Kebaktian
kali ini, terlupa dengan nama pendeta yang membagikan firman Tuhan, namun
kurang lebih seperti ini pesan yang disampaikannya dalam kebaktian minggu pagi
ini.
Dibuka
dengan pertanyaan, apakah kita pernah merasa stuck (Baca; Buntu) ?
Seperti
relasi 10 tahun mencintai tapi seperti ga dianggap ataupun sebagai orang tua
yang merawat anak dari kecil tapi tetap ga
diangap. Atau kadang kita sudah sering berdoa tapi kita merasa Tuhan itu kok
jauh ya.
Faktanya
kehilangan keintiman/ kemelekatan dengan Tuhan karena semuanya telah berjalan
otomatis adanya. Maka muncul emosi, marah dan mundur dari pelayanan dan bahkan
mudah muncul konflik.
Dampak
dari stuck, mental, stres, kecemasan hingga depresi,
Gangguan
Kognitif dari stuck seperti sulit fokus dan kreatifitas yang menjadi mati.
Atau
juga Gangguan Fisik seperti gangguan tidur, nafsu makan hilang atau bahkan
bertambah. Jadi hati-hati dengan keberadaan stuck yang menghinggapi kita.
Musa
sendiri pernah mengalami stuck, "Aku tidak dapat memikul tanggung
jawab atas seluruh bangsa ini...sebaiknya Engkau (Tuhan) membunuh aku
saja..."
Sementara
untuk musa itu ekspektasinya adalah ia seorang hero yang perrnah membelah laut
merah, melawan firaun, bahkan berbicara langsung dengan Tuhan.
Pada
satu titik musa pun pernah merasa lelah, capek sendirian, ini keadaan Stuck.
Respon
Allah ketika mengetahui Musa mengalami stuck, maka Ia langsung merespon.
Allah membagi beban Musa. Allah pun bekerja dengan memanggil 70 tua-tua. Roh Allah
dibagikan, kelemahan individu (musa yang merasa sendiri) menjadi kekuatan
kolektif.
TUHAN
TIDAK MEMANGGIL KITA MENJADI SUPERHERO SENDIRIAN.
Kuasa
roh kudus memberikan kehidupan, seperti air yang menghidupkan. Barang siapa
yang haus baiklah ia datang kepada-Ku (baca: Tuhan) dan minum sampai puas dan
hilang dahaganya.
Pada
saat Yesus hadir ditengah keramaian perayaan ada kehasusan spiritual dan Yesus
menjanjikan air yang tidak pernah berhenti.
Fungsi
Roh Kudus
Roh
Kudus itu memberi kehidupan, menyiram jiwa yang layu. Tranfromasi dari dalam.
Membersihkan,
membasuh luka lama seperti dendam dan kepahitan dan Roh Kudus itu bukan seperti air statis yang berada dalam ember,
tetapi air yang terus mengalir.
Tanpa
Roh = mati dan kembali menjadi debu.
Dengan
Roh Kudus = tercipta pembaruan dibumi.
Pencapaian
materi tanpa napas Roh Kudus hanyalah debu yang terhempas angin.
Roh
kudus mengubah kekeringan menjadi kekuatan yang mengalir bagi orang lain.
Musa-pernah
merasa stuck sendirian-namun Alaah menopang dengan memberikan kepemimpinan kolektif.
Eldad
dan Mesdad – adalah orang biasa- namun karena Allah memberkati maka mereka dipenuhi
oleh roh dan bernubuat.
Murid-murid
pada saat perayaan Pentakosta- awalnya takut dan sembunyi- namun pada akhirnya berani
bersaksi lintas bahasa.
Kuasa
Roh Kudus itu beragam tapi satu,
Beragam
karunia namun tetap Satu Roh. Berbagai pelayanan namun tetap satu Tuhan. Semua
itu untuk kepentingan bersama.
Bahkan
ketika terlibat dalan suatu Pelayanan, ingat bahwa pelayanan bukan ajang
panggung kompetisi ego.
Stuck
atau Buntu? Maka jujurlah kepada Tuhan
Tetlalu
berat? Terbukalah kepada Tuhan.
Kejujuran
adalah tempat Pertama bagi Roh Kudus untuk dapat bekerja.
Paradoks
memberi
Fokus
pada kekeringan sendiri - maka selamanya kering.
Membantu
kekeringan orang lain - maka kita ikut pun akan ikut disegarkan.
KITA
MENERIMA HIDUP KEMBALI BUKAN DENGAN TERUS MENUNTUT NAMUN DENGAN MULAI MEMBERI.
Merayakan
kesatuan
Keragaman
bukan ancaman. Keragaman adalah bukti Roh Kudus berkarya.
Dari stuck
menjadi sungai yang mengalirkan berkat air kehidupan.
Biarkan
Roh Kudus membuat kita hidup menyala terang dan menjadi berkat bagi sesama kita.
Amin..
Diberkati untuk menjadi berkat bagi sesama...
Tuhan Yesus
memberikati kita semuanya









