Jumat, 29 Januari 2016

Ketika Media dan Penerbit Berkolaborasi berbagi Ilmu dan Informasi





"Membaca novel ini akan biasa-biasa saja di 100 halaman pertamanya. Tetapi akan terjadi perubahan ketika memasuki halaman 300 an keatas". Trully Rudiono

Informasinya  mengenai acara ini sendiri beredar di kalangan terbatas dunia maya. Hanya yang berhubungan dengan Penerbit Noura Books dan Harian Seputar Indonesia dan para pecinta serta pegggiat buku saja yang tertarik dan mengetahui Informasi Workshop Menulis. 

Workshop menulisnya juga disandingkan dengan pengenalan akan Novel The Girl On The Train(TGOTT) karangan Paula Hawkins (jujur saya juga baru tau ini buku yang katanya sudah menjadi best seller). Penerbit Noura Book sendiri membatasi peserta yang hadir dalam workshop menulis TGOTT.  Dugaan saya kurang lebih sekitar 40 orang hadir dalam acara TGOTT kemarin  Kamis siang 28 Januari 2015. 


Setelah sempat menjadi peserta cadangan dan mugkin ada peserta lain yang kebetulan membatalkan diri alhasil ikutlah saya dalam acara Workshop Menulis TGOTT. Lokasi awal pertemuannya sendiri di gagas di stasiun Jakarta Kota (kalau saya mengenalnya stasiun BEOS). Sengaja memang Stasiun Kota di jadikan lokasi meeting point karena memang Novel besutan Paula Hawkins sendiri mengambil latar belakang pengguna kereta meskipun lokasi utamanya berada di salah satu ruangan Harian Sindo di daerah Gondangdia.

Pnejelasan dari Panitia di stasiun kota
Peserta yang sudah berkumpul di Stasiun Kota di berikan sedikit briefing agar memperhatikan setiap   detil yang terjadi di kereta dan mencoba menuliskannya sepanjang perjalanan ke Gondangdia. Tidak sampai setangah jam semua peserta sudah tiba di gedung Sindo Gondangdia, duduk manis didalam ruangan yang terlebih dulu hadir narasumber dan redaktur dari harian Sindo. 


Mas Jaka Susila

0ooo0
Jaka Susila sebagai salah satu dari jajaran Redaktur yang mewakili Sindo membuka acara Workshop Menulis TGOTT, memberikan pesan bahwa penulis yang baik itu  adalah pembaca yang baik. Dan dalam setiap penulisan (terutama reportase, karena beliau ini dulunya wartawan) diperlukan verifikasi atas setiap informasi yang kita ketahui dan peroleh. Hal ini ia tekankan karena derasnya arus informasi media online yang sangat cepat sehingga verifikasi data dan informasi semakin tertinggal demi mengejar oplah sebuah berita dan cerita. 

Tukar kenangan dari Sindo kepada Penerbit Nourabooks
Sebelum ia menutup pengantarnya, Jaka Susila sedikit memberikan  kenang-kenangan kepada Noura Books yang di wakili ibu Shinta. Sedikit ia juga bercerita banyaknya buku bagus yang sudah diterbitkan Nourabooks (yang kebetulan juga kantor penerbitnya sendiri tidak jauh dari kediaman mas Jaka). 

Acara yang berlangsung selama kurang lebih 3,5 jam di pandu mas Nicky Rusadi dari Sindo, Ibu Shinta dari Noura Books dan Pegiat Buku dan Blogger Ibu Trully Rudiono. 

Buku The Girl On the Train latar belakang para peserta workshop TGOTT
Ibu Shinta menjelaskan proses mengapa Novel TGOTT ini di pilih Noura Books untuk diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia? Semua berawal dari kunjungan Nourabooks pada tahun 2014 ke Frankfurt Book Fair. Setiap tahunnya dalam acara book fair ini akan terlihat buku-buku menarik yang di bawa masing-masing agent dari negaranya. Berdasrkan rekomendasi dari masing-masing agent inilah The Girl on The Train akan naik daun. 

Bukunya sendiri terbit di tahun 2015, Januari tepatnya. Belum genap setahun sudah mencapai penjualan satu juta eksemplar. Rencananya akhir tahun 2016 akan terbit filmnya (ada gosipan penayangan filmnya di percepat di tengah tahun 2016). 

Sementara menurut Blogger yang sudah malang melintang didunia maya, Ibu Trully Rudiono, satu hal yang unik menurutnya adalah adanya endorse dari Stephen King. Menurutnya membaca novel ini akan biasa-biasa saja di 100 halaman pertamanya. Tetapi akan terjadi perubahan ketika memasuki halaman 300 an keatas. 

Terutama para pengguna kereta  api pastinya akan merasa ada kedekatan emosional ketika membaca novel ini (sambil angguk-anggukin kepala).


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih