Sabtu, 22 Februari 2014

Permainan Cantik Ala Jefrey Rahmat

Ini Bukunya
Akhirnya selesai juga melahap buku ini hanya dalam beberapa jam, dan ini kali ke dua saya menyelesaikan membaca buku Permainan Cantik. Dari judulnya yang ditawarkan memang sederhana, desain covernya pun sederhana, dan memang isi yang ditawarkan pun sederhana, jauh terkesan dari menggurui. Lebih tepatnya berbagi. PS. Jefrey Rahmat penulis buku Permainan Cantik yang juga sekaligus Senior Pastor di Jakarta Praise Community Church, memberikan pencerahan-pencerahan dalam mengubah cara pandang kita terhadap sebuah hal. 

Tidak ada unsur paksaan didalamnya, bahkan dalam setiap pengajarannya (setiap minggu di JPCC, saat ini ada di Kota Casablanca) beliau selalu mengajarkan sudut pandang baru yang segar yang sesuai dengan ajaran kristiani tetapi tidak frontal berhadapan dengan mayoritas keadaan zaman saat ini. Pun dengan kehadiran buku ini, dalam buku yang memiliki 10 bab termasuk kesimpulan didalamnya, dan pada bulan maret 2011 memasuki cetakan yang ke-6 diterbitkan oleh PT Inspirasi Utama dan di-Editori oleh Prof. DR. J.S Badudu, beliau mengingatkan kembali kepada para pembacanya,dalam kehidupan ini layaknya sebuah permainan, tetapi kita tidak boleh sembarangan dalam memainkanya. Memang tujuan akhirnya adalah menjadi pemenang. Tetapi untuk menjadi pemenang yang bukan sekedar pemenang, diperlukan sebuah permainan cantik. Analoginya diambil dalam pertandingan sepakbola, bagaimana penonton akan berteriak senang jika tim kebanggan meereka menyajikan permainan cantik yang membawa kemenangan, terkadang meskipun kekalahan tetap datang, asalkan permainan cantik yang ditampilkan, penonton akan bangga terhadap timnya.


Diawal bab buku ini membicarakan mengenai hidup yang maksimal “masa depan kita ditentukan oleh keputusan-keputusan yang kita buat”  “kegagalan mengenai tujuan hidup akan mengakibatkan manusia terjebak kedalanm kesia-siaan”. Dalam contoh sederhananya, ketika waktu istirahat makan siang tiba, kebanyakan dari kita jika diajak makan oleh teman kita maka cenderung akan menjawab “terserah”, jawaban ini terkesan sederhana dan mudah sekali kita mendengarnya, tetapi dampak dari jawaban ini adalah menyerahkan keputusan yang akan kita ambil kepada orang lain, meskipun kita ketahui kebutuhan kita tidaklah sama. Ini adalah contoh kecil pengambilan keputusan yang salah dan diambil oleh bukan diri kita. Sejatinya kita harus membuat keputusan-keputusan yang berguna bagi diri kita sendiri, karena kitalah yang harus menanggung segala resiko dari setiap keputusan yang kita ambil dan kita buat. Dalam bab ini juga PS Jefrey mengingatkan “Tujuan Tuhan Yesus menebus kita adalah untuk memberikan kepada kita kehidupan yang penuh arti di bumi, bukan disurga” 

Lanjut ke bab berikutnya kita akan diajak membicarakan mengenai “Konsep Awal” Dimana kita akan diingatkan rencana yang matang merupakan awal dari sebuah kesuksesan. Manusia itu dibentuk segambar dengan Tuhan maka manusia mampu bekerja seperti cara Tuhan bekerja. Dalam hal berencana, Tuhan lebih dahulu melengkapi manusia dengan semua yang diperlukan baru kemudian memberitahukan kepada manusia alasan mengapa manusia itu ada. Tuhan juga tidak berencana untuk manusia berkumpul di gereja tetapi untuk menaklukkan bumi. Kita ditentukan untuk menjadi penakluk-penakluk bukan yang ditaklukan. Memang tujuan dari memilliki rencana yang baik adalah sebuah kesuksesan, tetapi jangan sampai sukses itu yang menguasai diri kita. Lupakan latarbelakang masa lalu kita, focus kepada tujuan dan sukses masa depan yang akan kita raih bersama Tuhan. 

Dibab Hukum kapasitas, kita dingatkan kembali mengenai perumpamaan Talenta, masih ingatkan yang memiliki 5 talenta, bertambah menjadi 10 talenta, yang 2 talenta bertambah menjadi 4 sementara yang 1 talenta, marah dan tidak melakukan sesautu untuk menambah talentanya. Yang terakhir inilah yang mendapatkan hukuman dari tuannya. Bahkan 1 talenta yang ia miliki pun diberikan kepada yang memilliki 10 talenta. Disini Tuhan mencoba mengajarkan kepada kita bahwa Ia mempercayakan sesuatu yang berharga kepada manusia untuk dikelola. Apa saja yang berharga, seperti talenta berkat, uang ataupun pewahyuan yang ada pada kita untuk maksud tertentu. 

Jefrey juga mengingatkan kembali mengenai hukum perpuluhan, masih banyak dari kita (termasuk saya) yang tidak setia, jika ditanya “penghasilan kita 1 juta, maka berapa perpuluhan yang harus diberikan?” kita dengan yakin akan menjawab 100  ribu akan kita serahkan kepada gereja. Sementara itu bagaimana jika penghasilan kita 10 Miliar, memang serentak menjawab 1 Milliar, tapi ada juga yang menyahut, uang sebesar itu sayang untuk diberikan ke gereja. Inilah yang disebut Jefery Rahmat bahwasannya “Kapasitas” kita masih kecil. Meskipun berkat yang akan kita terima besar tetapi jika kapasitas kita kecil pastilah hasilnya tidak maksimal. Diperlukan perubahan pada diri kita untuk memperbesar kapasitas diri. Beberapa hal yang perlu kita lakukan dalam hal meperbesar kapasitas kita adalah dengan :
1.      Investasi, kita dituntut untuk terus melakukan pengembangan yang akan membuat diri kita berkembang dan bertumbuh,
2.      Setia dan bertanggung jawab, dalam hal apapun pekerjaan yang ada pada kita, kita dituntut untuk setia dan bertanggung jawab ada atau tidak ada yang mengawasi pekerjaan kita
3.      Tidak Pernah Berhenti Belajar, selalu merendahkan diri, mau mencari tahu dan tidak cepat berpuas diri salah satu hal yang harus kita miliki untuk menambah kapasitas diri. Jika ke 3 hal ini kita lakukan maka kapasitas akan bertambah besar.

Dalam hal berinvestasi, kita menambah dengan jalan menabung tetapi kita melipatgandakan dengan jalan melakukan investasi, kita dapat menghitung jumlah biji yang ada didalam sebuah apel, tetapi kita tidak dapat menghitung berapa banyak apel yang terdapat dalam sebuah biji apel. Di bab ini kita diingatkan kembali untuk berbagi dan berbagi. Sama seperti perumpamaan talenta tadi, setiap talenta dilepas untuk berbuah dan berlipat ganda, kecuali yang hanya memiliki 1 talenta, ia hanya menguburnya saja. Kebanyakan orang kristen hanya mau berkat Tuhannya saja  tetapi tidak mau melepaskan apa yang ada pada mereka. Dalam hal perpuluhan, ini adalah benih yang harus kita lepaskan ditanah supaya dapat tumbuh dan berbuah. Dalam hal berinvestasi kita dituntut untuk mempunyai hati yang selalu tulus untuk memberi.  Terkadang kita mengharapkan yang terbaik tetapi tidak mau memberikan yang terbaik. Satu yang perlu dingat dalam investasi kehidupan ini adalah "segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka“

Setia dan bertanggung jawab  "Siapa kita sebenarnya adalah pada saat tidak ada yang mengawasi kita“ sebagai anak Tuhan, kita harus dikenal sebagai orang yang setia dan berani bertanggung jawab atas perbuatan kita. Jika kita berlaku setia dan bertanggung jawab, maka sebenarnya kita sedang meperbesar kapasitas kita. Contoh kecilnya adalah Daud, dimana meskipun ia sebagai penggemabala Domba, ia dengan tulus melalukan itu. Karena ia tekun dan bertanggung jawab, maka mata Tuhan berkenan kepadanya dan memberkatinya lebih untuk mengalahkan musuhnya. Tuhan tidak memberikan kepada kita kekayaan tetapi Tuhan memberikan kekuatan  untuk memperoleh kekayaan. Analoginya adalah sepotong kue, yang sering kita kejar adalah sepotong kue, bukannya resep untuk membuat sepotong kue tadi. Jika kita memilliki resepnya maka kita tidak akan khwatir akan kehabisan kue tadi.

Disini kita juga dituntut untuk menemukan apa yang ada pada diri kita, kekuatan kita dan kembangkanlah kemampuan tersebut sedemikian rupa sehingga kemampuan tersebut menjadi sebuah keahlian. Lewati batas lumayan kita, jadilah yang terbaik, beradalah diatas rata-rata, pekerjaan diatas rata-rata dengan penghasilan diatas rata-rata hanyalah untuk orang-orang diatas rata-rata.

Terakhir adalah tidak pernah berhenti belajar, pengurapan membuat kita bebas, tetapi pengetahuan kita akan kebenaran akan menjaga hidup kita agar tetap bebas dan merdeka. Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan. Umat Tuhan Binasa dan akan hancur hidupnya  karena kurangnya pengetahuan akan Tuhan. Seseorang dapat tertipu karena kurangnya pengetahuan demikian pun seseorang dapat dibohongi jika kurangnya pengetahuan.Kita dituntut pula untuk selalu menggunakan hal-hal yang baru selama tujuannya adalah untuk mengembangkan kapasitas diri dan memenangkan permainan yang cantik, tidak hanya itu kita juga dituntut pula belajar dari orang lain disekitar kita. Tentunya yang lebih ahli dan lebih mahir dibandingkan kita. Mengenai belajar dari orang lain, kita juga harus berhati-hati, sebab lingkungan kitalah yang nantinya akan membentuk kita.

Selebihnya masih terlalu banyak hal rinci yang dibahas Jefrey Rahmat untuk memenangkan sebuah pertandingan hidup, yang tentunya tidak hanya kemenagan saja, tetapi permainan cantiknya pun harus diperlihatkan.

That’s all :)
Semoga bermnfaat


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih