Kamis, 06 April 2017

Mampir Sebentar ke Laba-Laba Cikini


Bagian depan Laba-laba Cikini
Dengan display yang menarik dan ruangan yang dilengkapi dengan pendingin udara, betah juga untuk sekedar melihat-lihat tas, sabuk dan  dompet kulit yang ditawarkan. 

Siang ini bersama rekan kantor main sebentar ke Laba-Laba. Apa itu Laba-laba? Binatang berkaki enam yang sering dijadikan bahan untuk film horor atau sosok jagoan yang mengalahkan monster Green Goblin (hallah). 

Awalnya saya pikir Laba-laba semacam toko hewan (pet shop) yang menjual binatang merayap, melata dan sejenisnya. Hingga ada beberapa teman yang sering kesana berbagi pengalamannya. Sementara saya siang ini beruntung dapat langsung mampir kesana, selain menemani teman untuk mereparasi sepatunya, ya bertanya-tanya sedikit dan melihat-lihat apa aja sih yang ada di dalam Laba-Laba. 


Bagian dalam (display) Laba-Laba Cikini
Saya coba sederhanakan Laba-laba yang sudah berdiri sejak tahun 1898 (duluan siapa ya, laba-laba atau nyonya meneer) itu menyediakan jasa perbaikan segala macam tas, sepatu,  dompet atau pernak-pernik yang berhubungan dengan kulit (sebagian besar) atau bisa juga koper yang biasa di gunakan traveling atau mudik. 

Sepatu Kulit berwarna Coklat
 
Kebetulan teman saya ini punya sepatu kulit, yang menurut pengakuannya harganya lumayan (ya iyalah kan kulit asli) dan usianya sudah terbilang lama sekitaran 6 tahun-an. Masih bagus sekilas terlihat, hanya saja dia kurang cocok dengan warnanya, coklat kulit pohon. Ia berniat untuk merubahnya.

Si mba, petugas Laba-Laba yang melayani kami memeriksa sekilas dan bertanya ke pekerja bagian dalam, apakah masih bisa dilakukan perubahan warna. Tidak lebih dari 2 menit ia sudah kembali ke depan dan memberikan penjelasan kepada kami. 

Pada dasarnya masih dapat dilakukan perubahan warna pada sepatu. Hanya saja melihat dari umur sepatu dan terlihat jarang digunakan, hasilnya akan tidak maksimal. Tetap akan terlihat retakan nantinya. 

Pernak-pernik bagian dalam Laba-laba, Cikini
Petugas Laba-Laba-nya juga berbagi sedikit informasi mengenai merawat sepatu kulit. Setidaknya agar kulit sepatu atau kulit apapun itu awet harus sering-sering digunakan. Semakin sering digunakan akan semakin lentur kulitnya dan akan bertahan lama.  Jangan lupa perhatikan perawatan lainnya seperti membersihkan sesering mungkin dan jangan terlalu sering kena air. 

Nah, sepatu kawan saya ini seringnya tidak dipakai, selain karena warna coklat juga karena hati-hati rusak, yang ada penggunaannya dikurangi.

Ada Sabuk kulit, Dompet hingga tas kulit
Kalau oleh saya deskripsikan Laba-Laba Cikini tidak terlalu luas tempatnya tapi tidak terlalu sempit pula. Sekitar 10-15orang yang masuk masih terbilang nyaman. Untuk tempat parkir roda 4 cukuplah untuk menampung 5-8 kendaraan, roda dua mampu menampung lebih banyak. Dengan display yang menarik dan ruangan yang dilengkapi dengan pendingin udara, betah juga untuk sekedar melihat-lihat tas, sabuk dan  dompet kulit yang ditawarkan. 

Saya juga sempat bertanya ke si mba-nya (karena dia juga nanya, hayo apalagi yang mau ditanya mumpung udah ada disini.) saya ada tas kulit zaman dulu yang masih memiliki kunci pake nomor, nah nomornya itu lupa. Pesan si mba, bawa aja ke sini nanti dilihat mau hanya sekedar buka kunci atau ganti kunci. 

Contoh Tapak sepatu yang sudah diganti

Ada juga teman yang bertanya mengenai mengganti tapak sepatu yang sudah rusak untuk ukuran 44, si mba juga berpesan agar dibawa aja sepatunya. Kalau bicara ukuran takutnya berbeda, hanya saja kalau ganti tapak ia memberikan contoh yang menggunakan hak atau tidak. 

Sementara mengenai harga yang ditawarkan bervariasi sesuai dengan barang yang dibawa. Untuk pengecatan sepatu kawan saya, dikenakan tarif Rp. 200.000,- (Dua Ratus Ribu Rupiah) dengan lama waktu pengerjaan sekitar 1 minggu. 

Waktu buka Laba-Laba Cikini itu Senin sampai Jumat jam 08.30 WIB sampai pukul 17.00 WIB sementara Sabtu tutup 1 jam lebih cepat.

Atau kalian mau menghubungi terlebih dahulu sebelum datang bisa di 3193 7587.

S&K Laba-Laba Cikini




4 komentar:

  1. Kalau dari depan tidak terlihat seperti tempat service sepatu ya ?..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. dari depan ngga kelihatan seperti bengkel sepatu.

      Hapus
  2. Wah iya nih Laba - Laba di daerah pasar baru juga ada. Dl waktu saya masih gadis pernah juga kerja di reparasi seperti laba2 ini. Nama'y Stop N Go, beda'y sama laba2 kl stop n go counter'y di hero supermarket. Itu dl ya sekitar tahun 90an. Ntahlah kl sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. stop n go competitornya laba2...

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih