Sabtu, 10 Juni 2017

Program ke 2 lanjutan memiliki keturunan (Tetap semangat)

 
Selfi sebelum masuk hospital Lam Wah Ee
Suhu Penang yang merupakan bagian dari Kerajaan Malaysia kalau pagi sejuk disekitaran 26 derajat celcius dan bergeser 5 derajat lebih panas kala siang hari.

Oh iya, disclaimer sebelumnya. Tulisan yang saya buat ini merupakan catatan pribadi berdasarkan pengalaman yang saya lewati. Jadi untuk masing-masing program memiliki keturunan pastinya akan berbeda tergantung rujukan dari masing-masing dokter.

Ini adalah program ke dua yang kami (saya dan istri) ikuti setelah 2 bulan sebelumnya mengikuti program serupa dengan treatment yang berbeda.

Rumah sakit yang menjadi rujukan kami di Penang adalah Lam Wah Ee salah satu rumah sakit non profit kerajaan Malaysia yang berdiri sudah lumayan lama sekitar tahun 1815. Untuk dokternya kami putuskan Dr. Eng Ping Wah, beliau adalah seorang ahli bidang IVF (In  Vitro Fertilization ) bahasa sederhananya bayi tabung tapi beliau tidak serta merta yang memeriksakan diri ke dia disarankan bayi tabung, beberapa bahkan berhasil hanya dengan treatment saja beberapa lainnya harus melalui proses panjang dengan sejumlah pemeriksaan rutin dan rumit.

Bertepatan dengan hari lahir Pancasila 1 Juni 2017, sehari sebelumnya pihak rumah sakit mengabari agar kami sebisa mungkin datang H+2 setelah menstruasi. Ini yang unik (setidaknya menurut saya) pemeriksaan dilakukan tepat dengan datangnya menstruasi (bayangkan kalau hari itu kalian sedang ditugaskan entah dimana).

Dari hasil USG dokter mengambil tindakan agar melakukan intervensi sementara dengan memasukkan obat suntik Gonal kedalam tubuh dengan takaran 450 cc selama 5 hari untuk dilihat kelanjutannya. 

Tampilan Gonal Suntik

Jadi Gonal ini disuntikkan ke dalam tubuh istri harus sesuai dengan petunjuk dari suster, sekitaran perut (pusar) dengan jarak 3 jari tangan dan jam suntiknya sebisa mungkin harus sama (kalau jam 5 sore seterusnya jam 5 sore). Harapannya setelah 5 hari kedepan indung telur dalam rahim istri akan merespon dengan bertumbuh semakin besar. 

Lepas 5 hari kembali ke dokter karena selain obat sudah habis dokter akan melihat perkembangan pengaruh obat.

Selepas pemeriksaan lanjutan, dokter memutuskan untuk melakukan terapi dengan cara yang berbeda. Kali ini Dr. Eng mencoba melakukan kombinasi. Penggunaan Gonal dikurangi menjadi 350 cc tetapi ditambah dengan Menopur.

Perpaduan antara Menopur dan Gonal dianjurkan dokter selama 3 hari. Nanti akan dilihat lagi perkembangannya sehingga akan diputuskan treatment berikutnya apa.

Treatment ke 3 itu Gonal, Menopur dan Orgalutran

Oh iya, mengenai biayanya sendiri Gonal untuk 5 hari membutuhkan dana 2200 RM setara dengan 6 juta rupiah. Sementara campuran Gonal dengan Menopur 3 hari dibutuhkan sekitar 1200 RM sekitaran  3.800.000,- dengan kurs 1 RM = Rp. 3.145.
 
Setelah dilihat ada perkembangan meskipun sedikit dokter memutuskan akan melanjutkan lagi kali ini Perpaduan Gonal, Menopur dan Orgalutran. Dimana yang terakhir disuntikkan 1 hari lepas masuk Gonal dan Menopur. Baru setelah itu akan diihat kembali apakah dapat diteruskan atau tidak. Untuk 3 hari ini biaya yang dikeluarkan masih diangka 1500 RM

Hmmm, bukan dana yang sedikit bukan untuk memperoleh keturunan hingga harus menyebrang lautan keluar dari zona keyamanan. Makanya suka jengkel ketika ada yang sembarangan membuang bayi-bayi yang tidak berdosa atau menelantarkan anak-anak yang lugu. 

Itu biaya semua murni pengobatan belum biaya hidup selama tinggal disini dan biaya transportasi pulang pergi. 

Ilutrasi dok pri

Dan sebagai pasangan kami dituntut agar selalu kompak, kenapa? Karena untuk melakukan penyuntikan saya (selaku suami) juga harus memperhatikan setiap arahan yang suster berikan. Hal ini memastikan bahwa kalau istri  yang tidak dapat melakukan (baca:ragu) sang suami dituntut harus dapat melakukan penyuntikan. Ya, memang kalau tidak bisa juga, pasangan tetap dapat melakukan penyuntikan dengan berkunhung ke klinik terdekat. Sebisa mungkin suster mengajari sampai setiap pasangan dapat melakukannya sendiri. 

Ok. Untuk sementara itu aja ceritanya. Nanti kalau ada cerita lanjutan saya coba tuliskan dikisah selanjutnya. 

Setidaknya dengan menuliskan dan berbagi pengalaman yang saya rasakan dan alami menurunkan tingkat ketegangan dan kecemasan saraf-saraf dikepala yang mulai cenat-cenut.


20 komentar:

  1. tetap semangat terus pak, ikhtiar dan terus berikhtiar, saya tunggu kabar baiknya : )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah terimkasih loh atas supportnya... pasti ada kabar baik menyusul dicerita selanjutnya.

      Hapus
  2. Semoga Tuhan memberi jalan yang mudah untuk mencapai tujuan Mas Lius dan mba Eveline. Aamiin.

    Semoga juga nyaman nginep di tempat kami.

    Salam hormat
    Adi Mewah court

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, terima kasih mas adi..oh iya... teman2 ini mas adi salah satu yang membantu kami mencari tempat tinggal sementara di penang.. kalau butuh tempat tinggal sementara di penang bisa contact langsung ke beliau

      Hapus
  3. Waah kebayang usahanya ya Bang.
    Dulu saya juga sulit punya anak. SAmpai dikasih gambaran sama dokter untuk inseminasi buatan atau bayi tabung. Tapi alhamdulillah tidak sampai ke situ. Saya salut sama pasangan yang sapai bela-belain menjalankan program bayi tabung. Semoga lancar yah semua usahanya dan mendapatkan berkah dari Yang Maha Kuasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih untuk doanya mba mugniar...

      Hapus
  4. Semoga selalu diberikan kelancaran ya bang Lius, dan semoga secepatnya dapat kabar baik. Pasti program ini akan berhasil. Yang penting kita selalu yakin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin.. terimasih ata support dan doanya ceu lis :)

      Hapus
  5. Semangat ya Bang! Byk teman2 yg senasib sm abang n istri. Tetap bahagia n semangat berusaha sm istri ya Bang...support dr Palembang ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip.. terimakasih supportnya mas ardiba.. support dari palembang sudah diterima :)

      Hapus
  6. Bang Kornelius semangatnya Mantaap... Semoga dengan semangat Abang dan istri serta doa dukungan dari teman-teman, momongan cepat hadir di keluarga Bang Kornelius

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin..terimakasih untuk doa dan supportnya mas ahmed

      Hapus
    2. Bang Lius, semangat terus ya. karena tidak akan hasil yang mengkhianati usaha. ikut mendoakan semoga apa yang diidamkan segera dikabulkan.

      maaf komen di sini karena gak ada fitur komennya.

      Hapus
    3. Terimakasih untuk support dan doanya pa ketua syaifudin sayuti :)

      Hapus
  7. Jd inget adik saya yang sudah sekitar 5 tahun ini sejak menikah blm jg diberi momongan. Hiks....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya doakan agar adiknya mas adi juga cepat memeperoleh keturunan..amin

      Hapus
  8. Waah di lam wa ee ya mas. Ini deket ama kampusku dulu :). Makanya pas mama operasi tumornya sekalian angkat rahim, kita pilih rs ini supaya aku bisa deket juga :). Bgs2 kok memang dokter di sana. Semoga programnya bisa berhasil ya mas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, terimakasih untuk doa dan suportnya mba fanny.. btw mamanya dulu juga di lam wah ee ya dirawatnya. Memang banyak banget pasien mereka dari negara kita ya mba

      Hapus
  9. Semangat ya mas! Sama2 lg ttc, semoga berhasil semua usaha yg kita lakukan. Aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin.. trims untuk supportnya mba kurnia :)

      Hapus

Untuk Sementara Pesan di Moderasi....
Menghindari Beberapa konten2 yang negatif ...
Berfikir yang Baik dan tinggalkan jejak yang baik..
Terima kasih