Kamis, 12 Januari 2017

Pengalaman naik Citilink rasa Garuda.


Citilink Pagi Parkir di Bandara


Semoga kehati-hatian dalam lepas landas citilink tetap terjaga bukan karena hati-hati hanya pasca kejadian pilot mabok.

Pasca rame-rame insiden pilot mabok beberapa waktu lalu yang setidaknya membuat mundur direktur Citilink. Tetap tidak membuat para pecintamoda transportasi udara enggan untuk menggunakan Citilink.

Pastinya akan ada penurunan dari pengguna maskapaiini meskipun jumlahnya tidak seberapa.

Tapi dari sepengamatan saya menggunakan citilink untuk penerbangan Jakarta-Kualanamu. Untuk jam keberangkatan pukul 05.00 pagi hampir sebagian besar terisi penuh.



Pasca Kejadian Pilot Mabok.
Saya sendiri tidak dapat membatalkan penerbangan dengan maskapai ini. Selain harga yang ditawarkan relatif murah (mengesampingkan kenyamanan ya tidak keselamatan).

Ya sudah, apapun yang terjadi nanti terima saja. Saya sendiri sebenarnya yakin, pastinya setelah kejadian pilot mabok akan ada perubahan yang diberikan maskapai.

Dan memang banar harus saya akui. Untuk penerbangan yang berangkat dari Halim Perdana Kusumah, Kamis pagi hari, pilotnya handal atau memang sangat berhati-hati sekali. Memang dalam memberikan informasi lebih jelas tapi tetap bahasa inggrisnya terkesan buru-buru.

Yang berkesan itu ketika melakukan takeoff dan landing. Saya baru ngeh setelah baca sebuaah novel. Bahwa titik kritis penerbangan itu ada di 11 menit lrpas landas. 3 menit ketika hendak takeiff dan  8 menit ketika hendak mendarat.

Hebatnya pilot maskapai ini, karena saya baru mengalaminya dengan citilink. Untuk lepas landasnya terkesan smooth, biasanya ini didapat ketika menggunakan maskapai setingkat diatasCitilink.

Anehnya beberapa waktu lalu ketika menggunakan maskapai abangan daricitilink. Ke “smooth” an itu kok hilang. Beberapa kali dinas luar tetap mengalami serupa. Ya sudah sekali ini untuk keperluan pribadi diputuskan menggunakan citilink.

Semoga kehati-hatian dalam lepas landas citilink tetap terjaga bukan karena hati-hati hanya pasca kejadian pilot mabok.

Ruangan tunggu di Bandara HP Jakarta

***
Memang kinerja sopir pesawat (pilot) menjadi sorotan publik. Kesan gagah dan menterengnya jabatan ini berkurang karena ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Dulu kalau melihat pilot jalan begitu gagah dengan seragam putihnya diiringi pramugari-pramugari cantik.

Pasca maraknya tiket murah, penerbangan jadi hilang ekslusifitasnya. Saat ini siapapun dapat terbang dengan biaya terjangkau. Apalagi jika dipesan jauh-jauh hari. 

Yang ada sekarang pelayanan terbaiknya makin dikurangi pasca penurunan tiket yang jor-joran. Sebut saja delay yang sesuka hati maskapai tanpa ada informasi dan kompensasi yang jelas.

Atau yang jelas pelayanan yang alakadarnya. Saya masih ingat betul senyum manis pramugari menyapa sebelum harga tiket murah dan sesudahnya (beda loh).

Hingga muncul ungkapan “Murah kok mau dapet bagus”. Ya sudah kalau semua berangkat dari ungkapan tadi pembicaraan selesai. Benar sich ada harga ada rupa. Tapi sekarang sudah terbalik-balik, ada harga tapi buruk rupa.

Atau siapa bilang murah itu murahan.

Setidaknya paradigma saya dengan citilink berubah. Pilotnya lebih berhati-hati sehingga nenghasilkan lepas landas dan pendaratan yang berkualitas tanpa adanya guncangan keras.

Dan sepertinya pilot seperti itu yang harus diperbanyak di semua lini maskapai.
Sehingga dengan harga murah yang diberikan kenyaman atau setidaknya keamanan dalam menggunakan moda transportasi udara tetap terjaga kualitasnya.







Comments
20 Comments

20 komentar:

Ipeh Alena mengatakan...

Saya juga kalau bepergian lebih nyaman pakai Citilink, karena harganya terbilang terjangkau. Dan semoga kejadian kemaren itu gak terjadi lagi. Jujur aja saya sempet bingung mau pilih maskapai apalagi, lahyawong udah nyaman sama citilink.

Cumilebay MazToro mengatakan...

Dan jangan lupa pantun nya citilink selalu bikin senyum

Anisa Ae mengatakan...

Belum pernah naik pesawat. :'D

kornelius ginting mengatakan...

Hehehe... :)

kornelius ginting mengatakan...

Seru juga mba naik pesawat sesekali.. kalau keseringan.. tekor juga :)

kornelius ginting mengatakan...

Iya semoga pelayanannya ke depan semakin lebih baik..

Rudi Chandra mengatakan...

Semoga pelayanannya lebih baik untuk ke depannya.
Jangan sampe ada kejadian kayak kemarin, kan serem jadinya kalo mau naik pesawat.

kornelius ginting mengatakan...

Iya..memang seram kalau kejadian pilot mabok terulang kembali... Tapi sepertinya citilink banyak belajar dan berubah pasca kejadian kemarin mas rudi :)

Lidya Fitrian mengatakan...

Allhamdulillah aman-aman aja selama ini pakai ciitlink

Primastuti Satrianto mengatakan...

Drama Jepang yg kita tonton mungkin sama mas, sy juga menghitung 11 menit itu kl naik pesawat, hihihihi.

kornelius ginting mengatakan...

Hmmm.. ada juga drama jepang yang ngebahas 11 menit penerbangan.

Agus Salim mengatakan...

Gak juga mas, dulu lebih murah lagi, bulan puasa 2012 pernah naik Citilink waktu itu livery nya merah maroon, Banjarmasin Surabaya PP 250 ribu.

kornelius ginting mengatakan...

wah.. beruntung kali abang ini dapat harga yang murah :)

sistem informasi mengatakan...

saya juga pernah pesan city link waktu lg promo ke jogja cuma 55rb. cuma emang susah dapetin promonya..

kornelius ginting mengatakan...

Wah.. beruntungnya dapat tiket promo murah

Lia Lathifa mengatakan...

Thanks informasinya mas, besok aku pertama kali naik pesawat citylink, hehe.. Sebelum deg-degan baca review dulu. Semoga selamat sampai tujuan

kornelius ginting mengatakan...

kalau citilink sudah lumayan oke pelayanannya.. jam terbang pun on time :) santai aja ngga usah dibawa deg-degan... enjoy dan safe flight ya mba lia lathifa :)

kornelius ginting mengatakan...

semoga kedepannya semakin aman dan nyaman menggunakan citilink ya mba lidya :)

Unknown mengatakan...

Besok mudik pake citilink, deg degan dede hehe

kornelius ginting mengatakan...

Kalau pake citylink mah seharusnya ngga perlu deg2 an sich