Selasa, 20 November 2018

Selamat Merayakan Maulid Nabi Muhammad, Kawan.

Sumber Wa Group 
Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah  Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.

Sebagai bangsa yang besar dan berjajar dari pulau-pulau. Terdiri dari berbagai macam etnis dan budaya, pun tidak berbeda dengan agama. Setidaknya ada 6 agama yang diakui pemerintah semenjak konghucu diakui sebagai sebuah agama atau kepercayaan, bersyukur kita masih dapat bersatu hingga saat ini.

Nah tanggal 20 Nopember 2018 yang jatuh pada hari Selasa ini bertepatan juga dengan teman-teman muslim merayakan Hari Maulid Nabi Muhammad. Kalau umat beragama lain seperti saya, palingan menikmati bagian liburannya saja tanpa pernah tau maknanya. 

Kayaknya tahun ini rasa ingin tahu saya tergelitik untuk mengetahui (meskipun hanya sedikit bagian luarnya saja) apa sich Maulid Nabi Muhammad itu? Thanks God, generasi saat ini adalah generasi informasi, dimana informasi didapat dengan mudah hanya tinggal klik saja. Taraa....

Sekilas mengenai Maulid Nabi Muhammad.
Maulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang Maulid Nabi atau Maulud saja adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang kalau di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata Maulid atau Milad (baru tau juga kalau sama) dalam bahasa Arab berarti hari lahir. 

Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah  Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.

Peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh Raja Irbil (wilayah Irak sekarang), bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 Hijriyah

Dijelaskan oleh Sibth (cucu) Ibn Al-Jauzi bahwa dalam peringatan tersebut, Sultan Al-Muzhaffar mengundang seluruh rakyat dan seluruh ulama dari berbagai displin ilmu, baik ulama dalam bidang ilmu Foqh, Ulama Hadits, Ulama dalam bidang Ilmu Kalam, Ulama Usul,Para Ahli Tasawuf dan lainnya.

Sejak tiga hari, sebelum hari pelaksanaan Maulid Nabi, dia telah melakukan berbagai persiapan. Ribuan kambing dan unta disembelih untuk hidangan para hadirin yang akan hadir dalam perayaan Maulid Nabi tersebut. Segenap para ulama saat itu membenarkan dan menyetujui apa yang dilakukan oleh Sultan Al-Muzhaffar tersebut. Mereka semua berpandangan dan menganggap baik perayaan Maulid Nabi yang digelar untuk pertama kalinya itu.

Sumber Wikipedia 


Sementara itu di Indonesia sendiri.
Masyarakat Muslim di Indonesia pada umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat Nabi, pembacaan Syair Barzanji dan pengajian. Menurut penanggalan Jawa, Bulan Rabiul Awal disebut Mulud dan acara Muludan juga dirayakan dengan perayaan dan permainan Gamelan Sekaten. Ada juga pawai endhog-endhoganyang dilaksanakan oleh masyarakat Jawa di Banyuwangi-Jawa TImur.

Seru bukan, mengetahui sebuah sejarah singkat dan sederhana dari teman-teman muslim yang merayakan. Ada keceriaan pada sebuah perayaan, ada tawa riang didalamnya dan tali silahturahmi yang tetap terjaga.

So, selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad, kawan. 

Sumber rujukan, wikipedia.






Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih