Senin, 24 September 2012

Metode penelitian hukum (Kuliah 2) DR HOTMA SIBUEA

Pasal ---> berisikan norma hukum yang berisi perintah, larangan, izin dan wewenang dan perbolehan.

Pasal itu harus mencakup :
1. Norma hukum
2. Asas hukum, (pedoman dalam menerapkan hukum)
3. Kebijakan hukum.

Jika ada pasal yang atau UU yang isinya sama?  maka hukum yang di buat belakangan mengesampingkan hukum yang terdahulu.

Apa yang diteliti dalam suatu penelitian hukum?  Meneliti hukum = meneliti aturan.

Berdasarkan sebuah padal diselesaikan masalah.
Judeks paksi --> memeriksa pakta --> pemeriksaan pakta dipengadilan negri.
Judeks yuris --> mengadili penerapan hukumnya --> tugas dan wewenang MARI.

Jangan pernah membuat skripsi yang tidak memiliki pasal, sebaiknya harus mengacu pada sebuah aturan.
Dan kalau bisa menemukan sebuah Penemuan hukum --> RECHVINDING

Minggu, 23 September 2012

Intinya adalah tetap berbuat baik.

Kali ini dan entah sudah berapa kali saya mengikuti khorbah di HKBP Ps. Minggu. Tema hari ini adalah tetap berbuat baik, tidak perduli lingkungan kita seperti apa. Penekanannya adalah katakan iya jika iya dan katakan tidak bila tidak, selebihnya adalah berasal dari si iblis.
Pendeta coba mengambil ilustrasi dari bacaan kita, yaitu nabi yeremia. Dimana dia di provokasi dari jemaat sekitar yang tidak menyukai kehadirannya. Dan sedikit banyak membuat nabi Yeremia ketakutan. Tetapi Tuhan tetap memperingati Yeremia untuk tidak takut dalam berbuat kebaikan. Tuhan pun berjanji akan menemani nabi ini dan menghukum siapun yang akan menghalanginya.
Demikian pun kita terutama saya diingatkan kembali. Bahwa kita harus hidup berkenan dengan jalan Tuhan. Lalukan perintahNya dan jauhi laranganNya. Percaya bahwa kebaikan yang kita lakukan pastilah akan didukung oleh Tuhan.
Meskipun pada faktanya tidak semua kebaikan yang kita lakukan akan menyenangkan semua orang, pada saatnya akan ada juga orang yang tidak suka bahkan cemburu akan perbuatan baik yang kita lakukan. Untuk hal seperti ini jangan biarkan diri kita mundur selangkah pun, ijinkan campur tangan Tuhan untuk menjadi pembela bagi kita.
Yup. Sekali lagi intinya adalah tetap melakukan perbuatan baik. Katakan iya bila iya dan tidak bila tidak selebihnya adalah berasal dari yang jahat.

Rabu, 12 September 2012

Tentang kornelius ( PJJ di rumah kornelius)

Perpulungan jabu jabu, tepatnya dalam bahasa Indonesia adalah perkumpulan keluarga keluarga. Dan untuk rabu tanggal 5 September 2012. Kami kebagian untuk menjadi tuan rumah. Dan sebuah kebetulan juga topik yang di bahas pada rabu itu adalah kornelius.

Kornelius itu rupanya seorang perwira romawi yang pada waktu itu adalah seorang yang disegani oleh orang disekitarnya. Dan kornelius beserta keluarganya juga taat pada Tuhan. Meskipun kornelius pada saat itu bukanlah seorang yahudi ataupun keturunan yahudi.

Pada saat itu juga petrus mendapat sebuah penglihatan untuk mengunjungi kornelius. Dan hal ini bertentangan dengan adat istiadat pada masa itu. Adalah salah hukumnya jika seorang yahudi mengunjungi atau bertamu ke orang yang bukan yahudi.

Tetapi Tuhan menyatakan kepada Petrus bahwa janganlah mengharamkan sesuatu yang di halalkan oleh Tuhan. Artinya jangan pernah menganggap haram mengunjungi seorang yang bukan yahudi, meskipun pada saat itu adat istiadat mendukungnya. Bukankah setiap orang yang hidupnya berkenan kepada Tuhan adalah termasuk anak-anaknya.

Begitupun kornelius, dia juga mendapat sebuah pengihatan dimana Tuhan berbicara kepadanya untuk segera menjemput Petrus.

Dalam hal ini Tuhan mencoba mengajar baik itu kepada Kornelius dan Petrus. Bahwasannya sesama anak Tuhan harus saling mendukung dan saling melayani. Tidak perduli latar belakangnya. Baik itu Yahudi atau non yahudi baik itu perwira atau bukan perwira. Bukankah semua sama dimata Tuhan. Dan bukan kapasitas kita sebagai manusia menghakimi dan menilai seseorang berdasarkan keturunannya. Latar belakangnya, pangkatnya atau apapun itu.

Kita semua sama di mata Tuhan, hanya Tuhanlah yang berhak menilai dan menghakimi kita. Dan sejatinya tugas kita di bumi adalah mencerminkan dan mengaplikasikan setiap yang di ajarkannya.

Saya pun belajar seperti Kornelius pada masa itu. Tetap merendahkan dirinya ketika bertemu dengan petrus. Tidak semena mena dan tetap mau melayani. Dan yang terpenting Kornelius pasa masa itu peka terhadap suara Tuhan dan mendengarkannya meskipun dia bukanlah keturunan orang yahudi. Tetapi kehidupan rohaninya melebihi orang yahudi yang sesungguhnya.

Sejatinya saya harus menjadi seperti itu, tetap merendahkan diri, meningkatkan kemampuan dan mau melayani baik terhadap sesama dan terhadap Tuhan. 

Untuk kebaktian Keluarga dirumah kami ini kurang kebih yang hadir 23 orang. Dan uniknya di acara kebaktian keluarga ini setiap orang boleh memberikan pendapat tentang nats alkitab yang menjadi pembahasan.

Kurang lebih keadaan kebaktian keluarga seprti gambar terlampir.

Selamat malam dan semoga bermanfaat.




Minggu, 09 September 2012

Minggu ini..... Masih grogi aja....

Minggu ini merupakan yang ke 2 kalinya saya menjadi gitaris pengiring di gereja GBKP tg.priok. Dan tetap masih grogi, hanya sudah mulai tenang karena sudah menguasai materi.
Ditambah ketika sesi latihan terakhir selesai saya sudah mulai tahu, kapan saya mengisi dengan lick lick gitar sederhana.
Artinya di bandingkan pertama kali mengisi, saya masih gugup. Sayapun sudah mulai bisa beradaptasi dengan gitar saya.
Tapi siapa yang sangka, ketika mental sudah siap dan otak sudah tahu kapan harus bekerja. Rupanya gitar yang hendak saya mainkan stemannya berubah. Dan ini membuat saya makin grogi. Padahal jika tidak grogi saya masih bisa nyetem gitar.

Alhasil, saya hanya bisa maksimal di 2 lagu pertama. Karena di lagu berikutnya saya merasa steman gitar sudah berubah dan tidak sesuai lagi dengan alat musik yang lain.
Pelajaran yang saya petik adalah saya harus lebih bisa menenangkan diri saya lagi. Semakin saya tenang, inspirasi saya dalam bermusik akan keluar dengan sendirinya. Dan saya harus lebih menghapal lagu di luar kepala dan harus memiliki bank lagu yang lebih banyak lagi. Sehingga tidak blank ketika memainkan lagu.
Ditambah saya lebih baik bermain dengan alat musik saya sendiri. Karena sedikit banyak ini membuat saya semakin tenang. Pengalaman hari ini, ketika saya pinjam gitar mamre yang ada steman gitarnya dirubah.
Makin puyeng saya, asumsi semua normal saja saya masih grogi ini ditambah ada kekurangan.
Maka dari itu saya harus trus banyak belajar dan trus mengembangkan diri ditambah baiknya saya memainkan alat musik saya sendiri.

Dan saya yakin saya bisa memberikan kontribusi dan warna tersendiri Bagi perkembangan musik gereja. Khususnya GBKP.

Tetap semangat.

Sabtu, 08 September 2012

Pompa air atau instalasinya yang rusak. .. Bikin repot..

Sabtu pagi ini dimulai dengan pompa air yang ngambek. Ngga ngerti salah dimananya. Mesin sudah hidup tetapi air tidak mau naik ke water torren.  Sehari sebelumnya juga sudah di coba untuk dipancing. Dimasukkin air dari atas, sepertinya tidak berpengaruh. Dipanggilah tukang pompa langganan. Di bukalah instalasi sumur jet pum kami. Dan hasilnya adalah tyson/tisson klep nya jatuh atau tertinggal di dalam sumur. Tukang pompa ini menyarankan agar dibuat saja sumur baru atau bahasa mereka pantek sumur saja.

Dan tidak tanggung tanggung biaya yang dikenakan adalah Rp 4.000.000 sudah termasuk biaya  jasa dan material. Dan tukang ini tidak menyarankan solusi lain, seperti menarik tison klep yang jatuh sehingga tidak diperlukan lagi memantek sumur uang baru.

Coba Berdiskusi dengan kakak ipar, rupanya baru beberapa hari yang lalu mereka memantek sumur baru dan biaya uang dikeluarkan Rp. ± 4.000.000 dan itu sudah termasuk sebuah jet pump yang baru.

Waduh,alhasil saya coba hunting beberapa toko di daerah pasar minggu. Untuk membandingkan harga. Rupanya harga yang saya dapatkan bervariasi. Hanya 1 toko yaitu aneka pompa yang menawarkan tidak untuk memantek sumur baru. Tetapi mencoba untuk mendapatkan tisson klep yang jatuh dan melakukan penggalian lebih dalam lagi. Hanya saja reparazi itu baru dapat dilakukan pada hari minggunya. Karena jadwal untuk sabtu ini sudah penuh terisi semuanya.

Bingung, panik sebab semuanya terjadi bersamaan. Tapi untunglah semuanya dapat dilalui satu persatu dengan baik.

Semoga kesulitan sehari ini cukuplah untuk sehari sebab esok hati memiliki kesulitannya sendiri.

Senin, 03 September 2012

Akhirnya salah juga kan....( no body's perfect )

Entah kenapa juga saya tidak melakukan crosscheck untuk tugas yang satu ini. Saya sepertinya percaya atau tepatnya mempercayai bahwasannya tugas ini ga mungkin salah jika dia yang mengerjakannya. Mungkin karena saya percaya beliau yang sudah mupuni dan memiliki jam terbang yang tinggi. Ga mungkin kalau salah.
Berbeda dengan tugas lainnya dari siapapun pasti akan saya double crosscheck.

Terkadang memang harus salah terlebih dahulu. Baik itu untuk belajar atau mengingatkan kita untuk tetap terus belajar dan terus belajar. Bukan karena merasa diri hebat atau merasa kawan kita sudah sempurna lantas kita memberikan ruang untuk melakukan kesalahan.

Bukankah tidak pernah salah untuk selalu melakukan cek dan ricek dalam kegiatan apapun itu. Bahkan baik bukan.

Hmm.. Kesimpulan yang dapat saya tarik dari masalah  ini adalah, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan kesalahan. Hanya saja beberapa lainnya meminimalisasi kesalahan kesalahan yang akan muncul. Satu hal lagi secerdas apapun partner kita meskipun dia orang yang sempurna. Jika tidak melakukan cek dan ricek pastinya akan di temukan melakukan kesalahan juga, tinggal menunggu waktu saja. Sepandai-pandainya tupai melompat pasti pernah jatuh juga toh.

Salam.


Sabtu, 01 September 2012

Luar biasa... Pesta batak..

Luar biasa. .. Itu adalah kata kata pertama yang keluar dari mulut saya. Dan ini saya tujukan juga terhadap diri saya. Kenapa?  saya atau kita orang batak mampu duduk diam dan mendengarkan setiap orang yang berbicara silih bergantian.
Hal ini saya alami sendiri ketika menghadiri salah satu pesta adat batak yang di adakan di balai samudera jakarta utara. Acara yang dimulai jam 12 bertepatan ketika pengantin datang.
Dan acara yang langsung dimulai dengan makan siang itu berlanjut terus, hingga pukul 19.00 wib kemungkinan baru selesai. Lihat kan. Berapa jam?? Kurang lebih 7 jam. Dan semuanya harus diselesaikan hari itu juga. Faktanya hingga jam 19.00 wib pun kerabat - kerabat masih setia menunggu giliran untuk berbicara dan memberikan petuah dan pesan kepada kedua mempelai.
Dan mungkin di belahan dunia lainnya bahkan ada yang lebih dari 7 jam ini.
Mengingat pengalaman kami pribadi, syukurnya kami hanya ± 5 jam dan itupun sudah penggabungan dari 2 adat istiadat. Bahkan pemilik gedung yang memberikan perpanjangan jam kepada kami mengatakan salut. Karena menurut pengalaman mereka yang terjadi selama ini pasti lebih dari jam 5 sore. Sementara waktu acara kami. Jam 4 pun gedung sudah sepi.
Tapi itu tadi, kembali ke acara di balai samudra ini. Sepertinya masih banyak yang sabar  dan rela menunggu gilitan untuk berbicara dan memberikan petuah kepada pengantin.
Entah pengantinnya masih berkenan mendengar lagi atau jangan - jangan sudah merasa lelah. Mengingat mereka pastinya sudah memulai kegiatan ini sedari pagi tadi.
Hmmm... Menyimak dan terus belajar....