SoG4iGVrlm2d0xVc7TbcWuGl8F4PkcCzhtCrmamZ

Taman Mini Indonesia Indah kini #Sudah Beda Cerita

TMII-#Sudah Beda Cerita


#Sudah Beda Cerita, ini adalah hashtag yang pertama kali saya baca ketika berkunjung ke TMII (Taman Mini Indonesia Indah). Lalu apa sih yang dikatakan #Sudah Beda Cerita itu.

Hari selasa bertepatan dengan libur Imlek disinilah kami menghabiskan liburan kami. Beberapa kali TMII selalu menjadi kunjungan kami jika kehabisan ide berlibur atau sekedat olahraga pagi. Secara pada saat pandemi C-19 (Covid) dimana aktivitas dibatasi, TMII menjadi pilihan menarik untuk setiap akhir pekan berolahraga baik itu jalan kaki, jogging kecil ataupun bersepeda.

Namun kali ini, istri menyampaikan bahwa TMII sudah jauh berbeda dengan TMII yang sebelumnya. Menurutnya sudah sangat jauh tertata lebih baik. Penasaran juga akan seperti TMII yang katanya #Sudah Beda Cerita ini.

Gassss, waktu masih menunjukkan pukul 09.00 WIB kami sudah tiba di TMII, jalanan lenggang tidak ada antrian. Secara liburan imlek kali ini jatuh hari selasa dimana hari seninnya Pemerintah menetapkan libur bersama. So, beberapa keluarga lebih memilih untuk berlibur ke kampung halaman, keluar negeri atau sekedar keluar kota Jakarta menikmati Bandung dan sekitaran atau laju ke Yogyakarta (pulang ke kotamu) lumayan mendapatkan libur sekitar 4 hari. Kecuali seperti istri yang memang masih masuk pada hari senin, maka TMII menjadi pilihan yang tepat untuk menghabiskan waktu, sejenak keluar dari rutinitas dan menikmati miniatur Indonesia.


TMII-#Sudah Beda Cerita
Air Mancur Menari 


#Sudah Beda Cerita

Berawal dari pintu masuk, aura #Sudah Beda Cerita sudah terasa, dimana petugas memberikan penjelasan dengan cukup detil, baik itu mengenai harga, tempat parkir serta faslitas apa saja yang berada di TMII. Petugas pun menjawab pertanyaan yang kami ajukan dengan baik dan ditutup dengan kalimat “dengan senang hari”. Cie… aura pelayanan bank BCA masuk kesini.

And then apa saja yang berbeda di TMII, apa yang membedakan dengan TMII sebelumnya. Ini dia yang beda :

1.     Kendaraan Roda dua ataupun Roda Empat sudah tidak boleh masuk ke area bagian dalam TMII, baik itu keliling TMII ataupun sekedar berkunjung ke anjungan rumah-rumah adat. Semuanya harus parkir di bagian depan di tempat yang telah ditentukan. Dahulu info yang beredar, kendaraan listrik dibolehkan masuk dan berkeliling TMII, namun saat ini kendaraan listrik hanya boleh masuk keliling di hari tertentu sahaja. Untuk hari weekend, sabtu-mingg dan hari libur Nasional, kendaraan listrik sekalipun harus tertib parkir seperti kendaraan lainnya

2.     Angkutan Keliling (Angling) disediakan oleh TMII sebagai ganti kendaraan yang tidak dapat masuk ke area TMII. Ini gratis ya gaes dan kalian naiknya berulang-ulang pun tidak bayar. Seperti kami yang kelilling area Timur untuk melihat semua rumah adat baru kemudian naik kedua kalinya dan memutuskan untuk kerumah adat mana atau ke lokasi didalam sebelah mana yang akan dikunjungi. Jadi keliling pertama ini seperti hendak melihat menu apa saja yang ada didalam.

Dan Angling mereka pun terbagi menjadi tiga area, Area Utara, Area Selatan, dan Area Timur (yang berada pada bagian dalam)

 

TMII-#Sudah Beda Cerita
Antrean Angkutan keliling 

 

Kayaknya Angling ini salah satu nilai jual mereka, selain Angling yang disediakan adalah kendaraan listrik, petugasnya ramah dan komunikatif menyampaikan kalau belum menemukan spot atau tujuan tertentu lihat-lihat sahaja dahulu dan katakan “STOP” jika menemukan spot untuk dikunjungi.

Oiya, Angling ini dapat berhenti dimana saja didalam TMII untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, namun untuk menaikkan penumpang diprioritaskan yang berada di halte-halte yang mereka sediakan, ketika masih ada kursi kosong dan ada penumpang yang memberhentikan, petugasnya juga akan berhenti.

3.   Air Mancur yang menari, yang ini kalian harus lihat, saya melihatnya dari depan Anjungan Rumah Adat Bali, Air mancur menari-nya menarik, sudah luwes menari diiringi lagu-lagu daerah. Dua jempol untuk TMII yang #Sudah Beda Cerita.

 


 

4.     TMII yang #Sudah Beda Cerita ini lebih bersih, lebih tertata dengan penampilan segar ceria.

Seperti kunjungan kami kali ini, ada beberapa pengunjung dari luar negeri (Korea/ Jepang) dan ada bapack-bapack yang berfikir mereka itu orang Tionghoa sehingga menerangkan di TMII ada apa saja, seperti dulu di Taman Burung terdapat burung yang dapat membacakan teks tertentu atau menyanyikan lagu, namun entah sekarang masih ada atau tidak. Sampai itu turis menggunakan bahasanya (yang kalau dari intonasinya mau bilang kami dari luar negri ga ngerti apa yang diomongin). Mau ketawa sebenarnya, niat bapack-bapack tadi itu baik, sekalian menjelaskan ke keluarganya ia mau berinteraksi dengan orang lain.

Dan saya sendiri sempat melihat turis asing tersebut beberapa kali dan ada juga turis lainnya (hari ini saya melihat banyak turis asia yang berkunjung ke sini), mereka menikmati Angling yang di Utara, Selatan, Timur dan suasana dari TMII yang kini #Sudah Beda Cerita.

Dari TMII yang #Sudah Beda Cerita saya mengakui ada perubahan yang signifikan meskipun belum sempurna ya. Masih banyak PR dari TMII yang perlu dikerjakan seperti masih banyak wahana yang belum aktif (seperti Museum Keprajuritan, Museumm Listrik dan beberapa lainnya) dan kegiatan anjungan rumah adat yang tidak seramai sebelumnya, karena pada intinya TMII (dalam benak saya) merupakan miniatur Indonesia yang tetap harus menampilkan keragaman budaya kita tetapi tetap dengan kenyamanan dan rapih-nya seperti saat ini.

At the end, TMII memang #Sudah Beda Cerita, turis mancanegara sudah terlihat nyaman berkunjung kesini, tanpa harus repot-repot bertanya ke petugasnya. Rambu-rambu dan marka-marka sudah banyak dipasang, orang-orang pun sudah tertib antrian, jika ada yang keluar antrian petugas pun mengingatkan dengan santun.

Fixed, TMII #Sudah Beda Cerita layak dikunjungi dan dijadikan destinasi wisata baik untuk wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal.

Yess, setidaknya Jakarta sudah memiliki tempat wisata yang sudah mulai mengikuti standar internasional. 

Related Posts
Terbaru Lebih lama
Kornelius Ginting
Orang Baik Rejekinya Juga Baik

Related Posts

Posting Komentar