Jumat, 20 November 2015

Perilaku bijak dalam mengelola keuangan.





Uang selalu mejadi topik yang tidak habis jika dibicarakan. Sebagian kita merasakan   pendapatan dengan pengeluaran tidak sebanding. Mendapatkan uang dengan segala upaya, tidak kenal waktu, apapun dilakukan. 

Tetapi tahukah kita? Seberapapun hasilnya tanpa didukung dengan perilaku menghargai uang yang baik, pastinya akan menguap begitu saja. Ketidakperdulian terhadap uang sama buruknya dengan mencintai uang secara berlebihan, begitu Dwita menyimpulkan.

Dwita Ariani seorang Financial Planner menjelaskan, perilaku mempengaruhi uang yang kita miliki.
Berbeda sedikit  dengan buku-buku keuangan sejenis, ia mencoba menjelaskan  dari sisi Filosofi uang itu sendiri. 

Dwita mengambil sebuah contoh ketika berada dijalan, disenggol dengan mobil mewah, biasanya akan mengatakan (terutama yang belum berubah) “dasar orang kaya sialan, baru punya mobil aja berlagu padahal  mobil hasil korupsi.”


Menjadi kaya seolah-olah sebuah kesalahan atau memberi label kepada seseorang bahwa kekayaan yang dimiliki didapat dari hal tidak wajar, tanpa mengetahui kondisi sebenarnya seseorang mengumpulkan kekayaan dengan susah payah. Ini yang disebut Dwita dalam bukunya “YOUR MONEY, YOU ATTITUDE” pikiran negatif tentang uang. 

Dwita menerangkan, siapa dan bagaimana cara berpikir serta kebiasaan dan apa yang kita rasakan terhadap diri sendiri, menentukan apakah layak memiliki kekayaan yang diinginkan? Karena uang hanya dapat  berkembang sejauh apa yang kita lakukan, halaman 24.

Dengan menilai orang lain negatif mencerminkan keadaan yang kita miliki saat ini.
Beberapa bahkan tidak perduli dengan uang yang dimilikinya. Mudah mendapatkan, mudah untuk mengeluarkan.  Bahkan yang sulit untuk mendapatkan tapi tetap mudah untuk menghabiskan. 80% perubahan yang harus dilakukan adalah mengubah kebiasaan, perilaku dan pola pikir. 20% lainnya adalah mempelajari hal mendasar tentang mengelola keuangan dari buku, internet dan mengikuti kelas financial (hal 30).

Bahkan banyak yang berupaya dengan bekerja sekeras-kerasnya hingga lupa waktu, lupa segalanya. Mengabaikan semua yang  dimiliki, keluarga, teman, kerabat hingga kesehatan. 

Pesan Dwita adalah jika  ingin mendapatkan lebih maka pertinggilah standar kehidupan dan lakukan hal yang lebih, bekerja secerdas-cerdasnya bukan sekeras-kerasnya. 

Buku setebal 202 halaman,  cocok untuk seseorang yang mau belajar keuangan tanpa perlu ribeti dengan rumusan-rumusan keuangan yang “njlimet” . Tapi tetap rumusan disajikan Dwita dengan bahasa  menarik dan mudah dipahami. Ditambah beberapa bagan/tabel yang membantu memudahkan  mengelola pengeluaran baik dalam sebulan ataupun setahun.

***
Salah satu bab  membahas investasi, mengulas beberapa rasio yang perlu diperhatikan. Seperti :

  • Rasio Hutang, hutang sehat adalah tidak lebih  30% dari penghasilan didapat. 
  •  Rasio likuiditas, aset yang dimiliki berbanding dengan jumlah kebutuhan hidup setiap bulannya, contoh yang diberikan jika asset  sebesar 50 juta dengan biaya hidup sebesar 5 juta/bulan maka asset mampu menghidupi selama 10 bulan. Dengan catatan jika tidak memilki penghasilan dari pekerjaan. Idealnya perhitungan rasio ini 12 bulan.   
  • Rasio Pengeluaran, maksimal pengeluaran  70% dari pendapatan dengan alokasi 30% untuk investasi.

Dwita diberikan kebebasan mengelola keuangan sejak kecil oleh orangtua dan menjadikannya  sosok  penuh perhitungan tapi tidak pelit. Membeli barang hanya yang dia butuhkan tetapi tidak diinginkan. Karena kebutuhan dan keinginan adalah 2 hal  berbeda. 

Buku Your money your attitude, tidak melulu membahas masalah keuangan yang didapat dan dikelola. Cara pengelolaan  sederhana tanpa melupakan  bagian untuk keagaaman (sedekah, amal, persepuluhan) dan berbagi untuk sesama.

Terakhir dalam hal berinvestasi, Dwita berpesan agar berlaku seperti cerita angsa bertelur emas, dalam investasi diperlukan kesabaran, ketelitian dan proses belajar yang tidak berhenti. Jangan hanya karena keserakahan sesaat, angsa  bertelur emas dipotong demi mendapatkan semua emas yang berada di perutnya. Alih-alih mengembangbiakkan angsa untuk mendapatkan hasil lebih, yang ada angsa mati dan tidak ada lagi telur emas.

Buku ini sudah beredar di toko buku Online dan Offline
Penulis                  : Dwita Ariani Bunda/@BundaWita
Ukuran                  : 14 x 20 cm
Tebal                     : xxii + 202 hlm
Penerbit                 : TransMedia Pustaka
ISBN                     : 602-1036-17-4
Cetakan I                : Tahun 2015
Harga                     : Rp. 59.000,-

9 komentar:

  1. Bagua sepertinya bukunya Bang. Saya pengen baca jadinya. Tapi pesan utama untuk bertanggung jawab atas keuangan pribadi itu yang paling penting Bang menurut saya. Udah ada rencana bikin postingannya sih sayah. Hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Tapi pesan utama untuk bertanggung jawab atas keuangan pribadi itu yang paling penting"... SEPAKAT dengan DANI :)

      Hapus
  2. untung aku udah meninggalkan masa lalu kelam punya hutang kartu kredit bang hiiihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. masa lalu rupanya mengajarkan banyak hal ya mba Diah . . . .

      Hapus
  3. untung aku udah meninggalkan masa lalu kelam punya hutang kartu kredit bang hiiihii

    BalasHapus
  4. Ini dia attitude emang harus dijaga, termasuk terhadap penggunaan uang yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mba ristin,.... attitude terhadap penggunaan uang memang harus di jaga :)

      Hapus
  5. cara mengelola keuangan itu susah-susah gampang ya, harus ada kedisplinan untu menerapkannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul.. mba lia.. susah2 gampang ... kembali ke masing2 personal :)

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih