Minggu, 07 Juli 2019

Menjadi Agent-Agent Perubahan

Kebaktian JPCC dokumetasi diambil dari twitter Jpcc

Kita harus mengingatkan diri kita,  bahwa kita sejatinya adalah agent-agent perubahan, hanya Tuhan yang mampu merubahkan. Bukan sebaliknya, jangan bermain menjadi Tuhan yang bisa merubahkan, karena pasti akan kecewa jika perubahan tidak terjadi. 

Kebaktian  kali ini sekaligus merayakan ulang tahun JPCC yang ke 20.  Selamat Ulang Tahun buat JPCC. Teruslah memberi inspirasi dan selalu semangat untuk memberitakan kabar baik. 

Tema bulan Juli 2019 adalah menjadi agent perubahan. Diayat pembuka langsung diingatkan oleh Filipi 2:14-15 (TB)  Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

Ps Jefrey menyampaikan sebuah pesan bahwasannya We don't use people to build ministry but we use ministry to build people. 


Berapa banyak hidup yang sudah diubahkan. Berapa banyak dari kita yang hadir dan sadar bahwa hari ini Ps. Sidney yang ikut memimpin pujian, lihat seperti tidak terjadi apa-apa bukan sebelumnya, ia memimpin pujian dengan semangat, penuh khidmat, siapa sangka kalau 2 hari sebelumnya ibundanya pulang ke rumah bapa disurga. Kebesaran hati seperti ini, hati melayani seperti ini yang perlu ditiru, bukan jaketnya Ps Sidney, bukan sepatunya. 


Kalau kita tidak sibuk meminta berkat, Tuhan pastinya akan memberikan lebih berkat ketimbang yang dicari. dan ini dia ayat yang medukungnya  1 Raja-raja 3:13-14 (TB)  Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja. Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku, sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu."

Kita harus mengingatkan diri kita,  bahwa kita sejatinya adalah agen-agen perubahan, hanya Tuhan yang mampu merubahkan. Bukan sebaliknya, jangan bermain menjadi Tuhan yang bisa merubahkan, karena pasti akan kecewa jika perubahan tidak terjadi. 

Sama seperti pemahat, kita tidak tahu apa yang dipikirannya, tetapi si pemahat tahu persis apa yang ada didalam pikirannya. Dari sisi kita, pasti akan bertanya kenapa ini dipotong dan kenapa ini dibuang. Dan baru kita sadar ketika sudah melihat keseluruhan karya si pemahat tadi.

Ps Jefrey Rahmat ( sumber  ; Twiternya JPCC)

Semakin kita berubah semakin efektif kita menjadi agen perubahan. Apa yang dimaksud dengan berubah? Yaitu itu otentik menjadi dirimu sendiri. Di zaman ini kebanyakan orang menjadi orang lain atau orang kebanyakan. 

Menjadi otentik menjadi lebih berharga. Kalau kita berubah, menjadi lebih tahan banting. Menjadi lebih baik, menjadi lebih berharga menjadi lebih attractive.

1 Korintus 9:27 (BSD)  Saya biarkan tubuh saya digembleng keras sampai saya dapat menguasainya dengan baik. Kalau tidak begitu, jangan-jangan saya kalah padahal saya telah mempersiapkan orang lain ikut dalam perlombaan itu.

Filipi 4:9 (TB)  Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Pake kacamata belas kasihan ketimbang penghakiman. Jangan habiskan waktu untuk menuding tapi mencoba mengerti mengapa. 

Sekelas Ps Jefrey, juga selalu mau untuk terus belajar berempati, duduk mendengar tanpa coba menawarkan sesuatu yang tidak dijamin pasti terjadi. Sebab Ps Jefrey juga tidak paham apa maksud yang hendak dibuat pemahat (baca Tuhan). 

Yakobus 1:19 (TB)  Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;

Mari belajar mengenal Tuhan lebih sungguh bukan kepada apa yang ada ditangannya. Biarkan Tuhan menjadi Tuhan dan lihat bagaimana Ia melakukan segala sesuatunya, tunggu hingga selesai. Untuk itu dibutuhkan hati yang baik, diam duduk dan memperhatikan Tuhan dengan seksama. 

Happy Sunday... GBU 


 





Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: