Jumat, 31 Juli 2015

Layanan Plasa Toyota Pemuda Jakarta.



Pastikan di bengkel Toyota saja
Kendaraan yang biasa menemani keseharian sudah seharusnya diberi perhatian lebih. Terlebih untuk mengarungi macetnya Jakarta. Selain perawatan berkala rutin dilakukan, perlu juga diperhatikan dengan seksama ketika  mengendarai kendaraan yang digunakan. Apakah ada bunyi yang lain dari biasanya, apakah ada sensasi lain ketika mengendarai. Memang bagi pecinta dunia otomotif pastinya akan senang dengan detil yang terjadi dengan kendaraannya. 

Pastinya akan berbeda jika pengendara hanya terbiasa mengendarai  tanpa pernah mau tahu bagaimana keadaan kendaraan yang ditungganginya. Biasanya kaum perempuan yang memiliki perilaku seperti itu tetapi tidak dapat kita pungkiri pria juga memiliki kecenderungan yang sama. 

Saya sendiri dalam melakukan pemeriksaan kendaraan tidak mempunyai trik dan tips khusus, hanya Lihat, dengar dan rasakan. Biasanya kendaraan sendiri yang akan “mengutarakan” keluhannya. Yang diperlukan sedikit ketelitian untuk mendengar keluhan tunggangan kita.

Pun hal yang sama  saya lakukan dengan “Blackie” tunggangan yang biasa saya kendarai, yang beberapa waktu lalu senggolan dengan bluebird.  Untuk yang senggolan Blue Bird belum di klaim, nanti saya akan coba tuangkan dalam tulisan berikutnya. 


Pelayanan Toyota
Berawal dari bunyi berderik di bagian depan sebelah kanan. Krek-krek-krek  bunyinya dan muncul terutama pada kecepatan rendah dan pada saat memutar setir. Terkadang hilang dan terkadang muncul, tetapi akan hilang dengan sendirinya ketika berada di kecepatan tinggi.

Bunyi tersebut semakin hari semakin kentara kerasnya, tetapi tidak berpengaruh pada setir kemudi. Setir kemudi tidak menjadi semakin berat ataupun semakin ringan dengan munculnya bunyi, bahkan pada kecepatan tinggi setir masih tidak bermasalah. 

Kesimpulan sementara berdasarkan pengalaman, biasanya bunyi muncul karena sering melalui jalanan yang rusak dan berlubang. Bearing atau bahasa awamnya lahar yang kena. Bearing itu sebuah bantalan bundar yang di dalamnya berisikan butiran peluru bundar,  berfungsi membantu kelancaran roda untuk berputar.

jalan yang diigunakan untuk menguji kendaraan
Bearing dapat rusak jika sudah mencapai umur ekonomisnya biasanya dikisaran 2-4 tahun berdasarkan pengalaman dan pemakaian. Bahkan beberapa ada yang lebih dari 5 tahun jika kondisi ban dan jalan yang dilalui baik. Tetapi beberapa akan mungkin cepat rusak jika kondisi jalan sangat rusak dan kondisi roda yang tidak baik (kurangnya spooring dan balancing). 

Kebetulan ada waktu, saya buat janji dengan bengkel Toyota yang terdekat.  Kebetulan masih dalam masa garansi, saya putuskan untuk berkonsultasi di Plasa Toyota yang berada di Jalan Pemuda. Sebagai catatan tambahan, sedari awal saya sudah mempercayakan perawatan kendaraan di bengkel resmi, bukan bengkel jalanan.

Setelah sebelumnya melakukan pem-booking-an, dilayani oleh ibu Desi. Sebelumnya saya juga sudah kenal dengan beberapa petugas lainnya seperti Pak Gunawan. Mereka diputar untuk melayani konsumennya. Ibu Desi melakukan pemeriksaan data terhadap kendaraan, karena sedari awal sudah melakukan perawatan di sini jadi tidak memerlukan waktu lama untuk melakukan pemeriksaan data. Lepas itu ibu Desi menanyakan keluhan tentang kendaraan. Beliau menyimak, sekaligus memberikan tanggapan dan memang sepertinya beliau mengerti mesin. 

Sosok ibu desi (insert)
Setelah selesai mendengar keluhan, ibu Desi memanggil seorang Teknisi Leader, Pak Yasin. Pak Yasin  yang bertugas memeriksa kendaraan secara langsung. Bersama kami mencoba kendaraan untuk mengetahui asal muasal bunyi. Setelah mengerti sumber bunyi Pak Yasin memutuskan akan melakukan pemeriksaan lanjutan (standar Toyota).

Jumat Sore, kendaraan sudah selesai dilakukan perbaikan. Setidaknya itulah yang dikatakan ibu Desi dan Pak Yasin. Untuk bunyi yang muncul bukan berasal dari bearing tetapi berasal dari Bantalan rem yang tidak lancar (saya masih ragu sebenarnya). Sudah dilumasi dan bunyi sudah hilang, tetapi bearing untuk roda sebelah kiri yang bermasalah, tetapi belum bisa dilakukan penggantian karena stok barang tidak tersedia. 

Untuk hal ini dilakukan re-booking kembali. Pak Yasin juga melakukan pemeriksaan lainnya seperti jam yang tidak berfungsi dengan benar. Hal ini sebenarnya tidak saya komplainkan, karena sedari awal saya pikir memang jam di kendaraan selalu reset setiap dimatikan dan memang seperti itu. Sampai pak Yasin memeriksa dan menemukan sumber masalahnya yaitu sekering untuk jam putus. Ketelitian beliau dalam memeriksa dan menemukan masalah patut diacungi jempol, terlebih terhadap masalah yang muncul bukan berasal dari keluhan konsumen. 

Selesai dengan perawatan kendaraan, Test Drive dilakukan dan memang tidak ada bunyi muncul. Bahkan hingga tiba di rumah jumat malam. Tetapi entah kenapa bunyi datang kembali Sabtu pagi dan  kembali normal seperti sebelumnya. 

Sebenarnya agak sedikit kecewa, sekelas Toyota saja kok memperbaiki hal ini tidak sampai tuntas, meskipun dijanjikan sedari awal jika ada keluhan akan diperbaiki. Yah, berfikir positifnya setiap kita akan memiliki kekurangan dan masih perlu belajar. 

Ruang Tunggu yang ekslusive buat kenyamanan konsumen
Mungkin pada saat komplain berikutnya saya akan meminta untuk melihat langsung proses perbaikannya. Secara psikologis biasanya kalau di perhatikan secara khusus harapannya akan serius untuk menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.

Semoga ini menjadi perhatian Toyota secara khusus, memang selama masa garansi semua biaya perbaikan ditanggung mereka. Tapi waktu terbuang percuma mondar-mandir untuk masalah yang sama.

Secara keseluruhan standar pelayanan Toyota memang patutlah di beri jempol, keramahan pelayanan, kebersihan bengkel dan kenyamanan ruang tunggu.

Sedikit yang perlu di beri perhatian khusus, ketersediaan stok barang, untuk beberapa barang yang SLow movement (barang yang jarang dipakai) mereka tidak melakukan stok. 

Gudang Suku Cadang Toyota Pemuda




   
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih