Tampilan Menu Waroeng Mee
Flexibilitas, ini dapat dilihat siapapun dilayani atau masuk dalam jangkauan waroeng mee. Artinya meskipun berkonsep tempat nongkrong yang asik dan terkesan untuk anak muda, orang tua pun sah-sah saja hadir untuk menikmati sajian kopi dan panganan ringan Waroeng Mee

Dan semua itu tidak mudah. Diperlukan langkah baru, meskipun krisis tapi Hendi dan Nilam mampu melahirkan Waroeng Mee barunya. 

Terakhir Hendy menutup dengan berpesan bahwa Wirausaha itu seperti panggilan hati. Memunculkan dari dalam hobi kita apa, baru setelah itu jadikan bisnis pastinya akan meledak.

Hendi itu introvert, menikah di usia muda semakin memacu semangatnya untuk menghidupi keluarga.

Beliau juga pernah masuk the Aprentice Asia. Hanya saja keluar di babak pertama

Selanjutnya kita akan ulas makanan yang sudah disajikan, nikmati dalam bentuk foto dan bayangkan rasanya.

Berhubung jaringan inernet tidak bersahabat, akan saya tulis di postingan berikutnya, tentunya setelah  jaringan kembali normal ya. Kalau kalian ikuuti hastag dibawah pastinya akan bertemu gambar - gambar yang kreatif :)

 #nongkrongasyik, #nongkrongasyikblogger, #tempatnongkrongasyik, #waroengmee,

19 komentar:

  1. Eeh ada penampakan foto aku, hihihi. Komen nggak penting. Sukses ya, Bang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. oala.. sukses juga untuk ibu ya :)

      Hapus
    2. Ada penampakan aku juga! *sama gak pentingnya* Wah, dapat aja foto pas Waroeng Mee lagi kosong ^_^

      Hapus
    3. hehehe.. termakasih loh sudah mampir... :) dapat fotonya pas kebetulan masih sepi :)

      Hapus
  2. St Sudirman?

    iiih, deket mas :)
    makasih rekomendasinya, weekend atau pas senggang, saya mau mampir ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mas CH... Lokasinya strategis dan mudah terlihat kok... lumayanlah buat nambahin referensi tempat nongkrong sekitaran Jakarta Pusat :)

      Hapus
  3. nuansanya retro2 kartun gt ya, keren design ruagannya. klo ngeliat dar daftar harga juga masuk sama dompet anak muda, keren nih tempat

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang pangsa pasarnya anak muda.. tetapi didesain juga masuk ke semua usia... yang saya salut itu ide kreatifnya .. dan kesederhanaan dari pemiliknya :)

      Hapus
  4. tagline warungnya lucu, hehee.. warung dijakarta tapi harganya murah sih menurutku

    BalasHapus
    Balasan
    1. konsepnya menarik.. dan memang sengaja dibuat terjangkau untuk kalangan muda...:)

      Hapus
  5. Aaakkkk, jadi pengen kesini >,<

    BalasHapus
    Balasan
    1. kapan2.. main2lah kesini lah..bisa ajak temen, keluarga.. bisa buat kongkow.. atau juga bisa buat kerja.. atau cari inspirasi :)

      Hapus
  6. Balasan
    1. ngga hanya dekornya.. menunya juga kreatif.. :)

      Hapus
  7. Wao menunya unik ya, kreasi mie instant. Di Pontianak belum ada nih yang kayak beginian. Tempat makan udah banyak banget, perlu value lebih buat bisa tetap bersaing. Warung Mee ini menurut saya jeli melihat celah peluang. Kalau dibekali marketing yg tepat sasaran, bisa jadi tempat makan yg bermasa depan cerah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul pa iman .. perlu value lebih untuk bisa bersaing.. berbekal pengalaman di Baba Rafi dan team yang solid sepertinya mereka akan tetap maju ... :)

      Hapus
  8. Menarik dekorasinya. Kapan-kapan kalau ke Jakarta coba ke sana ah, Mas ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul ibu sri... tapi tidak hanya dekorasinya saja yang menarik.. makanannya juga loh ... :)

      Hapus
  9. suka quotenya, wirausaha itu panggilan hati.. btw, tempatnya unik ya.. beneran semacam tempat nongkrong, hehehehe..

    BalasHapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih