Selasa, 19 Januari 2016

Thamrin 2016, insiden yang menyatukan dan momen mengenalkan Indonesia kepada Dunia.




Pasca kejadian yang kebetulan bertepatan dengan awal tahun, ya sudah  sekalian buat resolusi tahun 2016. Jadikan Tahun ini adalah tahun untuk kembali membangun Pariwisata. Setidaknya selaku Blogger saya harus ikut membangun Citra positif Pariwisata negeri sendiri.

Tidak butuh waktu lama untuk memulihkan Jakarta dari luka Bom Thamrin. Hmmm... sepertinya harus diralat, Jakarta memulihkan diri pasca Bom Thamrin. Lebih enak didengar Jakarta semakin berbenah diri pasca ledakan.

Momentum ledakan yang sempat membuat “geger” beberapa waktu lalu dinilai sebagian kalangan akan mempengaruhi sektor ekonomi dan pariwisata. Lepas beberapa menit setelah kejadian muncul himbauan positif di dunia maya untuk tidak menyebar foto korban jiwa, dilanjutkan dengan City check in yang menyatakan daerah yang kita kunjungi sudah aman.

Lihat, pada saat yang bersamaan di tengah hiruk pikuk kegaduhan, kita semua masih bisa merapatkan barisan dan membangun soliditas untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Jakarta pada khususnya. Tapi masalahnya kenapa juga harus nunggu ada aksi “kecil-kecilan”  yang dapat membuat kita satu.

Keindahan Kintamani Bali

Teror yang menyatukan.
Berkaca dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, setiap ada kejadian pastinya akan berimbas pada sektor ekonomi dan pariwisata. Dan setiap kementrian dan instansi yang terkait akan berusaha “mati-matian” untuk membangun kembali Citra yang sudah jatuh.

Pun demikian dengan kementrian Pariwisata, pasca insiden Thamrin. Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata memastikan dengan turun ke lapangan langsung.  Seberapa jauh imbas insiden Thamrin ini?

Hasil penelusuran beliau sendiri dapat disimpulkan (sumber Poskota.com)  pengecekan sudah dilakukan di  14 hotel di sepanjang Jalan Thamrin – Sudirman, tidak ada tamu mempercepat check out, semua confidence suasana sudah pulih.  Ke-14 Hotel yang  dicek antara lain, Sari Pan Pacific, Hotel Indonesia Kempinski, Ibis Tamarin, Grand Hyatt, Fave Hotel, Ar+Hotel, Pullman, Akmani Hotel, Oria Hotel, Mandarin Oriental, Grand Cemara, Hotel Kosenda, Morrisey Hotel dan Amaris Hotel. Bahkan Arief Yahya memastikan “Tim Crisis Center sudah mengecek satu per satu, dan aman. Mereka sangat percaya bahwa insiden di Thamrin itu sudah lewat, dan tidak berpengaruh sama sekali,” jelasnya.

Herry Lukman, BOD Sari Pan Pacific Hotel, yang paling dekat dengan tempat kejadian perkara (TKP) menambahkan  “Tamu-tamu tidak ada yang complain, tidak ada yang mempercepat kepulangan, apalagi eksodus? Yang sudah reservasi pun tidak ada yang cancel. Kami senang, polisi mengerahkan pasukan K-9, anjing pelacak yang sudah terlatih dan sangat sensitive terhadap bom, jadi kami merasa yakin,” 

Lalu bagaimana dengan lokasi wisata lain apakah Insiden Thamrin ada pengaruhnya? Batam yang juga diwawancara langsung oleh Menpar Arief Yahya memastikan, Batam aman. Bahkan, saat ini sedang ramai dengan turis dari Korea dan Singapore. “Mereka nyaman-nyaman saja. Tidak terpengaruh dengan kejadian di Jakarta. Yang harus kita lakukan adalah jangan sembunyi ke dalam, justru kita harus berani promosi gencar ke keluar,” usul Andy Fong.
 
Apa yang terjadi dengan Bali? Destinasi wisata nomor satu di Indonesia, yang didarati 40% dari wisatawan mancanegara. Reiner Daulay, pemilik Radana Hotel Kuta. Mengatakan “Saya monitor detik per detik, sampai dengan malam (hari kejadian) tidak ada cancel sama sekali. Bali sangat aman, dan tidak terpengaruh oleh suasana 5 jam di ibu kota itu. 

Lalu apa yang saya lakukan.
Akan tidak elok jika kita hanya turut berkomentar bahwa Jakarta aman, Indonesia aman tanpa terlibat andil apapun di dalamnya.

Pasca kejadian yang kebetulan bertepatan dengan awal tahun, ya sudah  sekalian buat resolusi tahun 2016. Jadikan Tahun ini adalah tahun untuk kembali membangun Pariwisata. Setidaknya selaku Blogger saya harus ikut membangun Citra positif Pariwisata negeri sendiri.

Kintamani

Kebetulan juga sebelum kejadian Thamrin saya sudah berencana untuk berlibur di pula Dewata Bali. Dengan adanya kejadian ini, sedikitpun tidak menyurutkan niat saya untuk membatalkan berlibur ke pulau seribu pura. Alih-alih membatalkan yang ada semakin semangat, seperti apa ya keadaan Bali pasca ledakan Thamrin. Meskipun sudah dijawab oleh MenPar diatas. (Bali baik-baik saja....)

Dan sebisa mungkin untuk mendokumentasikannya dalam bentuk tulisan dengan hashtag #Wonderful Indonesia  #Wonderful Bali, lanjut tidak hanya di Pulau Bali saja, coba juga destinasi-destinasi wisata menarik dalam negeri lainnya.

Mulai bangun kecintaan terhadap wisata budaya sendiri kunjungi obyek wisata dalam negeri dan ceritakan kepada dunia luar.

Kalau bukan kita yang mengenalkan  Indonesia ke dunia luar, Siapa Lagi?
Kalau bukan sekarang kita mengenalkannya, Kapan Lagi?

Maju terus pariwisata Indonesia ? 

http://www.korneliusginting.web.id/2011/01/pantai-bandulu-pantai-anyer-ii.html
http://www.korneliusginting.web.id/2011/01/wisata-awal-tahun-2011-karang-bolong.html
http://www.korneliusginting.web.id/2015/11/pesona-hotel-bahtera-balik-papan.html

4 komentar:

  1. jgn lupa mampir ke bali barat ya bang... :)

    BalasHapus
  2. Seneng banget sama quote di gambarnya.
    Kita tidak butuh rencana, hanya butuh secangkir kopi
    dan ayo laksanakan!
    ngena banget agar kita ikut melestarikan pariwisata Indonesia.. maju terus pariwisata Indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup.. Bener mas maju terus pariwisata Indonesia.. :)

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih